Sport
Share this on:

Soal Audisi Djarum, Hari Ini Menpora Beri Keputusan

  • Soal Audisi Djarum, Hari Ini Menpora Beri Keputusan
  • Soal Audisi Djarum, Hari Ini Menpora Beri Keputusan

JAKARTA - Lambat. Kesan itu yang begitu kentara dalam mencermati kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam mengambil keputusan terkait pamitnya PB Djarum maupun agenda-agenda pencarian bakat bulutangkis yang disponsori perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu.

Dan lagi-lagi publik harus menunggu keputusan setelah rapat bersama antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Melihat kondisi ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise angkat bicara. Ia meminta semua pihak tidak saling menuding atau menyalahkan terkait polemik audisi bulu tangkis Djarum.

"Sebaiknya dilakukan kajian mendalam baik dari sisi pembinaan olahraga, pelindungan anak, dan aturan hukum yang berlaku," kata Yohana, kemarin (10/9).

Ia menilai kajian tersebut penting agar pihak-pihak yang terkait tidak saling menyalahkan, kemudian malah menjadikan anak sebagai korban. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mencoba menjembatani dan berharap ditemukan jalan keluar untuk saling memahami dan mendapatkan solusi terbaik.

"Kami berharap ada pertemuan bersama oleh PBSI bisa mencari solusi terbaik," tuturnya.

Yohana juga berharap polemik yang terjadi akan mendorong badan usaha milik negara atau perusahaan swasta lainnya untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Indonesia "Sebaiknya audisi pembinaan bibit muda di bidang bulu tangkis terus berjalan tetapi sesuai dengan upaya pelindungan anak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Menurut Yohana, pembinaan olahraga seharusnya tidak hanya berfokus pada olahraganya, tetapi juga ikut menjaga anak-anak dari bahaya rokok. Dan ia menilai KPAI yang mempermasalahkan audisi beasiswa bulu tangkis Djarum bertugas melakukan pengawasan agar dampak buruk rokok terhadap anak-anak bisa dicegah.

"Anak-anak harus dijaga agar tidak dijadikan objek iklan, promosi, dan sponsor produk rokok dan zat adiktif berupa produk tembakau," tuturnya.

Dasar hukum KPAI adalah Pasal 35 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang menyatakan pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Kemudian Pasal 37 Peraturan yang sama menyebutkan sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama, merek dagang, dan logo produk tembakau termasuk citra mereka produk tembakau. "Anak sebaiknya tidak dijadikan objek iklan, promosi, dan sponsor produk rokok baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.

Pelibatan anak-anak pada kegiatan yang disponsori perusahaan rokok adalah pelanggaran terhadap Pasal 47 Ayat (1) Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Terpisah, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengaku belum mengetahui apa pun yang akan dilakukan Kemenpora. "Infonya besok (hari ini, red) bertemu dulu dengan Menpora. Di situ nanti ada PBSI, KONI, dan KPAI. Ya kita lihat nanti keputusannya apa," terang Yoppy.

Saat ditanya apabila Menpora memberikan lampu hijau terkait audisi umum, Yoppy menjawab dengan tegas. "Kalau Menpora sudah bilang lanjutkan, ya audisi umum tahun depan diadakan. Kemarin saya respon berhenti karena KPAI bilang zero tolerance terus," ungkapnya.

Nantinya, Yoppy bakal membawa beberapa barang bukti. Itu meliputi surat hasil rakor, surat yang menyatakan bahwa KPAI mengatakan tidak menghentikan audisi umum, dan surat status hukum PB Djarum. Di forum rapat itu pula, Yoppy berencana menyampaikan PB Djarum bukanlah produk tembakau melainkan perkumpulan bulu tangkis.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto berharap ada solusi terbaik. "Jelas ya, prinsipnya ada solusi terbaik. Jalan terbaik, terang Susanto. Namun, saat ditanya perihal logo Djarum, lagi-lagi Susanto menjawab tegas. Ya tidak diperkenankan. Jelas dalam PP Nomor 109 tahun 2012 tidak dibenarkan. Ini regulasi, bunyinya jelas," tandasnya. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum
Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

Berita Berikutnya

Bukan CR7 tapi CR700
Bukan CR7 tapi CR700

Berita Sejenis

Timnas U16 vs Kepulauan Mariana, Tetap Fokus Garuda Muda

Timnas U16 vs Kepulauan Mariana, Tetap Fokus Garuda Muda

Timnas U16 bakal menjalani laga kedua babak Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 Grup G menghadapi Kepulauan Mariana Utara, Rabu (18/9) malam ini.


Audisi PB Djarum Berubah Nama

Audisi PB Djarum Berubah Nama

PB Djarum akhirnya merubahanama audisi yang semula Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis.


Tegur KPAI Lewat Video Medsos

Tegur KPAI Lewat Video Medsos

Kekecewaan terhadap putusan KPAI yang meminta audisi Djarum Foundation dihentikan tidak hanya dirasakan oleh pencinta badminton.


Digempur Netizen, KPAI Jangan Mencla-mencle

Digempur Netizen, KPAI Jangan Mencla-mencle

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tegas dalam memberikan rekomendasi terkait audisi bulutangkis djar


Bukan CR7 tapi CR700

Bukan CR7 tapi CR700

Nama Cristiano Ronaldo makin membumbung tinggi. Ini terlihat dari sejumlah headline halaman muka media-media ternama di Eropa.


Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

Penghentian pencarian bakat atlet bulu tangkis oleh Djarum Foundation pada 2020 disesalkan Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati.


Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Djarum Foundation memutuskan menghentikan program pembinaan atlet bulutangkis usia muda.


Ahsan/Hendra Belum Kepikiran Gantung Raket

Ahsan/Hendra Belum Kepikiran Gantung Raket

Usia Mohamad Ahsan dan Hendra setiawan memang tidak muda lagi, untuk ukuran persaingan elit bulutangkis dunia saat ini.


KO Poirier, Khabib Hanya Butuh Tiga Ronde

KO Poirier, Khabib Hanya Butuh Tiga Ronde

Lampu latar yang begitu semarak, ditambah dukungan penonton, membuat Khabib Nurmagomedov tampil percaya diri di The Arena, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dini hari,


Audisi Djarum Dihentikan, Pembinaan Bulutangkis Pemula Terancam Mandek

Audisi Djarum Dihentikan, Pembinaan Bulutangkis Pemula Terancam Mandek

Program Olahraga Djarum Foundation dengan terpaksa mengehentikan audisi beasiswa bulu tangkis pada 2020.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!