Sport
Share this on:

Ricciardo Ke Renault Musim Depan

  • Ricciardo Ke Renault Musim Depan
  • Ricciardo Ke Renault Musim Depan

MILTON KEYNES - Baru tiga hari lalu Daniel Ricciardo menjanjikan bahwa pengumuman masa depannya di Formula 1 bakal datang dalam waktu dekat. Ternyata, dia tak main-main. Kemarin, tim yang dibelanya saat ini Aston Martin-Red Bull mengumumkan bahwa pembalap Australia tersebut dipastikan hengkang musim depan.

Meski sudah diprediksi sejak lama, keputusan ini tetap saja mengejutkan. Terutama tim yang dipilihnya untuk berlabuh musim depan. Yakni, Renault. Seperti diketahui, Ricciardo sudah berkali-kali menyatakan ingin mendapatkan mobil yang bisa membawanya menjadi juara dunia. Jika melihat situasinya saat ini, Renault justru masih berkutat sebagai tim medioker. Sementara Red Bull adalah tim ketiga terbaik setelah Ferrari dan Mercedes.

Bisa jadi, ini sangat terkait dengan keputusan Red Bull yang memilih Honda sebagai pemasok mesin musim depan. Seperti diketahui, Juni lalu skuat Milton Keynes tersebut memutuskan untuk berpisah dengan Renault. Meski demikian, berbeda dengan proyek McLaren yang gagal, Red Bull tidak berperan sebagai tim konsumer. Tapi sebagai work's team.

Dua simbiosis itu sama sekali berbeda berbeda. Tim konsumer sifatnya hanya menerima apa saja pengembangan mesin yang dilakukan pabrikan pemasok. Sementara dengan status work's team, Red Bull bisa ikut ambil bagian dalam pengembangan mesin. Mereka bisa mengembangkan mesin bersama Honda sesuai dengan kebutuhan balapan.

Kemungkinan besar, mantan pembalap Toro Rosso tersebut tidak yakin dengan performa mesin Honda saat dikawinkan dengan chassis Red Bull musim depan. Trauma proyek McLaren masih terbayang. Di saat yang sama Renault, seperti yang dijanjikan sang bos Cyrill Abiteboul kepada Red Bull sebulan lalu, akan mampu membangun mesin juara dalam waktu dua tahun.

''Kami sangat menghormati keputusan Daniel untuk pergi. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,'' bunyi pernyataan resmi Team Principal Red Bull Christian Horner dalam situs resmi tim. Dia menyebut, tujuh kemenangan dan 29 podium yang diraih bersama Red Bull adalah sebuah prestasi besar.

Horner mengatakan, saat ini, timnya sedang melakukan evaluasi terhadap sejumlah nama pengganti Ricciardo. Salah satu kandidat terkuat yang berpeluang menjadi rekan satu tim Max Verstappen musim depan adalah Carlos Sainz Jr. Pembalap Spanyol tersebut sedang dipinjamkan Red Bull ke Renault. Dia sudah dipastikan tidak memperpanjang kontrak dengan pabrikan Prancis tersebut tahun depan.

Nama Sainz masuk dalam buruan McLaren dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Red Bull akan menjadi pilihan yang jauh lebih baik jika melihat performa McLaren dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, Sainz juga terikat kontrak langsung dengan Red Bull. Jika benar bakal berlabuh di Red Bull musim depan, Sainz akan kembali berpartner dengan Verstappen seperti saat masih membalap untuk Toro Rosso pada 2015- awal 2016. Saat itu keduanya juga sempat terlibat ketegangan internal.

Kandidat lain adalah Pierre Gasly. Pembalap Prancis tersebut tampil impresif sepanjang musim musim ini. Finis terbaiknya adalah posisi empat di Bahrain. Tapi jika menilik senioritas dan pengalaman balap di kelas para raja, Sainz berpeluang lebih besar.

