Sport
Share this on:

Rusia Tak Boikot Olimpiade

  • Rusia Tak Boikot Olimpiade
  • Rusia Tak Boikot Olimpiade

MOSCOW - Moscow melabeli mereka penghianat. Vitaly Stepanov dan istrinya Yulia Stepanova, terpaksa tinggal di sebuah tempat yang dirahasiakan di Amerika Serikat. Bersama mantan kepala badan anti-doping Rusia Grigory Rodchenkov, kini mereka berada di bawah program perlindungan saksi negeri Paman Sam.

Stepanov, Stepanova, dan Rodchenkov memang terlalu berani. Merekalah peniup peluit alias whistle blower yang membongkar keterlibatan negara dalam menjalankan sistem doping kepada para atlet Rusia secara masif, termasuk ketika berlaga di Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia 2014. Rodchenkov mengakui memberikan zat terlarang kepada para atlet atas perintah negara.

Sejak International Olympic Committee (IOC) mengumumkan bahwa Rusia dilarang ikut berlaga di Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, tahun depan Rodchenkov mengaku khawatir Kremlin bakal membalas dendam kepada keluarganya.

''Dia begitu ketakutan dengan kondisi keluarganya yang terpaksa ditinggal di Rusia. Dia berharap, seluruh dunia bersama-sama mengawasi keluarganya dari kemungkinan upaya balas dendam dari pemerintah Rusia,'' ungkap pengacaranya Jim Walden kepada New York Times.

Selain melarang Rusia berlaga di Olimpiade, IOC juga melarang pejabat negeri beruang merah itu hadir pada agenda internasional empat tahunan tersebut. ika pada Olimpiade Rio 2016 IOC masih setengah-setengah menjatuhkan sanksi, organisasi pimpinan Thomas Bach itu kali ini benar-benar tegas terhadap Rusia.

Mantan menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko yang kini menjabat sebagai wakil perdana menteri juga mendapat hukuman larangan terlibat di seluruh ajang Olimpiade Musim Dingin di masa mendatang.

Padahal, pekan lalu, Mutko mewakili pemerintah Rusia untuk hadir dalam undian Piala Dunia yang bakal digelar di Rusia tahun depan. Selain Mutko, mantan wakil menteri olahraga Yury Nagornykh juga dilarang terlibat.

Bukan hanya itu, Rusia juga diwajibkan membayar denda senilai USD 15 juta (Rp203 Miliar). Dalam rilis IOC, dana tersebut untuk menutup biaya penyelidikan sekaligus membangun sistem anti doping global yang lebih kuat di masa mendatang.

Hukuman tersebut masih terkait dengan kasus doping raksasa yang diungkap Badan Anti Doping Dunia (WADA) November 2015. Dalam temuan itu, Rusia terbukti memalsukan sampel doping para atlet. Yang makin bikin heboh, aksi kotor itu disinyalir mendapat dukungan dari pemerintah Rusia.

IOC tetap memberikan dispensasi kepada atlet yang terbukti bersih dari doping. Namun mereka bakal tampil dengan bendera netral Olimpiade. Pada seremoni pembukaan, mereka akan berbaris di belakang bendera Olimpiade.

Jika di antara mereka meraih medali, tidak akan ada lagu kebangsaan Rusia yang berkumandang. Lagu kebangsaan Rusia bakal digantikan dengan Olympic Anthem.

Keputusan IOC tersebut sekaligus membuktikan bahwa negara Rusia berada di belakang program doping yang sistematis tersebut. Sebuah skema yang bisa jadi hanya bisa ditandingi oleh Jerman Timur pada dekade 1960 an, 70 an, dan 80 an.

Putin menegaskan Rusia tidak akan memboikot Olipiade yang bakal berlangsung 9-25 Februari tersebut. Dalam sebuah acara kampanye dimana Putin berambisi maju kembali sebagai calon presiden, dia menyatakan tidak akan melarang atletnya yang ingin tampil berlaga di Olimpiade.

''Mereka (atlet) sudah mempersiapkan diri sepanjang karirnya untuk berkompetisi di Olimpiade, dan bagi mereka (Olimpiade) ini sangat penting,'' ujarya. Komentar itu sekaligus meredakan suasana di mana sebelumnya, sejumlah pejabat Rusia mengancam bakal memboikot ajang empat tahunan tersebut.

