Sport
Share this on:

Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

  • Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum
  • Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

JAKARTA - Penghentian pencarian bakat atlet bulu tangkis oleh Djarum Foundation pada 2020 disesalkan Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati. Dia menilai seharusnya langkah tersebut tak perlu dilakukan. Ada jalan tengah yang baik agar polemik Djarum Foundation dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tak berimbas pada penghentian program audisi.

Menurutnya, salah satu jalan tengah adalah dengan mengecilkan tulisan merek rokok Djarum. "Misalnya, tulisan merek (Djarum) ukurannya tidak besar dan mencolok lagi. Jumlah anak yang lolos diperbanyak dengan mempertimbangkan representasi wilayah. Jadi banyak sekali pilihan-pilihan jalan tengah," kata Reni kepada wartawan, Senin (9/9) kemarin.

Reni menyebut Djarum dan KPAI sama-sama harus diapresiasi. Djarum dengan program memajukan olahraga Indonesia dan KPAI dengan fungsi perlindungan anak. Maka dari itu harus dicari jalan tengah yang baik.

"Notifikasi KPAI harus ditempatkan dalam perspektif yang luas, komprehensif dan holistik," ungkapnya.

Dia mengatakan, perhatian KPAI soal dugaan eksploitasi anak dalam proses audisi calon atlet juga dapat dimaklumi. Pasalnya saat ini jumlah perokok anak cukup mengkhawatirkan. "Jumlah perokok di usia anak tentu harus mendapat perhatian semua pihak. Saya kira, di poin ini KPAI memiliki basisnya," ucapnya.

Politisi PPP ini menyayangkan pemerintah, khususnya kementerian terkait tak langsung turun menyelesaikan masalah tersebut sejak jauh hari. "Semestinya sudah sejak awal pemerintah turut serta menyelesaikan polemik dengan menawarkan jalan tengah," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan akan berkoordinasi dengan Mendikbud Muhadjir Effendy, Menpora Imam Nahrawi, Menkes Nila Moeloek, dan Menag Lukman Hakim untuk mencari jalan keluar polemik tersebut.

"Terpaksa, bukan terpaksa memang kalau harus dihentikan kita harus koordinasi dengan Menteri Pendidikan, kira-kira dengan cara apa sehingga anak-anak ini tetap mendapatkan hak-hak mereka. Tetap harus, termasuk Kementerian Agama, Kemenpora," kata Yohana.

Menurutnya, ada dua peraturan yang dilanggar, yaitu PP No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Dalam Pasal 35 Ayat (1) huruf c Peraturan tersebut, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 berbunyi sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk citra merek produk tembakau. "Ini sudah melanggar hak anak dan kami pemerintah tetap tegas. Tetap melanggar undang-undang yang berlaku dan melanggar hak anak, termasuk Undang-Undang Kesehatan. Ada dua undang-undang di balik itu dan mereka harus tunduk dengan undang-undang berlaku. Jangan sampai memperalat anak-anak untuk bisnis," katanya. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Sepakbola tak melulu bicara tentang keindahan lapangan hijau. Kisah tragis juga tercipta di tengahnya.


Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Indonesia, Tommy Sugiarto tak berdaya saat melawan Kento Momota pada putaran kedua China Open 2019.


Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Garuda muda tak selalu identik dengan sepakbola. Kancah dunia racing juga dilakoni para milenial di lintasan balap.


Ansu Fati Lewati Rekor Lionel Messi

Ansu Fati Lewati Rekor Lionel Messi

Anssumane Fati tak mengira akan melewati rekor bintang Barcelona, Lionel Messi.


Audisi PB Djarum Berubah Nama

Audisi PB Djarum Berubah Nama

PB Djarum akhirnya merubahanama audisi yang semula Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis.


Tegur KPAI Lewat Video Medsos

Tegur KPAI Lewat Video Medsos

Kekecewaan terhadap putusan KPAI yang meminta audisi Djarum Foundation dihentikan tidak hanya dirasakan oleh pencinta badminton.


Soal Audisi Djarum, Hari Ini Menpora Beri Keputusan

Soal Audisi Djarum, Hari Ini Menpora Beri Keputusan

Polemik kelangsungan audisi bea siswa bulutangkis Djarum belum juga mereda.


Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Djarum Foundation memutuskan menghentikan program pembinaan atlet bulutangkis usia muda.


Audisi Djarum Dihentikan, Pembinaan Bulutangkis Pemula Terancam Mandek

Audisi Djarum Dihentikan, Pembinaan Bulutangkis Pemula Terancam Mandek

Program Olahraga Djarum Foundation dengan terpaksa mengehentikan audisi beasiswa bulu tangkis pada 2020.


Hadapi Thailand, Timnas Harus Menang

Hadapi Thailand, Timnas Harus Menang

Kekalahan atas Malaysia 2-3 memang menyayat hati fanatisme timnas. Terlebih timbulnya insiden yang tak mengenakan di tribun penonton.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!