Sport
Share this on:

Petrucci Siap Bantu Marquez

  • Petrucci Siap Bantu Marquez
  • Petrucci Siap Bantu Marquez

SEPANG - Tidak banyak yang bisa dilakukan bintang Ducati Andrea Dovizioso untuk mencegah rivalnya Marc Marquez mengunci gelar juara dunia MotoGP 2017 di GP Malaysia Minggu (29/10) nanti. Yang pasti, wajib hukumnya bagi pembalap Italia itu menang di Sepang. Namun itupun belum cukup karena Marquez hanya butuh finis runner up untuk juara.

Dalam kondisi seperti ini bantuan dari “bala tentara” Ducati sangat diperlukan. Salah satu rider yang sudah mengajukan diri mengulurkan tangan untuk Dovi adalah Danilo Petrucci. ''Saya ingin menjadi salah satu orang yang bisa membantu Andrea. Tahun ini, saya biasanya membalap dengan baik,'' pastinya seperti dikutip.

Melihat karakter Sirkuit Sepang yang cepat dan mengalir Petrucci percaya Ducati punya potensi besar untuk melawan Honda. Dia yakin Malaysia akan jauh lebih baik daripada Australia Minggu lalu. Pada balapan di Phillip Island itu, Petrucci finis di posisi 21 atau paling buncit di antara semua rider full season MotoGP. Hanya finis di depan Broc Parkes yang menggantikan Jonas Folger (Tech 3-Yamaha).

''Semestinya kali ini (di Sepang) saya akan kuat. Lalu di Valencia (seri terakhir) saya menduga saya akan tinggal di rumah,'' tambah Petrucci lalu tertawa. Yang dimaksud Petrucci adalah Sirikuit Valencia akan menyulitkan rider-rider Ducati. Karena karakter trek sepanjang 4 kilometer itu menuntut kelincahan motor yang bisa diajak berbelok dan berganti arah dengan mudah.

Titel juara dunia MotoGP 2017 bisa ditentukan di GP Malaysia Minggu nanti. Marc Marquez yang unggul 33 poin di puncak klasemen pembalap hanya butuh finis runner up untuk mengunci gelar keempatnya di kelas para raja. Meski begitu, sang rival terdekat Andrea Dovizioso (Ducati) menolak menyerah dan berambisi membawa persaingan perebutan gelar hingga ke seri pamungkas di Valencia bulan depan.

Beberapa karakter sirkuit yang dianggap akan menguntungkan Ducati di antaranya titik pengereman yang dalam. Desmosedici sangat stabil di pengereman. Kelebihan itu diakui sendiri oleh Marquez saat kalah berduel dengan Dovi, baik di GP Austria dan GP Jepang. ''Dovi menang di kondisi basah tahun lalu dan finis keenam di race kering 2015. Jadi dia akan kuat,'' yakinnya. Yang sedikit menjadi kekhawatiran adalah saat hujan terjadi sebelum balapan, permukaan sirkuit bakal sulit kering.

Sementara itu, Dovi yakin Malaysia akan membawa kisah yang berbeda dari Australia. Karena itu dia menolak menyerah meski peluangnya untuk merebut gelar juara dunia nyaris mustahil. "Sekarang kami datang ke Malaysia, dimana semuanya masih bisa terjadi. Tahun lalu aku menang di sini dan semua rider akan sama-sama menderita dengan suhu panas dan sirkuit yang menantang, " ucap Dovi dikutip GP One.

Dia menyadari jika Marquez tampil sangat cepat di Malaysia sama seperti di Australia, maka tugasnya bakal lebih sulit." Tapi yang bisa kami lakukan adalah bertarung semaksimal mungkin dan membawa pulang hasil terbaik, " tandasnya.

Senada dengan Dovi, rekan satu timnya Jorge Lorenzo meyakini Malaysia akan sangat berbeda situasinya dengan Australia. Karena sirkuit Sepang punya karakter yang mendukung kekuatan dan keunggulan Ducati." Dengan lintasa lurus panjang kami bisa memaksimalkan potensi motor kami. Kami ingin habis-habisan di dua seri terakhir dan mengakhiri musim ini di posisi terbaik, " ujarnya.

Apakah Lorenzo juga bersedia membantu Dovi di Sepang? Mantan rider Movistar Yamaha itu merasa belum saatnya. ''Semuanya masih bisa terjadi (di Sepang), saya belum berbicara kepada Andrea soal ini (team order). Tapi jika peluang juara masih tertap terbuka sampai di Valencia, saya akan membantu dia. Tentu dengan melihat berbagai faktor yang ada,'' janji Lorenzo.

Sepang bukan hanya menjadi balapan tersulit di musim ini bagi rider-rider MotoGP. Tapi juga bagi Michelin sebagai pemasok ban. Tingginya suhu trek hingga menembut 50 derajat celsius adalah tantangan sendiri bagi pabrikan Prancis itu untuk menyediakan ban yang bisa bertahan lama sampai akhir lomba.

''Rider MotoGP bisa menggunakan tiga kompon ban (soft, medium, dan hard) dengan permukaan asimetris lebih keras di sisi kanan. Mengingat dari 15 tikungan 10 di antaranya berbelok ke kanan,'' ucap Two-wheel Manager Michelin Piero Taramasso. Hujan yang kemungkinan besar akan turun juga menjadi perhatian besar. Michelin membawa ban basah soft dan medium dengan permukaan simetris. (cak/jpnn) 

Berita Sebelumnya

Start Baru Balapan F1 Lebih Berisiko
Start Baru Balapan F1 Lebih Berisiko

Berita Berikutnya

Ginting Sukses Jalankan Revans
Ginting Sukses Jalankan Revans

Berita Sejenis

Makin Siap Tatap Prancis Terbuka

Makin Siap Tatap Prancis Terbuka

Rafael Nadal kembali mengambil alih ranking satu dunia pekan ini.


Marquez Tak Terkejar, Kecelakaan Besar Rugikan Ducati

Marquez Tak Terkejar, Kecelakaan Besar Rugikan Ducati

Strategi ’’melarikan diri’’ yang dipraktikkan juara bertahan MotoGP Marc Marquez sejak MotoGP Amerika Serikat tetap jitu dipakai di Sirkuit Jerez.


Menanti Duel Vinales-Marquez

Menanti Duel Vinales-Marquez

Tiga seri pembuka MotoGP terlewati dan tiga pembalap berbeda keluar sebagai pemenang.


Honda Cari Pengganti Pedrosa

Honda Cari Pengganti Pedrosa

Honda sedang serius mencari calon rekan satu tim Marc Marquez untuk musim depan.


Rossi Ogah Bertemu Marquez

Rossi Ogah Bertemu Marquez

Pembahasan soal Termas Clash sama sekali tak reda meski nyaris dua pekan berlalu.


Marquez Sempurna di Austin

Marquez Sempurna di Austin

Kalau saja tidak terjadi insiden Marc Marquez menabrak Valentino Rossi di GP Argentina, seri ketiga balapan MotoGP pekan ini tidak akan terlalu menarik.


Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Insiden antara Valentino Rossi (Yamaha) dan Marc Marquez (Honda) di GP Argentina (8/4) menjadi berkah bagi Andrea Dovizioso.


Pedrosa Terancam Absen Di Austin

Pedrosa Terancam Absen Di Austin

Ada insiden serius di GP Argentina yang pamornya tertutupi oleh perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez.


Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Perseteruan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Repsol Honda Marc Marquez membuat CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta merasa harus turun gunung.


Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Sudah lama padam, api pertikaian antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali dipantik. Kali ini, Marquez yang menyulutnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!