Sport
Share this on:

Pedrosa Bisa Lebih Membantu Marquez

  • Pedrosa Bisa Lebih Membantu Marquez
  • Pedrosa Bisa Lebih Membantu Marquez

PHILLIPS ISLAND - MotoGP Australia di Phillips Island akhir pekan ini sangat krusial bagi perebutan gelar juara dunia 2017. Karena itu, muncul kemungkinan diberlakukannya team order di masing-masing tim, baik Repsol Honda maupun Ducati, untuk membantu dua kandidat terkuatnya.

Berbeda dengan di Formula 1, team order tidak populer di MotoGP. Meski begitu tetap memungkinkan dilakukan jika pembalap kedua punya kecepatan yang tidak terlalu jomplang dengan rider utama dan rivalnya. Yang dimaksud dengan ”rider kedua” adalah rekan satu tim pembalap yang berpeluang menjadi juara dunia.

Nah, ”rider kedua” ini nantinya akan membantu pembalap utama, dalam hal ini, Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) untuk mengadang laju lawan atau setidaknya membuatnya sibuk bertarung, sementara rekan satu timnya melesat di depan.

Marquez masih memimpin, dan Dovizioso butuh meraup poin sebanyak-banyaknya untuk mengejar gelar juara dunia pertamanya. Apabila memungkinkan, bantuan dari rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, bisa berpengaruh besar.

Lorenzo tak perlu bertarung atau menghalangi laju Marquez. Dia hanya perlu finis di depan Marquez, sementara rekan satu timnya, Dovizioso, bisa melaju merebut juara di GP Australia. Andai Ducati bisa finis 1-2 dan Marquez ketiga, maka defisit poin Dovi bisa menyusut hingga 9 poin menjadi 2 saja.

Tapi, Lorenzo sempat mengatakan bahwa belum saatnya membantu Dovi akhir pekan ini. Atau, setidaknya dalam dua seri berikutnya. ”Terlalu pagi untuk membahas apakah saya perlu membantu Dovi. Kecuali jika situasinya mendesak, yakni di balapan terakhir GP Valencia,” ujarnya sebagaimana dilansir Motorsport.

Untuk dua seri berikutnya (GP Australia dan GP Malaysia), kata Lorenzo, jika ada peluang menang dia bertarung semaksimal mungkin.

Lorenzo memang bisa membantu Dovi, tapi hanya jika kecepatannya setara dengan Marquez. Padahal, di banyak lomba Lorenzo seringkali finis jauh di belakang Marquez. Di GP Jepang pekan lalu, dia hanya finis di posisi keenam. Jadi, untuk membantu Dovi rasanya sulit. Sebab, membantu dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan Ducati jauh lebih penting.

Apabila dibandingkan dengan Lorenzo, Daniel Pedrosa (Repsol Honda) lebih konsisten. Satu kali menang di GP Barcelona, plus tujuh podium sepanjang musim ini. Jadi, kalaupun Repsol Honda dan Ducati sama-sama melakukan team order, Marquez bakal lebih diuntungkan.

Sayangnya, juga Phillip Islands bukan trek yang disukai Pedrosa. Di GP Jepang pekan lalu, dia memilih untuk berhenti balapan karena khawatir mengalami kecelakaan yang berdampak buruk di sisa musim.

”Begitu keluar dari zona poin (15 besar) saya memutuskan untuk menghentikan balapan. Daripada saya celaka,” terang Pedrosa.

Menjelang GP Australia, Pedrosa ingin melupakan kenangan buruk di Jepang. Dia mengakui bahwa Phillip Island tak cocok dengan gaya balapnya. Karena itu, dia mengatakan, kerja keras harus dimulai sejak Jumat untuk menemukan setingan pas buat motornya.

”Kami berharap cuaca akan bersahabat akhir pekan ini. Agar kami bisa memahami ban dengan baik dan bertarung di depan,” ujarnya.

Faktor cuaca, terutama hujan dan temperatur trek rendah, memang sangat menyulitkan Pedrosa sepanjang musim in. Sebelum di Jepang, Pedrosa juga kesulitan di Misano saat hujan. Dia finis di posisi ke-14 lebih lambat satu setengah menit dari Marquez di atas motor yang sama. Hujan membuat grip ban sama sekali tak bekerja untuknya. Karena bobot tubuhnya hanya 51 kilogram.

Michelin, sebagai pemasok ban MotoGP mengaku berinvestasi besar untuk mengatasi masalah yang dialami Pedrosa dengan postur mungilnya itu. ”Kami sadar dengan apa yang dialami Dani bukan hal yang normal. Dia biasanya finis di 3-4 besar,” ucap Project Manager Michelin di MotoGP Piero Taramasso. (cak/ham/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Fokus Tunda Pesta Hamilton di Austin
Fokus Tunda Pesta Hamilton di Austin

Berita Sejenis

Raikkonen Bisa Curi Ketiga

Raikkonen Bisa Curi Ketiga

Balapan Grand Prix Abu Dhabi pada 25 November mendatang masih menyisakan satu posisi yang diperebutkan. Yakni peringkat ketiga klasemen pembalap.


Menanti Balapan Perpisahan Pedrosa

Menanti Balapan Perpisahan Pedrosa

Balapan pamungkas MotoGP musim ini di Valencia akhir pekan nanti belum kehilangan daya tarik. Juara dunia memang sudah direbut Marc Marquez.


Meriah, Pesta Juara Marquez

Meriah, Pesta Juara Marquez

Untuk merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu malam waktu setempat membuat pesta perayaan juara.


Hanya Bisa Bersaing di Nomor Speed

Hanya Bisa Bersaing di Nomor Speed

Setelah menjalani tur selama satu bulan di Tiongkok, kini tim panjat tebing Indonesia beralih ke Jepang.


Jojo-Ginting Siapa yang Terbaik?

Jojo-Ginting Siapa yang Terbaik?

Hari kedua Fuzhou China Open kemarin berjalan lebih menyenangkan buat kontingen Indonesia.


Jordan Buat Stapac Lebih Garang

Jordan Buat Stapac Lebih Garang

Indonesia Basketball League musim 2018/2019 akan mulai bergulir 30 November mendatang. Seri pertama akan berlangsung di GOR Sahabat Semarang.


Musim Nadal Berakhir Lebih Cepat

Musim Nadal Berakhir Lebih Cepat

Penampilan Rafael Nadal begitu dahsyat pada paro pertama musim ini.


Kalahkan Alko, Petro Berpotensi Bertahan di Livoli

Kalahkan Alko, Petro Berpotensi Bertahan di Livoli

Tim putri Petrokimia Gresik bisa sedikit bernafas lega. Ancaman terdegradasi dari Livoli Divisi Utama belum terjadi.


Jorji Baru Bisa Main di Korea Master

Jorji Baru Bisa Main di Korea Master

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus menepi dari ingar-bingar bulu tangkis dunia.


Marquez Gagal, Yamaha Akhirnya Menang Juga

Marquez Gagal, Yamaha Akhirnya Menang Juga

Saking bungahnya, Ramon Forcada sampai berlari kencang menuju parc ferme untuk memeluk dan memberi selamat kepada Maverick Vinales.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!