Sport
Share this on:

PR Besar di Sektor Putra

  • PR Besar di Sektor Putra
  • PR Besar di Sektor Putra

Ikhsan Rumbay. (dok. jawapos)

JOGJAKARTA - Indonesia memang mampu menggondol dua emas. Prestasi itu bahkan melebihi target awal PBSI, yakni satu emas. Namun, masih ada celah yang wajib dibenahi.

Yang paling penting adalah nomor tunggal putra. Mereka habis di babak 16 besar. Bahkan, andalan Indonesia, Ikhsan Rumbay dan Gatjra Cupu sudah keok di babak kedua. “Persiapan untuk tunggal putra memang sangat mepet,” kilah Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, kemarin.

Menurutnya, tunggal putra baru menjalani latihan tiga bulan sebelum BWF World Junior Championships 2017. Akibatnya, duta tunggal putra tampil kurang maksimal. “Sementara kekuatan lawan juga makin kuat,” katanya.

Pelatih tunggal putra Harry Hartono membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, negara lain memiliki persiapan lebih matang. “Jepang, India, Thailand dan Tiongkok sudah mempersiapkan atlet dua tahun sebelumnya,” jelasnya.

Untuk itu, Susy berencana menambah pemain tunggal putra di pelatnas Pratama. Saat ini, baru ada empat pemain. Yakni, Ikhsan Rumbay, Gatjra Cupu, Alberto Alvin dan Rehan Diaz. “Kalau perlu ya ditambah. Apalagi kan kejuaraan junior juga makin padat. Jadi pilihan bisa lebih banyak,” lanjutnya.

Meski demikian, pelatih tunggal putra Thailand, Udom Luangphetcharapotn menilai Indonesia masih patut diwaspadai. Sebab, Indonesia memiliki tradisi kuat di sektor tersebut. “Indonesia, Tiongkok dan Korea Selatan. Saya kira mereka masih menakutkan ,” bebernya.

Sementara itu, hal serupa terjadi di sektor ganda putra. Persiapan dilakukan bersamaan dengan tunggal putra. Pemain juga diambil dari klub-klub lokal. Kemudian baru dipasangkan saat memasuki pelatnas Pratama. Praktis, setiap pasangan hanya memiliki waktu tiga bulan untuk menjalin chemistry.

“Kalau persiapan lebih lama, mungkin hasilnya juga lebih maksimal,” beber istri Alan Budikusuma itu. Apalagi, lanjutnya, pemain ganda putra tak masuk pot unggulan. Alhasil, lawan yang dihadapi cukup berat. Mereka pun rontok di babak awal. Hanya Rinov Rivaldy/Yeremia Yacob yang mampu menembus semifinal. “Itu sudah bagus. Sudah maksimal,” imbuhnya.

Berkaca dari hal ini, Susy menilai ke depan persiapan matang akan bakal diutamakan. Untuk menghadapi WJC 2017 ini, persiapan hanya delapan bulan. Itupun untuk nomor ganda putri, ganda campuran dan tunggal putri. Sementara ganda putra dan tunggal putra baru mulai tiga bulan terakhir.

“Akhirnya yang persiapan lebih matang kan kelihatan. Tunggal putri, ganda putri, ganda campuran, semua masuk final. Ke depan, kami harus mempersiapkan atlet jauh-jauh hari,” terang peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 ini.

Sektor ganda campuran beda lagi. ini merupakan nomor terkuat Indonesia. Regenerasi berjalan mulus. Di senior, ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, selanjutnya Praveen Jordan/Debby Susanto. Di level junior, Indonesia mampu memastikan all Indonesian final. Pelatih ganda campuran, Nova Widianto mengatakan, prestasi ini tak diraih dengan mudah.

“Kami mencari pasangan yang memiliki pola permainan sama,” katanya. Seperti Rinov/Pitha yang sama-sama memiliki tipikal agresif. Sementara Rehan/Fadia memiliki tipe permainan safe. Keduanya mampu bersua di final, Minggu (22/10).

“Selain itu, disiplin pemain juga penting,” lanjut Nova.

Dia mencontohkan Liliyana Natsir yang masih hebat di usia 32 tahun. “Dia (Liliyana) itu sangat disiplin. Jaga fisik, pola makan dan lainnya. Ini yang harus ditiru para junior,” ungkapnya.

Sementara di tunggal putri, Susy menilai Indonesia mulai kembali diperhitungkan. Sebelumnya, Tiongkok selalu mendominasi nomor tersebut. Namun, adanya Aurum Oktavia Winata, Gregoria Mariska Tunjung dan Choirunnisa membuat Indonesia patut berbangga.

“Mereka jadi lawan yang ditakuti. Ini pertanda bagus ke depan,” beber peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Terlepas dari hasil, Susy mengaku bahwa saat ini PBSI memang getol memperkuat regenerasi. Sebab, negara lain seperti Denmark, Tiongkok, Jepang dan Thailand juga terus berbenah. Karena itu, PBSI bakal terus mencari bakat muda untuk langsung digenjot di pelatnas Pratama.

“Kami akan lakukan yang terbaik. Sebab, mereka (pemain junior) adalah cerminan kekuatan bulutangkis Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (gus/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Hamilton Bisa Juara Dunia di Meksiko
Hamilton Bisa Juara Dunia di Meksiko

Berita Sejenis

Sudah Tiga, Indonesia Berpeluang Tambah Dua Wakil ke Dubai

Sudah Tiga, Indonesia Berpeluang Tambah Dua Wakil ke Dubai

Indonesia kemungkinan besar sudah menempatkan tiga wakilnya tampil di Super Series Masters Finals.


Ganda Putra Buka Peluang All Indonesian Final

Ganda Putra Buka Peluang All Indonesian Final

Sektor ganda putra kembali memperlihatkan, bahwa mereka masih menjadi tumpuan bagi Indonesia.


Dua Ganda Putra Melesat ke 8 Besar

Dua Ganda Putra Melesat ke 8 Besar

Ganda putra masih menjadi tumpuan bagi bulu tangkis Indonesia.


Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

Dua pembalap Mercedes punya peluang besar memenangi GP Brasil dinihari kemarin.


Trek Basah Adalah PR Besar Yamaha

Trek Basah Adalah PR Besar Yamaha

Duet Valentino Rossi dan Maverick Vinales nyaris mencatat rekor buruk sebagai tandem paling gagal dalam satu dekade terakhir di Movistar Yamaha.


Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal

Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal

Petenis tunggal putra nomor dua dunia Roger Federer menghadapi grup berat di ATP Finals dibandingkan dengan rival terberatnya, Rafael Nadal.


Macau Open Tantangan Besar buat Ihsan

Macau Open Tantangan Besar buat Ihsan

Performa pebulu tangkis Indonesia kembali dipertaruhkan pekan ini.


Awas... Harden Mulai On Fire!

Awas... Harden Mulai On Fire!

Meski musim ini sudah kedatangan pemain dengan nama besar macam Chris Paul, bintang utama Houston Rockets tetaplah satu yakni James Harden.


Ferrari Ancam Mundur dari F1

Ferrari Ancam Mundur dari F1

Rancangan regulasi tentang mesin baru Formula 1 mendapat tentangan dari tiga pabrikan besar.


Renovasi Venue Akuatik, Inasgoc Tunggu OCA-AASF

Renovasi Venue Akuatik, Inasgoc Tunggu OCA-AASF

Venue menjadi masalah krusial buat Indonesia menuju Asian Games (AG) 2018. Hingga kini, sebagian besar cabor dalam tahap renovasi.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!