Sport
Share this on:

Penantian 12 Tahun Berakhir

  • Penantian 12 Tahun Berakhir
  • Penantian 12 Tahun Berakhir

MINNEAPOLIS - Penantian panjang Minnesota Timberwolves untuk menghempaskan Cleveland Cavaliers di kandang sendiri, Target Center, berakhir kemarin. Di hadapan 18.978 fans, Timberwolves untuk kali pertama menghajar Cavaliers di Minnesota dalam 12 tahun. Tepatnya sejak 17 Februari 2005.

Timberwolves menang besar dengan margin 28 poin, yakni 127-99. Terputuslah sudah mimpi buruk 12 kali beruntun kekalahan Timberwolves di kandang sendiri atas Cavaliers.

“Kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan di kandang sendiri,” ucap shooting guard Timberwolves, Jimmy Butler, dilansir ESPN. Butler menjadi salah satu otak kemenangan tuan rumah dengan toerhan apik 21 poin, 9 assist, dan 8 rebound.

Salah satu peran krusial Butler lain adalah melakukan defense khusus terhadap LeBron James. Sang mega bintang LeBron pun redup dengan hanya mengemas 10 poin kemarin. Itu menjadi poin terendah yang dibukukan LeBron di satu laga sejak sepuluh tahun silam alias pada 2007.

Efisiensi poin permainan LeBron kemarin tercatat berada di posisi -39 poin. Itu terendah sepanjang 15 tahun karir LeBron di NBA. “Saya sama sekali tidak peduli dengan itu,” ucap LeBron.

Mimpi buruk Cavaliers sudah tercium sejak awal. Tim asuhan Tyronn Lue langsung tertinggal 4-20 sejak mulai tip off. Sepanjang kuarter pertama field goal Cavaliers juga seret dengan hanya membukukan 34,8% (8-23). Di lain sisi Timberwolves melejit dengan 59,1% (13-22).

Saat jeda halftime, Timberwolves sudah unggul 69-42. Poin yang dicetak Timberwolves itu menjadi yang tertinggi yang bisa dilesakkan lawan Cavaliers saat jeda halftime sepanjang musim ini.

Kekalahan sang tamu makin di depan mata setelah Timbewolves sempat unggul semakin jauh mencapai 41 poin di pertengahan kuarter ketiga. Itu tercatar sebagai margin poin ketinggalan tertinggi yang penah dirasakan Cavaliers musim ini.

“Malam ini semuanya seperti buruk,” ucap Kevin Love, power forward Cavaliers. “Mereka melibas semuanya. Seperti tidak pernah meleset sama sekali,” tambahnya.

Selain Butler, Karl-Anthony Towns dan Taj Gibson menjadi kunci kemenangan. Timberwolves. Keduanyalah yang membuat paint area dalam penguasaan penuh tuan rumah. Anthony Towns total mengemas 19 poin dan 12 rebound. Sementara Gibson mendulang 16 poin dan 13 rebound.

Timberwolves kemarin mengungguli rebound Cavaliers mencapai 56-37. Mereka juga menang telak dalam urusan point in the paint mencapai 60-42. “Kami tampil di pertandingan ini dengan mentalitas dan fokus yang sebenarnya,” ucap Anthony Towns.

Kemenangan ini membuat Timbewolves saat ini bertenggger di peringkat empat wilayah barat. Tim asuhan Tom Thibodeau musim ini melejit menjadi tim elit wilayah barat dengan membukukan rekor 26-16.

Capaian ini jauh melesat dibanding musim lalu saat mereka terseok-seok sejak awal musim dan mengakhiri seri reguler di peringkat 13 wilayah barat. Dengan raihan ini, kesempatan Timberwolves menutup puasa playoff selama 13 musim alias sejak 2003-2004 terbuka sangat lebar.

Performa apik Timberwolves ini tidak lepas dari perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh coach Thib, sapaan akrab Thibodeau. Sebagai head caoch sekaligus presiden of basketball operations, mantan pelatih Chicago Bulls itu otak dibalik kedatangan Butler, Jeff Teague, Taj Gibson, dan Jamal Crawford ke Timberwolves musim ini.

Kedatangan barisan pemain baru itu membuat Timberwolves sukses mengkombinasikan pemain muda dan senior untuk menjadi komposisi tim yang solid musim ini. (irr/jpg)

Berita Sebelumnya

Tekanan Intens Dari Al-Attiyah
Tekanan Intens Dari Al-Attiyah

Berita Berikutnya

Tunggal Putri Pelatnas Mengkhawatirkan
Tunggal Putri Pelatnas Mengkhawatirkan

Berita Sejenis

Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

Perenang difabel Indonesi Jendi Pangabean akhirnya pecar telor. Perenang 27 tahun tersebut sukses meraih emas perdananya di Asian Para Games 2018 kemarin.


Tak Terhibur Anugerah Gol Terbaik

Tak Terhibur Anugerah Gol Terbaik

Timnas U-16 memang gagal meraih tiket Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan. Namun, bukan berarti timnas U-16 pulang tanpa prestasi.


Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

Dunia bulutangkis Indonesia terus menggeliat. Ganda putra dan ganda campuran berulangkali meraih gelar juara di berbagai turnamen.


Menanti Pembuktian Jojo

Menanti Pembuktian Jojo

Tahun lalu, dua tunggal putra Indonesia mampu menciptakan All Indonesian Finals di Korea Open. Sejatinya, tahun ini, kesempatan tersebut terbuka lebar.


Ujian Konsistensi Tunggal Putra Cipayung

Ujian Konsistensi Tunggal Putra Cipayung

Prestasi Anthony Sinisuka Ginting di China Open 2018 merupakan capaian terbesar bagi tunggal putra Indonesia, setidaknya dalam tiga tahun terakhir.


Marquez Target Kunci Juara di Jepang

Marquez Target Kunci Juara di Jepang

Target Repsol Honda mengunci gelar juara dunia MotoGP tahun ini di kandang sendiri yakni sirkuit Twin Ring Motegi pada Grand Prix (GP) Jepang.


Panagahan Pede Pasang Target Emas di SEA Games

Panagahan Pede Pasang Target Emas di SEA Games

Tim nasional Merah Putih saat ini masih dalam masa transisi usai perhelatan Asian Games berakhir. Para pemanah pun pulang ke rumah masing-masing.


Petenis Muda Kian Bersinar di AS Terbuka

Petenis Muda Kian Bersinar di AS Terbuka

Petenis Belarusia Aryna Sabalenka mencuri perhatian di grand slam AS Terbuka. Kemarin petenis 20 tahun itu memastikan diri menembus babak keempat alias 16 besar


Ferrari Anti Klimaks di Kandang

Ferrari Anti Klimaks di Kandang

Grand Prix Italia berakhir anti klimaks untuk Ferrari.


Traktiran Mewah buat Jojo Cs

Traktiran Mewah buat Jojo Cs

Asain Games 2018 belum berakhir, para pemain bulu tangkis Indonesia sudah banjir apresiasi saja.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!