Sport
Share this on:

Tanpa Ginting, Jojo Harus Buktikan Diri

  • Tanpa Ginting, Jojo Harus Buktikan Diri
  • Tanpa Ginting, Jojo Harus Buktikan Diri

ODENSE - Dari dua tunggal putra pelatnas yang terjun di Denmark Terbuka, tinggal Jonatan Christie yang masih bertahan. Dalam laga babak pertama di Odense Sports Park, Odense, Selasa malam lalu, pemain 20 tahun itu menang atas pemain Hongkong Wong Wing Ki Vincent 17-21, 21-18, 21-13. Sedangkan Anthony Sinisuka Ginting sudah rontok di tangan Kento Momota dini hari kemarin.

Bertarung sendirian, ini jadi kesempatan Jojo?anggilan Jonatan?ntuk membuktikan diri. Dia harus bisa bersaing hingga akhir. Asal bermain konsisten, tidak ada yang tidak mungkin.

''Dengan kondisi persaingan dunia sekarang, semua bisa terjadi. Sebab semuanya serba tidak bisa ketebak,'' ulas Hendry Saputra, pelatih tunggal putra pelatnas.

Perjuangan Jojo kembali dimulai hari ini. Dia bakal melawan pemain India Sameer Verna. Keduanya sudah cukup lama tidak bersua.

Terakhir adalah di Vietnam Terbuka 2015. Saat itu Jojo kalah 21-16, 19-21, 20-22. Tetapi, kondisi saat ini sudah jauh berbeda. Jojo sudah naik level. Merebut emas Asian Games, serta menembus semifinal Korea Terbuka September lalu.

Kabidbinpres PP PBSI, Susy Susanti melihat ada kesempatan bagi Jojo untuk setidaknya menembus semifinal. Senada dengan Hendry, menurut dia di turnamen berlevel tinggi seperti saat ini, peringkat dan rekor head to head bisa menipu. Siapa yang paling siap dan konsisten lah yang menang. ''Yang terpenting, bagaimana dia menghadapi kondisi di lapangan,'' kata Susy.

Jika menang atas Sameer, Jojo akan berjumpa dengan pemenang antara Lin Dan dan Kidambi Srikanth di perempat final. Lin, meski berstatus mantan juara dunia, performanya semakin tidak stabil. Sejak Mei, dia tak pernah melaju hingga semifinal BWF Tour.

Dia kalah oleh pemain-pemain yang lebih muda seperti Shi Yuqi, Chou Tien Chen, bahkan Kenta Nishimoto dan Ginting. Bahkan dalam Indonesia Masters Januari lalu, pemilik dua emas Olimpiade itu menyerah kepada Ihsan Maulana Mustofa!

Daripada Lin, Jojo harus lebih mewaspadai Srikanth. Pemain 25 tahun itu menempati peringkat 6 dunia. Dia juga konsisten menembus perempat final Jepang Terbuka dan Tiongkok Terbuka September lalu. Di Korea Terbuka, dia absen. Sementara Jojo masih naik turun.

Di sisi lain, kekalahan Ginting di babak pertama tidak disesali oleh Hendry. Melawan Momota yang menduduki peringkat 2 dunia, memang tidak mudah.

Ginting memberikan perlawanan sengit. Dia kalah rubber game 18-21, 23-21, 15-21. Pertandingan kedua pebulu tangkis calon penguasa tunggal putra dunia itu berlangsung selama 77 menit.

Meski begitu, Ginting sendiri mengaku kecewa. Sebab, bulan lalu dia mengalahkan Momota di final Tiongkok Terbuka. ''Permainan Momota agak sedikit berbeda dari pertemuan sebelumnya. Variasi pukulannya lebih banyak,'' ungkap dia seperti dikutip situs resmi PP PBSI.

''Lob dan chop-nya membuat tenaga saya terkuras,'' imbuh dia. Ginting juga mengaku permainan net andalannya kurang maksimal. Banyak mati sendiri.

Saat ini, Ginting sudah mengalihkan fokus untuk menghadapi Prancis Terbuka pekan depan (23-28/10). Untungnya, drawing Ginting lebih baik di turnamen itu. Pada babak pertama, dia hanya perlu menghadapi pemain Thailand Kantapong Wangcharoen.

''Sejauh ini naik turunnya Ginting masih bisa ditoleransi. Saat ini gagal, harusnya turnamen berikutnya lebih bagus,'' harap Hendry. (nap/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Jalan Terjal Menanti Jorji
Jalan Terjal Menanti Jorji

Berita Berikutnya

Pebulutangkis Pelapis Masih Menjanjikan
Pebulutangkis Pelapis Masih Menjanjikan

Berita Sejenis

Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Satria Muda Pertamina Jakarta bakal menjalani laga perdana babak final Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 menghadapi Stapac Jakarta, Kamis (21/3


Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Usai menjadi juara All England 2019, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus sudah fokus ke turnamen berikutnya.


Mesin Williams Akhirnya Menderu

Mesin Williams Akhirnya Menderu

Dua hari tes pramusim Fomula 1 harus dilewati begitu saja oleh tim Williams.


Ginting Kandas, Harapan Ada di Pundak Jojo

Ginting Kandas, Harapan Ada di Pundak Jojo

''Semifinal pertama di 2019! Saya excited sekali!'' Begitu Jonatan Christie berseru sehabis menjalani laga perempat final Indonesia Masters 2019 kemarin.


Jojo Dintantang Kidambi, Ginting Lawan Momota

Jojo Dintantang Kidambi, Ginting Lawan Momota

Jonatan Christie sukses memicu jeritan histeris penonton di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (24/1).


Mulai Berat, Tapi Harus Bisa!

Mulai Berat, Tapi Harus Bisa!

Nasib baik berpihak pada Jonatan Christie. Dia menang tanpa perlu banyak berkeringat.


Kento Momota Tersingkir, Ginting Lebih Waspada

Kento Momota Tersingkir, Ginting Lebih Waspada

Laga berat akan dihadapi Anthony Sinisuka Ginting. Hari ini dia akan menghadapi Chen Long dalam perempat final Malaysia Masters 2019.


Jumpa Intanon, Jorji Harus Tampil Menekan

Jumpa Intanon, Jorji Harus Tampil Menekan

Bertahun-tahun menjadi sektor terlemah dan paling diremehkan, tunggal putri Indonesia menggebrak pada awal tahun ini.


Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Entah treatment apa yang harus diberikan buat Ihsan Maulana Mustofa. Selamat dari degradasi pelatnas bukan membuat dia makin semangat berprestasi.


Besok, Kepastian Minions Tampil di Malaysia Masters

Besok, Kepastian Minions Tampil di Malaysia Masters

Publik badminton lovers yang sudah kangen berat menonton Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo beraksi kembali, harus bersabar lebih lama.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!