Sport
Share this on:

Tanpa Pemain Tunggal di Perempat Final

  • Tanpa Pemain Tunggal di Perempat Final
  • Tanpa Pemain Tunggal di Perempat Final

WUHAN - Indonesia gagal mengirimkan wakil di nomor tunggal putra maupun putri ke babak perempat final turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2019. Hasil itu setelah empat wakil Merah Putih di sektor tunggal putra dan putri tersingkir di babak kedua turnamen perorangan se-Asia tersebut

Keempatnya adalah dua pemain tunggal putra dan dua tunggal putri. Dari sektor ganda putra, Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito. Sedangkan, di nomor tunggal putri yakni, Choirunnisa dan Gregoria Mariska Tunjung. Tommy Sugiarto menjadi wakil tunggal putra yang lebih dulu gagal mendapatkan tiket babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2019 usai disingkirkan oleh wakil China, Lu Guangzu.

Pada pertarungan yang berlangsung di Wuhan Sports Center, Wuhan, China, Kamis (25/4) kemarin, anak kandung dari pemain bulu tangkis Indonesia era 80'an, Icuk Sugiarto itu kalah dari wakil tuan rumah dalam dua set langsung dengan skor 18-21 dan 19-21.

Ini merupakan kekalahan ketiga Tommy atas Lu di tahun 2019 ini. Sebelumnya, atlet kelahiran Jakarta, 31 Mei 1988 itu sudah dua kali dikalahkan oleh Lu di ajang Singapore Open 2019 dan Malaysia Open 2019.

Tommy mengatakan, kekalahan dalam pertandingan yang berlangsung sengit selama 43 menit itu lantaran sang lawan lebih siap disaat poin-poin kritis. Menurutnya, segi permainan mereka nyaris sama. Oleh sebab itu selanjutnya ia akan mempelajari strategi untuk bisa mengalahkan Lu.

"Lawan lebih siap, waktu poin-poin kritis, saya tidak bisa menyelesaikan game. Kalau dari segi permainan, semua hampir sama. Cuma di finishing saja, harus cari strategi untuk dapat poin di saat-saat akhir," ungkap Tommy seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PBSI, Kamis (25/4) kemarin.

Tommy sendiri mengaku tetap ingin berjumpa dengan Lu yang kini menempati posisi peringkat 19 dunia tersebut. Menurutnya, setiap pemain tak boleh merasa 'kapok' saat menghadapi lawannya yang sudah berkali-kali mengalahkannya.

"Pasti ingin menang kalau ketemu lagi, kalah-menang itu biasa. Mau rekor pertemuannya berapa kosong pun semua pemain pernah mengalami, tapi masa kayak gitu menyerah? Kami kan tiap minggu tanding, tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara, Sheshar yang juga harus angkat koper di babak kedua usai dikalahkan Nguyen Tien Minh. Meski menelan kekalahan, namun Shesar yang kini berada di peringkat 51 dunia mampu memberikan perlawanan yang berarti terhadap wakil Vietnam tersebut.

Ya, dalam laga yang berlangsung selama 59 menit itu, Shesar sempat memaksa Nguyen bermain ruberr game sebelum akhirnya kalah dengan skor 21-15, 13-21 dan 21-13. Hasil ini sekaligus menambah rekor kekalahan Shesar atas Nguyen.

Dari empat kali pertemuannya sejak tahun 2011, Shesar baru sekali merasakan kemenangan atas Nguyen di ajang Vietnam Open 2018. Kala itu Shesar menang dengan skor 17-21, 21-10 dan 21-16. Selain itu, kekalahan yang diterima Shesar ini memang diluar perkiraan.

Pasalnya, pada babak pertama sebelum berjuma Nguyen, Shesar memberikan kejutan dengan menyingkirkan unggulan kelima asal India, Kidambi Srikanth. Dalam waktu 44 menit, Shesar mengalahkan Kidambi dua set langsung dengan skor 21-16 dan 22-20.

Pada sektor tunggal putri, Choirunnisa yang lebih dulu tersingkir di babak kedua tersebut. Choirunnisa yang tembus ke babak utama melewati babak kualfikasi itu dikalahkan unggulan keempat asal India, Pusarla V. Sindhu.

