Sport
Share this on:

Positif di Serena, Negatif di AS

  • Positif di Serena, Negatif di AS
  • Positif di Serena, Negatif di AS

PERTH - Tim Amerika Serikat (AS) memang gagal total di ajang Hopman Cup tahun ini. Keinginan untuk meraih gelar ketujuh sudah punah. Namun, untuk Serena Williams, tampil di Hopman Cup dengan sistem round robind malah menjadi pemanasan yang pas sebelum terjun di grand slam Australia Terbuka pada 14 Januari mendatang.

Pasalnya, melalui sistem ini Serena mendapat kesempatan bertanding lebih banyak. Yaitu tiga kali saat tim AS melawan Yunani, Swiss, dan Britania Raya. Dan yang terpenting, dari tiga partai itu Serena meraih hasil positif. Yakni selalu berhasil menyumbang poin melalui partai tunggal putri.

Di laga pertama kontra Yunani (31/12), Serena menghempaskan Maria Sakkari 7-6(3), 6-2. Sementara di partai kedua kontra Swiss (1/1), dia kembali menyumbang poin pasca menghajar Belinda Bencic 4-6, 6-4, 6-3.

Nah, kemarin di partai ketiga Serena lagi-lagi menang. Dia kali ini menumbangkan Katie Boulter 6-1, 7-6(2). “Di luar laga partai ganda campuran, tampil apik di tiga kali nomor tunggal adalah tetap merupakan hal positif untukku,” ucap Serena dilansir AFP.

Sayang , AS tetap tumbang 1-2 dari Britania Raya kemarin. Pasalnya, rekan Serena yang baru 20 tahun dan menduduki ranking 39 dunia, Frances Tiafoe, sama sekali tidak mengangkat performa tim. Kemarin dia kembali gagal menyumbang poin untuk negaranya.

Tiafoe takluk di tangan Cameron Norrie 6-7(4), 0-6 di sektor tunggal putra. Di game ketiga yang mempertandingkan ganda campuran, AS juga tak mampu membendung kekuatan Norrie/Boulter 4-3(2), 3-4(4). 1-4.

Hasil ini memastikan AS tak sanggup menang sekalipun pada ajang Hopman Cup tahun ini. Mereka pulang dengan berada di dasar kelasemen grup B.

Itu benar-benar tragis. Pasalnya, sampai saat ini AS tercatat sebagai pengumpul gelar terbanyak Hopman Cup dengan enam trofi. Kali terakhir mereka meraihnya pada 2011.

Pasca ajang ini, Serena langsung bersiap menuju Melbourne. Dia berburu gelar grand slam ke-24 nya sepanjang karir di Australia Terbuka. Sejauh ini, Serena sudah mengumpulkan tujuh gelar dari ajang tersebut.

Jika benar-benar berhasil merengkuh titel ke-24 grand slam, Serena bakal menyamai rekor milik legenda Ausytralia Margaret Court. Court sampai saat ini masih menjadi pengumpul titiel grand slam terbanyak sepanjang masa dengan 24 gelar.

Di lain sisi, dari ajang Brisbane International muncul berita sedih. Ranking dua dunia Rafael Nadal yang sudah tiba di Brisbane memutuskan mundur lantaran kembali merasakan nyeri pada cedera paha kirinya. Namun, petenis Spanyol itu mengaku tetap berusaha bisa tampil di Australia Terbuka mendatang.

“Dari hasil MRI, tim dokter menyebut jika saya turun akan ada risiko besar. Yakni tidak punya kesempatan turun di Melbourne,” ucap Nadal. “Saya mengambil keputusan ini dan berharap bisa segera pulih,” tambah petenis 32 tahun tersebut. (irr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Serena Mulus, Azarenka Terganjal

Serena Mulus, Azarenka Terganjal

Australia Terbuka 2019 menjadi ajang comeback dua petenis putri top dunia.


Ramos Nggak Kapok

Ramos Nggak Kapok

Carlos Ramos tak kehilangan ketegasannya gara-gara masalah yang dia hadapi dengan Serena Williams di final grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka pekan lalu (9


Wasit Ancam Boikot Serena

Wasit Ancam Boikot Serena

Setelah tiga hari terakhir diam, beberapa pihak akhirnya buka suara mendukung wasit Carlos Ramos.


Belum Saatnya Juara Serena

Belum Saatnya Juara Serena

Serena Williams masih jauh dari performa terbaiknya.


Cornet sang Penakluk Raksasa

Cornet sang Penakluk Raksasa

Rasanya baru kemarin Angelique Kerber mencium trofi juara Wimbledon 2018. Saat itu dia begitu perkasa di hadapan sang ratu tenis Serena Williams.


Serena Comeback di Rogers Cup

Serena Comeback di Rogers Cup

Serena Williams memutuskan kembali mengayunkan raket di ajang Rogers Cup. Kali terakhir dia tampil adalah di final Wimbledon (15/7).


Serena bisa Bangkit lagi di AS Terbuka

Serena bisa Bangkit lagi di AS Terbuka

Tampilnya Serena Williams di final grand slam Wimbledon Sabtu kemarin (14/7) seakan memberi rambu, mendapatkan performa terbaik.


Kesempatan Kerber Balas Dendam

Kesempatan Kerber Balas Dendam

Pengamat tenis Lukas Weese dilansir The Week mengucapkan, servis Serena Williams di grand slam Wimbledon ini telah kembali menakutkan.


Cedera Otot Tangan, Serena Pilih Mundur

Cedera Otot Tangan, Serena Pilih Mundur

Keinginan fans tenis dunia kembali menyaksikan duel klasik tunggal putri antara Serena Williams kontra Maria Sharapova gagal terwujud.


Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Drawing babak utama Prancis Terbuka berpeluang menghadirkan pertandingan seru. Yakni, duel klasik antara Serena Williams melawan Maria Sharapova.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!