Sport
Share this on:

Soal Pengembangan, Yamaha Terpecah

  • Soal Pengembangan, Yamaha Terpecah
  • Soal Pengembangan, Yamaha Terpecah

LOSAIL - Tim Movistar Yamaha kini punya pekerjaan ekstra untuk meladeni dua pembalapnya. Tak seperti biasanya, masing-masing garasi kini “terpecah” dalam pengembangan motor. Ini terjadi setelah Maverick Vinales dan Valentino Rossi berbeda pendapat mengenai performa Yamaha YZR-M1 2018.

Manajer Tim Movistar Yamaha Massimo Meregalli mengatakan, dua sesi uji coba pra musim di Malaysia dan Thailand semakin mempertegas perbedaan pendapat antara Vinales dan Rossi. Vinales mengeluhkan chassis baru yang tidak pas dengan gaya balapnya.

''Maverick tidak bisa berbelok seperti yang dia inginkan,'' ungkap Meregalli dilansir GP One. Karena itu, dia ingin kembali ke chassis 2017, yang dipakainya memenangi tiga balapan pembuka secara beruntun.

Di garasi sebelah, Rossi justru merasa puas dengan performa chassis baru. Chassis yang dikembangkan dari motor 2016. Meski begitu, pembalap 39 tahun tersebut meminta Yamaha menemukan solusi pada sistem elektronik. Satu hal yang keduanya sepakat adalah performa mesin baru. Mereka senang dengan top speed dan power-nya.

Meregalli menjelaskan, di Buriram sejumlah masalah yang tidak diprediksi sebelumnya tiba-tiba muncul. Padahal, lanjutnya, jika melihat lay out Buriram, awalnya, Yamaha menduga trek tersebut akan cocok dengan YZR-M1. Masalah ban yang gampang habis muncul lagi di hari ketiga tes Buriram.

Apa akar masalahnya? Menurut Meregalli ada tiga. Yakni ban, permukaan aspal, dan pilihan ban. Yamaha menyebut motor baru tersebut tidak memungkinkan pembalap memiliki banyak opi dalam memilih ban. Jika terlalu keras motor tidak bisa cepat. Tapi kalau terlalu lunak, ban akan mudah habis.

Namun ada yang ganjil dengan Yamaha sekarang. Pembalap tim satelit Yamaha Johann Zarco nyaris tidak mengeluh dengan motor barunya. Padahal motor itu adalah tinggalan Vinales dan Rossi tahun lalu. Menurut Meregalli, M1 tunggangan Zarco dengan motor tim pabrikan memiliki kesamaan sampai 90 persen.

Tapi kenapa Zarco bisa sangat cepat? ''Saya harap bisa menjawab pertanyaan itu setelah tes Qatar,'' ucapnya lantas tertawa. Karena motor Zarco pula. Rossi mendesak Yamaha untuk mengembangkan motor 2016, bahkan sejak GP Argentina tahun lalu. Hasilnya adalah motor Yamaha tahun ini.

Di tengah banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Meregalli tetap menyimpan kepercayaan diri. Dia terkenang tiga tahun lalu ketika tes pra musim di Qatar berakhir, banyak kalangan mengatakan M1 tidak tertolong lagi. Dibutuhkan perombakan besar-besaran untuk memperbaikinya. ''Namun nyatanya kami keluar sebagai juara waktu itu,'' tukasnya.

Uji coba terakhir MotoGP akan dimulai hari ini (1-3 Maret) di Losail, Qatar. Itu menjadi kesempatan terakhir bagi Yamaha untuk mendapatkan data sebanyak-sebanyaknya dan mengatasi masalah di sisa waktu yang ada, sebelum balapan pertama berlangsung pada 18 Maret.

''Bisa jadi (waktu yang tersisa) tidak cukup, atau sebaliknya lebih dari cukup. Saya tahu para mekanik di Jepang sangat tangguh dan kami percaya kepada mereka,'' yakinnya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Kesempatan Terakhir Jajal Velodrome
Kesempatan Terakhir Jajal Velodrome

Berita Berikutnya

Dua Tim F1 Tolak Pergantian Tes
Dua Tim F1 Tolak Pergantian Tes

Berita Sejenis

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Insiden antara Valentino Rossi (Yamaha) dan Marc Marquez (Honda) di GP Argentina (8/4) menjadi berkah bagi Andrea Dovizioso.


Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki masih kesulitan mengembalikan performa terbaiknya setelah ditinggal Maverick Vinales ke Yamaha akhir 2016 lalu.


Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Perseteruan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Repsol Honda Marc Marquez membuat CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta merasa harus turun gunung.


Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Sudah lama padam, api pertikaian antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali dipantik. Kali ini, Marquez yang menyulutnya.


Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

MotoGP 2018 baru memasuki seri kedua. Tapi pilot Movistar Yamaha Maverick Vinales tak mampu lagi menahan frustasi.


Soal Aturan Servis, Marcus/Kevin Aman

Soal Aturan Servis, Marcus/Kevin Aman

Servis baru pasangan ganda putra nasional Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, disebut aman oleh sang pelatih, Herry Iman Pierngadi.


Jangan Berharap Banyak, Yamaha!

Jangan Berharap Banyak, Yamaha!

Sembilan hari tes pra musim MotoGP sudah dilalui, namun Yamaha tak kunjung puas dengan hasilnya.


VR46 MotoGP Tunggu Rossi Pensiun

VR46 MotoGP Tunggu Rossi Pensiun

Pecah kongsinya Tech 3 dengan Yamaha musim depan, ditengarai lantaran pabrikan berlogo garpu tala itu bakal memasok mesin kepada tim VR46 milik Valentino Rossi.


Pisah Setelah 18 Tahun

Pisah Setelah 18 Tahun

Setelah 18 tahun bersama, Tech3 tak akan lagi menjadi tim satelit Yamaha mulai musim 2019.


Honda, Yamaha, dan Ducati Tambah Cepat

Honda, Yamaha, dan Ducati Tambah Cepat

Hari kedua uji coba pra musim MotoGP 2018 di Sepang, Malaysia kemarin mulai menampakkan potensi masing-masing tim pabrikan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!