Sport
Share this on:

PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

  • PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri
  • PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

**JAKARTA ** - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berupaya mendongkrak kemampuan tunggal putri Tanah Air, guna meraih prestasi gemilang di setiap kejuaraan yang diikuti, sekaligus mengangkat peringkat dunia. Hal itu lantaran dinilai oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susi Susanti bahwa sektor tunggal putri Indonesia masih belum mampu menunjukkan prestasi yang maksimal.

Meski diakui Susi, saat ini pihaknya telah menujuk Ronny Mainaky sebagai pelatih kepala baru tunggal putri PBSI di Pelatnas, Cipayung, Jakarta Timur, namun hal tersebut masih dalam tahap adaptasi program latihan dengan para atlet. "Jadi, saat ini masih dalam tahap adaptasi, mungkin program (latihan) seblumnya belum pas. Misalnya, dengan program lama, Fitriani bisa juara di turnamen super 300, dan munkin saat ini bisa dikombinasikan program itu," ungkap Susi di situs resmi PBSI, Kamis (4/7) kemarin.

"Namun, saat ini masih belum berjalan smooth, ada yang bagus, ada yang kurang. Yang bagus kita ambil, yang kurang, kita mix dan sesuaikan dengan program sebelumnya yang memang bisa masuk ke atletnya," tambahnya.

Susi menilai, hingga saat ini tim tunggal putri utama masih butuh waktu untuk bisa memaksimalkan prestasinya. Namun, mantan pebulutangkis nasional itu mengatakan, bukan tidak mungkin pemain senior bisa disusul oleh atlet mudanya.

"Pemain-pemain muda, kalau bisa naik lebih cepat kenapa tidak? Siapa yang mau dulu deh, yang punya kemauan dulu. Kita lihat seperti Akane Yamaguchi (pebulutangkis Jepang yang kini berusia 22 tahun), yang penting tahan lama, kuat, kalau pemain putri nggak perlu buru-buru cepat matiin (lawan)," tuturnya.

Susi menambahkan, jika pemain muda memiliki karakter yang kuat, fighting spirit dan kemauan, bukan tak mungkin mereka akan menggeser kedudukan pemain yang lebih senior. Jadi ia berpesan, agar para pemain pelapis tidak terlena dengan zona nyamannya.

Untuk diketahui, saat ini pelatnas PBSI khususnya di nomor tunggal putri diisi oleh 12 pemain. Enam di antaranya merupakan pelatnas utama tunggal putri yaitu, Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Ruselli Hartawan, Aurum Oktavia Winata, Choirunnisa, dan Bening Sri Rahayu.

Sedangkan di pelatnas pratama, ada Putri Kusuma Wardhani, Staphanie Widjaja dan Yasnita Enggira Setyawan. Tiga lainnya yakni, Alifia Intan Nurrokhim, Aisha Galuh Maheswari dan Aisyah Sativa Fatetani merupakan pemain muda yang berstatus magang.

"Yang sudah tidak muda lagi, dimaksimalkan, permainan dan mindset-nya kan sudah terbentuk, untuk diubah itu kan butuh proses. Nah yang pemain-pemain muda ini hantam saja, kejar saja, kita kan ketinggalan jauh, larinya harus sprint, kalau jogging saja ya nggak keuber," jelasnya.

"Justru saya agak kencengin yang muda-muda. Kalau yang utama kan tinggal dimatangkan, yang muda mengejar, nah yang tengah-tengah ini, yang pelapis kalau tidak bisa, maaf-maaf saja, pemain mudanya ya lewati saja," tegas Susi.

Selain itu, Susi mengaku bahwa dirinya juga memberikan semangat kepada pemain muda dalam hal ini pemain magang untuk bisa melewati pemain utama. Menurut Susi hal itu dilakukan karena pemain muda memiliki masa prestasi yang lebih panjang.

"Saya sering bilang sama KW (Putri Kusuma Wardhani), KW kamu bisa jadi tunggal putri nomer satu Indonesia? Masuk silahkan, Cici (Susy, red) akan kasih kesempatan, nggak ada nunggu-nunggu giliran. Kalau ada kesempatan dan bisa manfaatkan ya ambil saja," tukasnya.

Di sisi lain, pelatih kepala Ganda Putri PBSI, Eng Hian mengaku, dirinya memberikan kesempatan untuk ketiga ganda putrinya yakni, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris, dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah untuk saling berusaha memperebutkan jatah dua tiket Olimpiade Tokyo 2020.

