Sport
Share this on:

Tetap Batasi Ajang untuk Owi/Butet

  • Tetap Batasi Ajang untuk Owi/Butet
  • Tetap Batasi Ajang untuk Owi/Butet

JAKARTA - Prestasi bulu tangkis Indonesia masih bertumpu pada kekuatan ganda campuran. Utamanya pada pasangan senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Harapan tersebut sangat wajar menilik pada prestasi yang mereka persembahkan untuk Merah Putih. Namun menjadi berisiko jika melihat kondisi fisik mereka.

Pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI Richard Mainaky mengungkapkan pelatnas sudah menyiapkan perlakuan khusus untuk duet peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu. Bukan hal baru, karena dia ingin Owi/Butet tidak terlalu memforsir tenaga dalam rangkaian turnamen.

Strategi tersebut setidaknya membuahkan hasil positif. Sepanjang tahun ini, pasangan itu sudah mendulang dua gelar, di Indonesia Open Super Series Premier (SSP) dan Kejuaraan Dunia. Hasil tersebut merupakan capain terbaik setelah Butet mengalami problem fisik akhir tahun lalu.

Keduanya masih menjadi tumpuan setidaknya hingga Asian Games 2018. "Untuk itu, saya juga menyesuaikan kondisi mereka," ujar Richard.

Bahkan untuk mengantisipasi hal buruk, pada awal tahun ini Owi juga sudah dicoba bermain bersama Gloria Emanuelle Widjaja pada turnamen grand prix. Hasilnya sebenarnya tidak terlalu buruk.

Bersama Gloria, Owi juga sempat mencapai semifinal Malaysia Masters Grand Prix Gold awal tahun ini. Seiring pulihnya Butet, Owi kembali dipasangkan dengan pebulu tangkis putri sarat pengalaman tersebut.

Selanjutnya, Owi/Butet diproyeksikan tampil pada turnamen Denmark SSP yang dimulai 17 Oktober mendatang. Mereka menjadi salah satu tumpuan wakil Indonesia pada salah satu turnamen bergengsi di kelas Super Series tersebut.

"Buat Owi/Butet ini wajib, karena SSP," sebut Richard.

Dengan persiapan sekitar dua pekan, Richard menjelaskan performa mereka masih cukup terjaga. Sebab, sebelumnya mereka memastikan absen di Jepang Open Super Series karena alasan kondisi yang belum cukup bugar.

Sementara itu, Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti, menerangkan pihaknya masih tetap menggantungkan harapan kepada Owi/Butet. Keberadaan pasangan ganda campuran nomor empat dunia itu masih menjadi role model buat pebulu tangkis junior di Indonesia.

"Masalah tampil di turnamen itu memang harus dilihat dari kondisi mereka," katanya.

Meski demikian, saat ini Praveen Jordan/Debby Susanto juga memperlihatkan performa menawan. Praveen/Jordan sebelumnya menjadi juara di Korea Open Super Series 2017 tiga pekan lalu. (nap/ady/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Misi Bola Voli Pantai Pertahankan Posisi
Misi Bola Voli Pantai Pertahankan Posisi

Berita Sejenis

Kembali Setelah Delapan Tahun

Kembali Setelah Delapan Tahun

Setelah delapan tahun tak pernah ambil bagian, Novak Djokovic tahun ini akan kembali tampil di ajang Quenn's Club Tournament yang mulai dihelat awal pekan depan


The Next Marquez Ke Suzuki

The Next Marquez Ke Suzuki

Sejak kembali ke MotoGP 2015 lalu, Suzuki belum pernah salah memilih talenta muda untuk dipupuk menjadi seorang bintang besar.


Jangan Tunda Lagi Halep

Jangan Tunda Lagi Halep

Satu lagi kesempatan datang untuk Simona Halep untuk merengkuh trofi mayor pertamanya sepanjang karir.


Lolos Semifinal, Nadal Tatap Gelar ke-10

Lolos Semifinal, Nadal Tatap Gelar ke-10

Si Raja Lapangan Tanah Liat Rafael Nadal tetap menjaga peluangnya menjuarai Prancis Terbuka 2018 ke-10.


Owi/Butet Persiapan Akhir di Kudus

Owi/Butet Persiapan Akhir di Kudus

Pebulu tangkis Indonesia tahun ini memang bakal menyasar Asian Games sebagai tujuan utama.


Upgrade Besar Renault untuk Kanada

Upgrade Besar Renault untuk Kanada

GP Kanada akan dijadikan momentum yang pas bagi Renault untuk membawa upgrade besar pada mesin mereka.


Maksimalkan Dulu di Indonesia Open

Maksimalkan Dulu di Indonesia Open

Indonesia Open 2018 menjadi salah satu turnamen untuk menakar kemampuan pebulu tangkis Indonesia menjelang Asian Games 2018.


Wow, Anggaran Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018 Rp700 Miliar

Wow, Anggaran Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018 Rp700 Miliar

Dengan dukungan dana besar, mencapai Rp700 Miliar, Inasgoc punya tugas besar untuk menyiapkan opening-closing ceremony Asian Games 2018.


Tiket Penonton Asian Games Tetap Kena Pajak

Tiket Penonton Asian Games Tetap Kena Pajak

Potensi pemasukan Asian Games dari pos tiket bakal berkurang.


Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Mantan ranking satu dunia tunggal putri Serena Williams memutuskan tampil untuk kali pertama di ajang grand slam tahun ini melalui Prancis Terbuka.



Populer

fikri lebaran

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!