Sport
Share this on:

Rekor Penalti F1 Pecah

  • Rekor Penalti F1 Pecah
  • Rekor Penalti F1 Pecah

NEW YORK - Dalam beberapa tahun terakhir, angka penalti yang menimpa pembalap Formula 1 terus meningkat. Tapi pada 2017 lalu, rekor baru tercipta. Musim lalu menjadi tahun dengan jumlah penalti terbanyak yang menimpa pembalap, yakni 104 kali.

Yang menarik dari data tersebut adalah jumlah penalti karena perilaku pembalap di lintasan justru menurun. Angka reratanya hanya 1,5 per balapan. Bandingkan dengan rekor sebelumnya pada 2014, yakni 3 penalti per balapan. Atau turun sampai 50 persen.

Nah, mayoritas penalti justru disebabkan karena keputusan dari garasi. Dari 104 penalti, hanya 33 di antaranya karena ulah indisipliner pembalap. Misalnya, berkendara melampaui batas maksimal di bawah safety car atau insiden yang melibatkan pembalap lain. Sementara sisanya karena keputusan mekanik seperti penggantian mesin atau gearbox.

Data tersebut berarti bahwa peran pembalap semakin kecil dalam penentuan hasil balapan jika dibandingkan dengan mekanik. Ada pula sinyalir lainnya dimana pengawas balapan atau stewards tidak cukup tegas dalam mengambil keputusan terhadap satu insiden.

Terkait peran mekanik yang lebih besar bisa terlihat dari statistik penalti grid. Yang paling menderita misalnya Stoffel Vandoorne dan Fernando Alonso karena sepanjang musim 2017 dijatuhi penalti grid mundur 400 posisi.

Sanksi tersebut dijatuhkan karena penggantian banyak elemen utama mesin saat McLaren masih bermitra dengan Honda. Penggantian satu elemen utama yang melebihi batas maksimal bisa dijatuhi penalti mundur lima grid. Begitu seterusnya dihitung sesuai akumulasi.

Yang kedua adalah para pembalap bermesin Renault. Jika diakumulasikan dua pembalap mereka dijatuhi 300 penalti grid. Bandingkan dengan dua tim papan atas Ferrari dan Mercedes yang berbagi 20 penalti grid saja.

Musim baru 2018 diprediksi bakal jauh lebih banyak diwarnai penalti. Aturan pembatasan mesin maksimal tiga unit dalam setahun bisa jadi pemicunya. Ditambah lagi jumlah balapan yang lebih banyak, yakni 21 seri.

''Dengan teknologi hybrid ini ada terlalu banyak penalti grid di F1. Kita sudah empat musim dalam era teknologi hybrid dan jumlah penalti malah lebih banyak,'' ucap Managing Director of Motorsports F1 Ross Brawn dikutip Marca.

Karena itu, dalam rancangan regulasi mesin yang bakal berlaku sejak 2021 Brown memimpikan spesifikasi mesin lebih sederhana. ''Kita tidak bisa lagi menerima penalti sebanyak ini,'' tandasnya.

Sayangnya, visi F1 Group yang baru ini banyak ditentang pabrikan. Mereka masih ingin mempertahankan basis mesin hybrid seperti saat ini. (cak/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!