Sport
Share this on:

Targetkan Sprint Bisa Lolos Olimpiade

  • Targetkan Sprint Bisa Lolos Olimpiade
  • Targetkan Sprint Bisa Lolos Olimpiade

JAKARTA - Hasil Asian Track Championship (ATC) 2019 menjadi tolok ukur PP ISSI untuk menentukan langkah menuju Olimpiade Tokyo 2020. Dalam event yang digelar di Jakarta International Velodrome pada 9–13 Januari itu, Indonesia meraih satu medali pada kategori elite dan tiga medali dari kategori junior.

Satu-satunya medali didulang Crismonita Dwi Putri yang meraih perunggu nomor sprint 500 meter time trial. Dia mencatat waktu 35,981 detik. Terpaut 1,227 detik dari Lin Junhong (Tiongkok) yang memperoleh emas. Pada nomor team sprint women, tim Merah Putih nyaris masuk tiga besar. Namun, pasangan Crismonita dan Wiji Lestari hanya berada di posisi keempat dengan waktu 35,648 detik.

Perolehan selama ATC itu memang lebih baik jika dibandingkan Asian Games 2018. Pada nomor-nomor sprint, paling mentok Indonesia menempati urutan kelima. Itu didapatkan dari nomor team sprint women yang beranggota Crismonita dan Elga Kharisma Novanda. Selain itu, pada nomor keirin dan sprint 200 meter, Indonesia hanya berada di peringkat ketujuh.

Manajer tim balap sepeda Indonesia Budi Saputra mengaku belum puas dengan hasil ATC 2019. Persiapan dinilai kurang karena cuma tiga bulan. ’’Tapi, perkembangan ini sudah bagus sekali. Kami tidak melihat hasil dari perolehan medali, tetapi dari segi catatan waktu. Ini yang akan kami lanjutkan secara berkesinambungan. Jangan sampai putus program setelah ATC ini selesai,” ucap Budi.

Pelatih balap sepeda Indonesia Dadang Haries Purnomo melihat Indonesia berpeluang menembus kualifikasi Olimpiade, terutama di nomor sprint putri. Meski, peluang itu cukup berat karena mereka harus mengumpulkan poin dalam beberapa event internasional. Persaingannya tidak kalah berat.

’’Saya masih memiliki keyakinan untuk itu (lolos Olimpiade). Tinggal melihat nanti hasil dari event-event tersebut seperti apa. Paling tidak masih bisa meraih poin lah. Nanti, untuk event, kami akan berangkatkan atlet-atlet sprint karena peluang mereka lebih besar,” jelas Dadang.

Selain dari tim elite, Indonesia memiliki peluang dari tim junior. Angga Dwi Wahyu Prahesta menjadi harapan baru. Dalam ATC 2019, pembalap asal Lumajang itu meraih emas pada nomor scratch, perak pada nomor omnium, dan perunggu pada nomor point race.

Mulai tahun ini, Hesta tidak akan turun pada kategori junior lagi. Sebab, usianya sudah 18 tahun. ’’Artinya, dia bisa bersaing dengan pembalap-pembalap senior. Potensinya (Hesta) memang ada. Tinggal bagaimana bisa memoles dan mengembangkan itu,” pungkas Dadang. (gil/c17/nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Owi Akhirnya Berpasangan dengan Debby
Owi Akhirnya Berpasangan dengan Debby

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Markus/Kevin Lolos dari Hadangan Ganda Jepang

Markus/Kevin Lolos dari Hadangan Ganda Jepang

Perhelatan Indonesia Open 2019 sudah mulai bergulir di Istora Senayan, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (16/7) kemarin.


Tira Persikabo Tak Mau Kalah dari Persija

Tira Persikabo Tak Mau Kalah dari Persija

Tira Persikabo berambisi untuk bisa meneruskan tren positifnya yang belum meraih kekalahan sejak bergulirnya Liga 1 Indonesia musim ini.


Jojo Target Tembus Delapan Besar

Jojo Target Tembus Delapan Besar

Jonatan Christie menargetkan bisa tembus hingga ke babak delapan besar di ajang Indonesia Open 2019.


Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 bakal menjadi salah satu tantangan pebulu tangkis dunia menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.


Jadi Salah Satu Host, Indonesia Belum Tentu Tampil di Piala Dunia Basket

Jadi Salah Satu Host, Indonesia Belum Tentu Tampil di Piala Dunia Basket

Perbasi terus memantapkan diri untuk bisa tampil di Piala Dunia Bola Basket 2023.


Nunggak Gaji, Klub Dilarang Ikut Kompetisi

Nunggak Gaji, Klub Dilarang Ikut Kompetisi

Tersendatnya dana subsidi PT LIB kepada klub-klub Liga 2 musim lalu, bisa berdampak pada kelangsungan kompetisi.


Panahan Kantongi Dua Tiket Olimpiade

Panahan Kantongi Dua Tiket Olimpiade

Indonesia menambah dua kuota atlet yang bakal tampil di Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang panahan.


Federer Lolos, Venus Tumbang

Federer Lolos, Venus Tumbang

Hari pertama Grand Slam Prancis Terbuka 2019 menghadirkan sejumlah pertandingan menarik di Roland Garros Paris.


Hadapi Jepang, Indonesia Bisa Curi Angka dari Sektor Tunggal

Hadapi Jepang, Indonesia Bisa Curi Angka dari Sektor Tunggal

Indonesia akan berhadapan dengan Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019, Sabtu (25/5) hari ini.


Peraih Emas Olimpiade Dijanjikan Bonus Rp7,5 Miliar

Peraih Emas Olimpiade Dijanjikan Bonus Rp7,5 Miliar

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan pemerintah siap mengguyur peraih emas Olimpiade 2020 Tokyo bonus Rp7,5 miliar.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!