Sport
Share this on:

Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

  • Satu Kata, Jendi Luar Biasa!
  • Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

Jendi. (dok.jawapos.com)

JAKARTA - Perenang difabel Indonesi Jendi Pangabean akhirnya pecar telor. Perenang 27 tahun tersebut sukses meraih emas perdananya di Asian Para Games 2018 kemarin. Sekaligus menyumbangkan emas kedua untuk Indonesia dari cabor para swimming. Dia menjadi yang tercepat di nomor 100 meter gaya punggung kategori S9 (tuna daksa, Red).

Jendi melesat dengan catatan waktu 1 menit 7,45 detik. Start dia mulus. Langsung memimpin di depan perenang Tiongkok Luo Qingquan dan Korea Selatan Kwon Yonghwa. Seketika, sorak-sorai ribuan penonton yang memadati Stadion Akuatik Gelora Bung Karno bergemuruh hingga laga usai. Orang-orang larut dalam euforia kemenangan.

”Bersyukur luar biasa. Saya hanya berusaha yang terbaik malam ini untuk Indonesia,” ucapnya gembira. Jendi menyatakan, sambutan suporter yang meriah turut memompa semangat sebelum bertanding.

Bagi Jendi, 15 meter terakhir merupakan momen krusial. Dirinya bersaing ketat dengan Luo. Tanpa banyak berpikir, dia terus memacu kecepatannya. ”Itu bagian dari taktik. Harus 100 persen sprint di 15 meter terakhir,” ucap Pelatih Kepala para swimming Dimin.

Hasilnya, Jendi finis 1,14 detik lebih cepat dari Luo yang menorehkan waktu 1 menit 8,59 detik. Sementara, posisi ketiga ditempati Kwon dengan 1 menit 11,12 detik sekaligus meraih perunggu.

Meski begitu, catatan waktu perenang asal Desa Sugihwaras, Sumsel itu belum mampu memecahkan rekornya saat ASEAN Para Games 2017. Yakni, 1 menit 6,42 detik sekaligus menyabet emas pesta olahraga penyandang disabilitas Asia Tenggara itu.

Dimin menuturkan, 100 meter gaya punggung memang menjadi nomor emas bagi anak didiknya itu. Selama 10 bulan latihan, Jendi 80 persen porsi fokus latihan gaya punggung dari dua nomor lain yang diikuti. 50 dan 100 meter gaya bebas.

Selama itu pula, lanjut Dimin, Jendi latihan renang menempuh jarak minimal 10 kilometer per hari. Dengan lama waktu latihan 2 hingga 3 jam. Pelatih 75 tahun tersebut menilai, Jendi memiliki mental juara. Tahan banting. ”Ya meski kadang gampang emosi. Tapi itu tidak masalah selagi hasilnya positif,” ungkap Dimin.

Gagal meraih medali pada Asian Para Games 2014 Incheon membuat Jendi bangkit. Terbukti, Dia selalu meraih emas sekaligus menahbiskan diri sebagai raja 100 meter gaya punggung S9 Asia Tenggara. Tidak sampai di situ, Jendi sukses meraih gelar di nomor 100 meter gaya punggung IDM Berlin World Para Swimming Championships pada 7-10 Juni lalu.

Sebagai seorang atlet, Jendi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Pria yang berulang tahun pada 10 Juni tersebut mempersembahkan medali emasnya itu untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggal, Sulawesi Tengah. Dia berharap, kemenangannya itu menjadi suntikan semangat bagi para korban.

”Karena kami di sini tidak pernah berhenti mendoakan mereka,” ucapnya. (han/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

MotoGP 2021 Sudah MoU, Tunggu Progres Pembangunan

MotoGP 2021 Sudah MoU, Tunggu Progres Pembangunan

Sejak 2016, geliat Indonesia menjadi tuan rumah satu seri di ajang MotoGP beredar kencang.


Kuota Semifinal Hampir Penuh

Kuota Semifinal Hampir Penuh

Satu per satu tim peserta Djarum Superliga Badminton 2019 mulai memastikan tiket ke semifinal.


Osaka Akhiri Kerjasama dengan Bajin

Osaka Akhiri Kerjasama dengan Bajin

Petenis ranking satu dunia tunggal putri Naomi Osaka mengirim kabar mengejutkan kemarin.


Mantul, Vinales Mulai Cepat

Mantul, Vinales Mulai Cepat

Musim 2018 menjadi salah satu musim terburuk bagi Monster Energy Yamaha MotoGP. Mereka hanya mencatat sekali kemenangan dari 10 kali kesempatan naik podium.


Duet Marquez-Lorenzo Bikin Repsol Honda Makin Kuat

Duet Marquez-Lorenzo Bikin Repsol Honda Makin Kuat

Tangan dingin Alberto Puiq mempertemukan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di dalam satu tim.


Rekrut Johan Zarco, KTM Berpotensi Naik Kasta

Rekrut Johan Zarco, KTM Berpotensi Naik Kasta

Misi besar diusung salah satu tim pabrikan, Red Bull KTM Factory Racing di musim MotoGP 2019.


Adaptasi Singkat ala Owi/Debby

Adaptasi Singkat ala Owi/Debby

Empat pasangan ganda campuran sudah melakoni babak pertama kemarin. Sayang, yang lolos hanya satu. Yakni pasangan senior Tontowi Ahmad/Debby Susanto.


Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Entah treatment apa yang harus diberikan buat Ihsan Maulana Mustofa. Selamat dari degradasi pelatnas bukan membuat dia makin semangat berprestasi.


Welcome Back, Murray!

Welcome Back, Murray!

Selamat datang kembali Andy Murray. Mantan ranking satu dunia itu kemarin menjalani pertandingan pertamanya di 2019.


Kemenpora Bantah Ada Pelatih Fiktif

Kemenpora Bantah Ada Pelatih Fiktif

Puspita Mustika Adya, salah satu pelatih para-cycling Indonesia di Asian Para Games (APG) 2018 masih menanti keadilan.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!