Choirunnisa gagal mendapatkan tiket babak perempat final usai kalah dua set langsung dengan skor 21-15 dn 21-19 atas Pusarla yang kini menempati peringkat 6 dunia itu. Selain Choirunnisa, Gregoria juga gagal melaju ke babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2019. Kepastian itu usai Gregoria disingkirkan oleh unggulan pertama asal China, Chen Yufei.

Dalam pertandingan sengit yang berlangsung selama 53 menit itu, Gregoria kalah dari peringkat tiga dunia itu lewat rubber game dengan skor 15-21, 21-14 dan 21-15. "Saya masih kurang tahan di beberapa poin. Tadi sempat ketinggalan dan bisa mengejar, dari beda tujuh poin jadi dua poin. Tapi saat-saat begini, lawan seperti sudah tahu cara mengatasi permainan saya," ujarnya.

"Lawan terus tahan, kami adu reli, dia lebih sabar, tidak mudah dimatikan dan meladeni permainan saya. Sedangkan saya buru-buru ingin mematikan, ingin menyerang tapi saya kurang siap dengan pengembalian lawan," sambung Gregoria.

Hasil ini sekaligus menambah rekor kekalahan Gregoria atas Chen. Dari empat kali pertemuannya sejak tahun 2016, Gregoria baru sekali merasakan kemenangan atas CHen di ajang Indonesia Open 2017. Kala itu Gregoria menang dengan skor 21-17 19-21 19-21.

"Tadi saya mainnya lebih siap dari pertemuan sebelumnya, tapi kesalahan yang di pertemuan sebelumnya masih ada. Seperti terbawa irama permainan lawan, dia mainnya mengatur, saya malah diatur oleh dia dan tidak bisa mengontrol keadaan," tukas Gregoria.

Dengan hasil ini wakil Indonesia khususnya di nomor tunggal putra dan tunggal putri 'bersih' alias tak tersisa di babak perempat final. Namun Indonesia masih memiliki wakil di sektor ganda putra dan ganda campuran di babak delapan besar tersebut. (gie/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Tunggal putra Jepang Kento Momota, walaupun menjadi unggulan pertama di turnamen Blibli Indonesia Open 2019, tidak akan lengah.


Dijamu Persib, Kalteng Putra Dibuat Pusing

Dijamu Persib, Kalteng Putra Dibuat Pusing

Kalteng Putra harus mengoptimalkan pemain lokal saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (16/7).


Hancurkan Mimpi Madagaskar, Tunisia Tantang Senegal

Hancurkan Mimpi Madagaskar, Tunisia Tantang Senegal

Kejutan Madagaskar di Piala Afrika berakhir di babak perempat final Piala Afrika 2019, setelah dikalahkan Tunisia 0-3.


Persela Akhirnya Menang Juga

Persela Akhirnya Menang Juga

Persela Lamongan mengakhiri 'mimpi buruk' tanpa kemenangan setelah mengalahkan Kalteng Putra 3-0, kemarin..


Fakhri Coret 7 Pemain, Bima Fokus Benahi Pertahanan

Fakhri Coret 7 Pemain, Bima Fokus Benahi Pertahanan

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19, Fakhri Husaini mencoret tujuh pemain dari pemusatan latihan nasional (pelatnas).


Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Teka-teki nasib pelatih asal Indonesia Hendrawan di Malaysia terjawab sudah.


Final Piala Indonesia, Persija Jakarta Jadi Tuan Rumah Dulu

Final Piala Indonesia, Persija Jakarta Jadi Tuan Rumah Dulu

Drawing babak Final Piala Indonesia 2018 yang mempertemukan Persija Jakarta menghadapi PSM Makassar sudah digelar.


BAM Ingin Pensiunkan Hendrawan

BAM Ingin Pensiunkan Hendrawan

Federasi Badminton Malaysia (BAM) mempertimbangkan untuk memutus kontrak pelatih tunggal putra Hendrawan.


Bima Sakti Hanya Panggil 25 Pemain

Bima Sakti Hanya Panggil 25 Pemain

Pelatnas skuat Garuda Junior akan kembali berlangsung di Stadion Padjajaran Bogor, 7-24 Juli mendatang.


Imbangi Borneo FC, Persija Jakarta Tunggu Lawan di Final

Imbangi Borneo FC, Persija Jakarta Tunggu Lawan di Final

Persija Jakarta berhasil melangkah ke Final Piala Indonesia 2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!