Sport
Share this on:

Popovich Masih Kebingungan

  • Popovich Masih Kebingungan
  • Popovich Masih Kebingungan

SALT LAKE CITY - Markas Utah Jazz, Vivint Smart Home Arena, menjadi mimpi buruk bagi San Antonio Spurs. Tim Asuhan Gregg Popovich itu kalah telak 105-139 kemarin. Marginnya 34 poin! Berarti, ini sudah kali ketiga dalam empat laga terakhir Spurs kalah dengan selisih lebih dari 30 poin. Sinyal darurat makin kencang bergema di ruang ganti tim yang dalam 21 tahun terakhir selalu menembus playoff tersebut.

Dalam game kemarin, Spurs seperti kehilangan gairah untuk melakukan defense. Para pemain Jazz leluasa mengkoyak-koyak pertahanan mereka. Sebanyak 20 tembakan tiga angka sanggup dilesakkan para pemain Jazz ke ring Spurs (20-33). Itu tertinggi dalam sejarah franchise Jazz dalam satu laga. Sementara Spurs hanya sanggup membalas tujuh kali (7-22).

''Kami tidak cukup agresif,'' ucap center Spurs Jakop Poeltl, sebagaimana dilansir SBNation. ''Atau malah terlalu pasif,'' tambah pemain 23 tahun tersebut. Poeltl kemarin menjadi penyumbang poin terbanyak Spurs dengan 20 angka.

Menurut Poeltl, para pemain Spurs sudah berusaha mengubah gaya main yang pasif itu. Tapi masih terjebak dengan kebiasaan buruk. ''Kami masih reaktif. Tidak berusaha mengarahkan mereka ke ritme dan posisi yang kami mau,'' tambahnya.

Musim ini Popovich memang masih kebingungan mencari racikan terbaik timnya. Terutama setelah dia kehilangan dua pemain sekaligus yang punya statistik bagus dalam defense. Yakni Kawhi Leonard, si NBA Defensive Player of the Year 2015 dan 2016, yang musim ini hengkang ke Toronto Raptors.

Kondisi makin runyam ketika pemain yang disiapkan Popovich sebagai suksesor Leonard, yakni Dejounte Murray, juga tidak bisa diandalkan. Dia harus menepi setahun penuh setelah otot ACL pada kaki kanannya robek saat menjalani preseason. Menurut ESPN Stats, musim lalu Murray adalah point guard terbaik di liga dalam urusan defense.

Kebingungan Popovich mencari pengganti Murray sangat kentara. Dalam laga kemarin, misalnya, rotasi barisan guard yang dilakukan malah jadi mimpi buruk. Popovich bergantian memasukkan DeMar DeRozan, Bryn Forbes, Patty Mills, dan Marco Belinelli. Semua gagal menjaga pergerakan para pemain Jazz. Tuan rumah malah leluasa merangsek ke paint area dan membangun set play di pertahanan Spurs.

''Kami masih sangat-sangat harus belajar lagi membangun defense,'' ucap Popovich kepada ESPN. Kondisi itu membuat Spurs kini masih terperosok di peringkat 14 wilayah barat dengan rekor 11-13. Nomor dua dari bawah. (irr/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Bulls Pecat Hoiberg
Bulls Pecat Hoiberg

Berita Berikutnya

IAAF Belum Ampuni Rusia
IAAF Belum Ampuni Rusia

Berita Sejenis

Indonesia Siapkan Komposisi Terbaik di Piala Sudirman

Indonesia Siapkan Komposisi Terbaik di Piala Sudirman

Indonesia masih berpeluang menjuarai kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman 2019, 19 hingga 26 Mei mendatang di Nanning, China.


Sindhu Dikontrak Sponsor Rp98 Miliar

Sindhu Dikontrak Sponsor Rp98 Miliar

Dari segi gelar, Pusarla V. Sindhu jelas masih jauh dari Tai Tzu Ying.


Masih Cedera, Marquez Tetap yang Tercepat

Masih Cedera, Marquez Tetap yang Tercepat

Tantangan pertama sudah dihadapi Marc Marquez, setelah dua bulan masa pemulihan cedera bahu kiri.


Tunggal Puteri Masih Kedodoran Lawan Top 10

Tunggal Puteri Masih Kedodoran Lawan Top 10

Sektor tunggal putri, seperti yang sudah-sudah, kembali menjadi sorotan selama persiapan All England 2019.


Serena Out ditangan Pliskova

Serena Out ditangan Pliskova

Serena Williams sempat menyandang gelar ratu tenis dunia. Di usianya yang masuk 37 tahun, dia masih kompetitif untuk bersaing di WTA Tour.


Antetokounmpo Ungguli Harden

Antetokounmpo Ungguli Harden

Sebanyak 42 poin yang dicetak James Harden masih gagal membawa tuan rumah Houston Rockets merengkuh kemenangan.


Mulai Berusia 32 tahun, Hasrat Messi Masih Membara

Mulai Berusia 32 tahun, Hasrat Messi Masih Membara

Usia Lionel Messi menapak 32 tahun di 2019. Dia juga sudah merasakan semua gelar di ajang yang diikuti Barcelona.


Kemenpora Bantah Ada Pelatih Fiktif

Kemenpora Bantah Ada Pelatih Fiktif

Puspita Mustika Adya, salah satu pelatih para-cycling Indonesia di Asian Para Games (APG) 2018 masih menanti keadilan.


Jaya Raya Ingin Revans Kalahkan Djarum

Jaya Raya Ingin Revans Kalahkan Djarum

Skenario final ideal di Kejurnas PBSI 2018 masih terjaga.


Lima Kali Kalah, CLS Masih Optimis

Lima Kali Kalah, CLS Masih Optimis

CLS Knights Indonesia telah menjalani tujuh dari dua puluh games pada ASEAN Basketball League (ABL) 2018-2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!