Sport
Share this on:

Tantangan Besar buat Wakil Pelatnas

  • Tantangan Besar buat Wakil Pelatnas
  • Tantangan Besar buat Wakil Pelatnas

KUALA LUMPUR - Dari lima wakil ganda campuran pelatnas pratama, dua di antaranya harus rontok pada babak pertama Malaysia International Challenge (IC) 2018. Persaingan di ganda campuran diakui Nova Widianto, pelatih pelatnas berlangsung cukup ketat.

Zachariah Josiahno/Winny Oktavina berjuang dalam rubber game sebelum takluk dari pasangan Malaysia/India, Yogendran Khrishnan/Prajakta Sawant, 17-21, 21-15, 21-14. Khrishnan/Sawant sudah dinanti pasangan pelatnas pratama lainnya di babak kedua hari ini, Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso.

Satu pasangan lainnya yang terhenti, yakni Yeremia Erich/Angelica Wiratama. Mereka kalah dari Nur Mohd Azriyn/Devi Tika, 19-21, 19-21. “Zaka/Winny kan baru dipasangin dan lawannya juga unggulan pertama, secara main udah bagus, cuma masih kalah tenang,” terang Nova kepada Jawa Pos.

Sedangkan buat Yeremia/Angel, Nova melihat pasangan ini belum bangkit sejak terpuruk di Vietnam IC awal April allu. “Kalau mereka, secara teknis masih banyak yang harus dibenahi,” lanjutnya.

Sedangkan, salah satu andalan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari masih melanjutkan perjuangan mereka. Pada babak kedua, mereka bertemu unggulan kelima dari Malaysia, Tan Kian Meng/Cheah Yee See.

Sementara itu, di sektor tunggal putra, dua wakil pelatnas, Dinar Dyah Ayustine dan Hanna Ramadini masih melaju. Keduanya menempati unggulan kedua dan pertama di Malaysia IC 2018. Hari ini, Dinar akan menghadapi wakil tuan rumah, Muralitharan Thinaah, sedangkan Hanna berjumpa lawan tangguh, Pattarasuda Chaiwan (Thailand).

“Kebetulan lapangan di sini (Malaysia, Red) beda-beda, kalau di lapangan 3 tempat saya main gak begitu kerasa anginnya,” ujar Dinar. Namun, kondisi berbeda terjadi di lapangan 4 yang sempat digunakan ganda campuran Indonesia bermain.

Alhasil, para pemain Indonesia harus cepat mengambil keputusan dalam menerapkan strategi. “Adaptasi juga harus cepat, gimana ngontrol pukulan sama tenaganya,” terangnya.

Di sektor tunggal putra, lima pebulu tangkis Indonesia masih melanjutkan persaingan babak 16 besar. Mereka yakni, Wisnu Yuli Prasetyo, Khrisna Adi Nugraha, Muhammad Bayu Pangisthu, Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

2019, Marc VDS-Suzuki
2019, Marc VDS-Suzuki

Berita Berikutnya

Pelicans bukan Underdog
Pelicans bukan Underdog

Berita Sejenis

Habis-habisan demi Amankan Slot Medali

Habis-habisan demi Amankan Slot Medali

Tim beregu putri Indonesia akhirnya mendapatkan slot babak 8 besar menghadapi Korea Selatan.


Cari Atmosfer Pertandingan

Cari Atmosfer Pertandingan

Untuk pertama kalinya, pelatnas angkat besi menjalani latihan di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta kemarin sore (14/8).


Alonso Pilih ke Indy Car?

Alonso Pilih ke Indy Car?

Hampir semua pembalap Formula 1 dengan nama besar sudah memutuskan masa depan mereka musim depan.


Ramai-ramai Revisi Target

Ramai-ramai Revisi Target

Kemenpora memang sudah menetapkan target 15 medali emas buat kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018.


Ganda Campuran Teruskan Tradisi di Kudus

Ganda Campuran Teruskan Tradisi di Kudus

Ganda campuran pelatnas Indonesia memutuskan untuk menjalani persiapan akhir di Kudus menjelang turun di Asian Games 2018.


Realistis dengan Target 10 Besar

Realistis dengan Target 10 Besar

Perjuangan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2018 dimulai kemarin (5/8).


Indonesia Hanya Sisakan Empat Pasangan

Indonesia Hanya Sisakan Empat Pasangan

Babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2018 menjadi kuburan bagi ganda campuran Indonesia.


Saatnya Lindswell Dapat Emas

Saatnya Lindswell Dapat Emas

Untuk kali pertama, Indonesia merasa punya peluang besar untuk merebut emas dari cabor wushu di ajang Asian Games.


Wade Dirayu Tim Tiongkok

Wade Dirayu Tim Tiongkok

Dwyane Wade menjadi salah satu nama besar di bursa free agent yang belum menemukan tim baru sampai saat ini.


Batal ke Tiongkok, Tetap di Bali

Batal ke Tiongkok, Tetap di Bali

Keterbatasan anggaran pelatnas membuat perenang jarak menengah dan jauh yang disiapkan ke Asian Games batal berlatih di Tiongkok.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!