Sehari sebelum pernyataan Putin tersebut, atau hanya berselang beberapa setelah IOC mengumumkan pelarangan keikutsertaan Rusia di Olimpiade, Stepanov sudah mengungkapkan analisanya lebih dulu. ''Jika Presiden Rusia setuju dengan IOC dan mereka tidak memboikot Olimpiade, itu berarti mereka mengakui kesalahan mereka telah terlibat dalam skandal doping tersebut,'' ujarnya.

Stepanov juga meyakini bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk dunia olahraga Rusia dari doping yang sudah tersistem. ''Anda harus mengakui kesalahan itu sebelum memulai perubahan,'' aku mantan pekerja di badan anti doping Rusia (RUSADA) tersebut.

Meski tak memboikot Olimpiade, Rusia ngotot membantah jika pemerintah terlibat dalam skandal doping tersebut. Kremlin menyatakan keputusan IOC tersebut semakin kentara sebagai upaya untuk mengisolasi Rusia setelah melalui jalan ekonomi maupun politik gagal.

Dalam sebuah jumpa pers yang sengaja dilakukan untuk merespon keputusan ICO tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan, pemerintah akan secara hati-hati menganalisa pelarangan tampil tersebut sebelum mengambil langkah strategis untuk bereaksi.

''Tidak tepat jika kami meresponnya dengan emosional,'' tandasnya.

Dari Swiss, Presiden Komite Olimpiade Rusia Alexander Zhukov bersikap lebih lunak. Dia menyatakan permintaan maaf atas pelanggaran aturan anti doping yang terjadi di negaranya. Meski begitu dia memastikan bahwa kasus tersebut tidaklah sistematis.

''Bahkan pemerintah sudah menjatuhkan sangsi kepada mereka yang terbukti bersalah,'' ucap Zhukov. Komentar ini memang terkesan bertolak belakang dari Kremlin. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Mayweather Mengaku Sengaja “Mengalah”
Mayweather Mengaku Sengaja “Mengalah”

Berita Sejenis

Ramos Nggak Kapok

Ramos Nggak Kapok

Carlos Ramos tak kehilangan ketegasannya gara-gara masalah yang dia hadapi dengan Serena Williams di final grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka pekan lalu (9


The Minions Tak Terbendung

The Minions Tak Terbendung

Ambisi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih juara back-to-back Jepang Terbuka terwujud.


Wasit Ancam Boikot Serena

Wasit Ancam Boikot Serena

Setelah tiga hari terakhir diam, beberapa pihak akhirnya buka suara mendukung wasit Carlos Ramos.


Siapkan Kerangka Utama Olimpiade

Siapkan Kerangka Utama Olimpiade

Tugas besar sudah siap kembali dijalankan pemain ganda campuran Indonesia.


Indonesia Butuh Tambahan Pembalap Track

Indonesia Butuh Tambahan Pembalap Track

Hingga hari terakhir balap sepeda disiplin track, skuad Indonesia tak berhasil meraih satu pun medali. Kemarin, ada empat nomor pemungkas yang dilombakan.


Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

Ducati dengan susah payah mempertahankan statusnya sebagai Raja Red Bull Ring tadi malam.


Tak Terdeteksi Tapi Efektif

Tak Terdeteksi Tapi Efektif

Meski belum tutup, klimaks bursa transfer NBA di offseason 2018 bisa dibilang telah lewat.


Yamaha Berharap, Dovi Tak Pikirikan Juara

Yamaha Berharap, Dovi Tak Pikirikan Juara

Sebelum memasuki jedah musim panas MotoGP 2018, juara bertahan Marc Marquez sudah unggul 46 poin sebagai pemuncak klasemen pembalap.


Jepang Luncurkan Maskot Resmi Olimpiade 2020

Jepang Luncurkan Maskot Resmi Olimpiade 2020

Olimpiade Tokyo 2020 masih dua tahun lagi. Namun, denyut acara olahraga multievent terakbar sejagat tersebut sudah mulai terasa.


Ducati-Yamaha Tak Gentar di Sachsenring

Ducati-Yamaha Tak Gentar di Sachsenring

Balapan GP Jerman di sirkuit Sachsenring akhir pekan ini (15/7) bakal menjadi pembuktian sebenarnya untuk Ducati dan pembalap mereka Jorge Lorenzo.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!