Ya, diketahui setiap negara hanya dapat mengirimkan dua wakilnya untuk masing-masing sektor. Bahkan, yang berhak untuk ikut kejuaran paling berengsi di dunia itu, merupakan pasangan atau perorangan yang berada di peringkat delapan besar dunia.

Hingga saat ini, Greysia/Apriyani masih bertahan di peringkat lima dunia. Dengan kata lain, satu tiket lagi bakal diperebutkan oleh pasangan Rizki/Della yang kini menduduki peringkat 17 dan Ketut/Tania yang baru saja dipasangkan.

Sebelumnya, Rizki sempat dipasangkan dengan Ketut, sedangkan Della dengan Tania. Namun berdasarkan hasil evaluasi, Eng akhirnya memutuskan Rizki kembali lagi berpasangan dengan Della, dan Ketut menggandeng Tania, pemain yang lebih muda.

"Untuk tiket kedua ke Olimpiade, saya berikan kesempatan untuk Rizki/Della dan Ketut/Tania. Kalau menilai dari hasil evaluasi, penampilan Rizki/Ketut tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih dibanding Rizki/Della," tutur Eng hian.

"Mellihat dari bongkar pasang, setelah Della dicoba dengan Tania dan Virni (Putri), secara nonteknis dan chemistry-nya nggak dapet. Kalau Ketut, feel-nya lebih dapet, lebih bisa bawa pemain junior," sambungnya.

Meskipun baru dipasangkan, Eng menuturkan bahwa Ketut/Tania tetap akan diberikan kesempatan untuk bersaing dengan Rizki/Della maupun Greysia/Apriyani dalam perjalanan menuju olimpiade. "Saya sudah komunikasikan dengan binpres (bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI), agar Ketut/Tania diberikan turnamen yang mereka bisa ikuti, kalau (peringkatnya) masuk, ya kami ikutkan," tuntasnya. (gie/zul/fin/wsa)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pebulu Tangkis Indonesia Optimis, Meski Persaingan Kian Ketat

Pebulu Tangkis Indonesia Optimis, Meski Persaingan Kian Ketat

Kejuaraan Dunia 2019 dimulai hari ini (19/8). Di hari perdana, tiga tunggal putra Indonesia sudah bermain di babak pertama.


Kevin/Marcus Tetap Konsisten

Kevin/Marcus Tetap Konsisten

Prestasi gemilang terus ditorehkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon di berbagai ajang belakangan ini.


Terlalu Yakin, Greysia/Apriyani Malah Gagal Pertahankan Gelar

Terlalu Yakin, Greysia/Apriyani Malah Gagal Pertahankan Gelar

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mempertahankan gelar yang didapatnya tahun lalu pada ajang Thailand Open 2019 kali ini.


Ganda Putri Hanya Sisakan Greysia/Apriyani

Ganda Putri Hanya Sisakan Greysia/Apriyani

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus bersusah payah menyingkirkan rekan senegaranya, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti di babak pe


Jojo Tantang Kento Momota, Marcus/Kevin Jumpa Hendra/Ahsan Lagi

Jojo Tantang Kento Momota, Marcus/Kevin Jumpa Hendra/Ahsan Lagi

Perjuangan pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Bulu tangkis Japan Open 2019 terus berlanjut hingga ke babak final.


Tiga Tunggal Putra Lolos ke Delapan Besar

Tiga Tunggal Putra Lolos ke Delapan Besar

Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto berhasil lolos ke babak perempatfinal Japan Open 2019.


Tunggal Putri Merah Putih Gagal Lagi

Tunggal Putri Merah Putih Gagal Lagi

Nasib berbeda diterima wakil Indonesia pada sektor tunggal putra dan putri di Japan Open 2019.


Sepeda Wdnsdy Resmi Dukung Tim UCI Continental

Sepeda Wdnsdy Resmi Dukung Tim UCI Continental

Merek sepeda performance Indonesia, Wdnsdy (baca: Wednesday), terus melebarkan kiprah di arena balap internasional.


Sempat Drop, Jojo Alami Kendala Teknik

Sempat Drop, Jojo Alami Kendala Teknik

Jonatan Christie masih terus berusaha untuk memoles penampilannya di tiap pertandingan.


Greysia Ingin Fokus, Hendra Lebih Excited

Greysia Ingin Fokus, Hendra Lebih Excited

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan berusaha fokus menikmati permainan mereka di Blibli Indonesia Open 2019 pekan ini.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!