Sport
Share this on:

Prestasi Dinar Diharapkan Lecut Tunggal Puteri

  • Prestasi Dinar Diharapkan Lecut Tunggal Puteri
  • Prestasi Dinar Diharapkan Lecut Tunggal Puteri

JAKARTA - Torehan manis Dinar Dyah Ayustine di ajang Ciputra Hanoi-Yonez Sunrise Vietnam International Challenge (IC) 2018 menjadi semangat bagi para pemain tunggal putri pelatnas lainnya. Setidaknya jadi pelecut bagi Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan yang turun di Orleans Masters mulai besok (28/3).

Turnamen yang selevel BWF Tour 100 itu juga menjadi pembuktian bagi dua pebulu tangkis yang kini sudah menjejak level senior tersebut. Apalagi keduanya juga merupakan kandidat kuat skuad tim Uber Cup.

Minarti Timur, pelatih tunggal putri Indonesia, menyatakan, minimal salah seorang pemainnya harus tembus final. “Ini penting, karena orientasi kami mereka memperbaiki peringkat BWF dulu,” urainya.

Gregoria merupakan juara dunia junior 2017. Dia saat ini menempati peringkat 49 dunia. Gregoria belum bisa berbuat banyak pada dua turnamen awal 2018 ini. Di Thailand Masters dia harus terhenti pada babak kuarter final pertama. Sedangkan di Indonesia Masters Gregoria setelah melewati babak kualifikasi dia mentok di babak pertama.

Sebagai juara dunia junior, Gregoria dihadapkan pada situasi yang cukup kompleks. Transisi dari level junior ke senior seharusnya lebih mulus. Sebab, dalam tiga tahun terakhir dia juga sudah mengikuti ajang senior.

“Untuk teknik dia yang paling bagus. Tetapi di turnamen ada banyak faktor yang menentukan,” beber Minarti. Dia tidak kapok mengingatkan para pemainnya untuk menjaga konsistensi dan mental bertanding.

Di sisi lain, Ruselli yang dua tahun lebih tua ketimbang Gregoria sebelumnya juga menjadi bagian tim putri Indonesia di pentas Kejuaraan beregu Asia. Ruselli berada di posisi 71 dunia. Hasil Orleans Masters kali ini juga akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih dalam menentukan empat tunggal putri untuk tampil di Uber Cup 2018.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti menjelaskan, prestasi seret tunggal putri sudah didobrak Dinar. “Selanjutnya, saya berharap yang lain juga bisa mengikuti,“ terangnya. Legenda tunggal putri Indonesia itu punya beban psikologis untuk mengawal pebulu tangkis pelatnas bisa kembali mengorbit di 10 besar dunia. (nap/tom/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Ambil Tes Privat Agar Makin Solid
Ambil Tes Privat Agar Makin Solid

Berita Sejenis

Kesempatan Ginting Kalahkan Shi Yuqi

Kesempatan Ginting Kalahkan Shi Yuqi

Anthony Sinisuka Ginting masih menjadi tunggal putra terbaik di pelatnas Indonesia.


Ganda Putra Indonesia Habis

Ganda Putra Indonesia Habis

Berbeda dengan ganda putra utama, prestasi pelapis ganda putra Indonesia belum menjanjikan.


Jorji Baru Bisa Main di Korea Master

Jorji Baru Bisa Main di Korea Master

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus menepi dari ingar-bingar bulu tangkis dunia.


Kalah Lagi, Jojo Selalu Kesulitan Hadapi Pemain India

Kalah Lagi, Jojo Selalu Kesulitan Hadapi Pemain India

Tunggal putra India menjadi pengganjal bagi seorang Jonatan Christie.


Tanpa Ginting, Jojo Harus Buktikan Diri

Tanpa Ginting, Jojo Harus Buktikan Diri

Dari dua tunggal putra pelatnas yang terjun di Denmark Terbuka, tinggal Jonatan Christie yang masih bertahan.


Panjat Tebing Borong Medali di Tiongkok

Panjat Tebing Borong Medali di Tiongkok

Sekali lagi prestasi membanggakan kembali ditelurkan oleh atlet panjat tebing Indonesia.


Tak Terhibur Anugerah Gol Terbaik

Tak Terhibur Anugerah Gol Terbaik

Timnas U-16 memang gagal meraih tiket Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan. Namun, bukan berarti timnas U-16 pulang tanpa prestasi.


Wozniacki ke Babak Ketiga

Wozniacki ke Babak Ketiga

Lengkap sudah line-up petenis yang bakal bertarung di babak ketiga Tiongkok Terbuka di sektor tunggal putri.


Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

Dunia bulutangkis Indonesia terus menggeliat. Ganda putra dan ganda campuran berulangkali meraih gelar juara di berbagai turnamen.


Menanti Pembuktian Jojo

Menanti Pembuktian Jojo

Tahun lalu, dua tunggal putra Indonesia mampu menciptakan All Indonesian Finals di Korea Open. Sejatinya, tahun ini, kesempatan tersebut terbuka lebar.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!