Saat ini, Horner mengatakan, timnya akan tetap fokus melanjutkan upayanya mendekati performa Ferrari dan Mercedes. Tim juga bakal berkomitmen untuk menjemput semua peluang yang ada. Bukan hanya untuk Verstappen, tapi juga Ricciardo. ''Masih ada sembilan balapan tersisa musim ini. Perjalanan masih panjang,'' tandasnya.

Ricciardo sudah bergabung dalam keluarga besar Red Bull sejak 2009. Saat itu dia mengikuti uji coba pembalap muda Red Bull di Jerez 1-3 Desember. Dia kemudian mendapatkan kesempatan tes di Sirkuit Yas Marina 16-17 November 2010. Beberapa hari setelah tes berakhir, pembalap berjuluk Smilling Assassin tersebut resmi ditunjuk sebagai pembalap uji Toro Rosso untuk musim 2011. Di musim yang sama dia terpilih menjadi pengganti Narain Karthikeyan di tengah musim. Sejak saat itu karirnya terus menanjak, mulai dari tim junior Toro Rosso hingga ke Red Bull musim ini. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Bukan Hari Terbaik Minions
Bukan Hari Terbaik Minions

Berita Berikutnya

Greysia/Apriani ke Semifinal
Greysia/Apriani ke Semifinal

Berita Sejenis

United Siap Jual Lukaku

United Siap Jual Lukaku

Manchester United terbuka untuk menjual Romelu Lukaku musim panas ini, jika menemukan klub cocok.


Jalani Jadwal Padat, Persija Hanya Bisa Pasrah

Jalani Jadwal Padat, Persija Hanya Bisa Pasrah

Tim raksasa Indonesia, Persija Jakarta kembali dihadapkan dengan jadwal padat dalam dua pekan ke depan.


Jonathan Christie Semakin Optimis Hadapi Singapore Open

Jonathan Christie Semakin Optimis Hadapi Singapore Open

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku lebih percaya diri untuk bertarung di Singapore Open 2019 minggu depan.


Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Satria Muda Pertamina Jakarta bakal menjalani laga perdana babak final Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 menghadapi Stapac Jakarta, Kamis (21/3


Menunggu Duel Panas SM versus Stapac

Menunggu Duel Panas SM versus Stapac

Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 telah memasuki babak final.


Marquez Cetak Rekor, Rossi Belum Konsisten

Marquez Cetak Rekor, Rossi Belum Konsisten

Rider Repsol Honda Marc Marquez tampil mengesankan di free practice (FP) MotoGP seri pembuka musim ini di Sirkuit Losail Qatar, Sabtu (9/3) dinihari WIB.


Hamilton Tetap Fokus untuk Menangi Balapan Musim ini

Hamilton Tetap Fokus untuk Menangi Balapan Musim ini

Lewis Hamilton merupakan pembalap tersukses di Formula 1, setelah era Michael Schumacher bersama Ferrari pada 2000-2004.


Lawan Schalke 04, Man City Lebih Diunggulkan

Lawan Schalke 04, Man City Lebih Diunggulkan

Ilkay Guendogan kembali ke Jerman. Ya, dari lawatan Manchester City selama Liga Champions musim ini, Guendogan cuma dibawa saat bertandang ke TSG 1899 Hoffenhei


19 Gol dari 18 Laga

19 Gol dari 18 Laga

Kylian Mbappe kembali membuktikan jika bahwa absennya dua tandem lini depan Neymar Jr dan Edinson Cavani tak jadi halangan bagi dirinya untuk mencetak gol.


Ultah ke-40, Rossi Bisa Balapan Sampai 46 Tahun

Ultah ke-40, Rossi Bisa Balapan Sampai 46 Tahun

Hari ini Valentino Rossi genap berusia 40 tahun. Musim ini pembalap Italia tersebut memasuki musim ke-24 nya berkarir di ajang World Championship.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!