Sport
Share this on:

Tiga Cabor Terancam Gagal Uji Coba

  • Tiga Cabor Terancam Gagal Uji Coba
  • Tiga Cabor Terancam Gagal Uji Coba

JAKARTA - Panitia penyelenggara Asian Games 2018 INASGOC dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) sepakat akan batal menyelenggarakan nomor pertandingan, jika jumlah peserta kurang dari jumlah minimal. Hingga saat ini, sepakbola, bola voli, dan basket belum juga memenuhi ketentuan. Otomatis tiga cabor tersebut terancam batal mengikuti test event Asian Games 10-24 Februari mendatang.

Ketua INASGOC Erick Tohir menuturkan, hingga saat ini sudah ada 21 negara yang memastikan mengikuti test event Asian Games. Jumlah atlet yang terdaftar sudah mencapai 1030 orang. ”Mungkin besok (hari ini, Red) sudah bertambah lagi jumlah,” ucapnya.

Dia menegaskan setiap nomor cabor harus diikuti minimal oleh empat negara untuk test event. Sedangkan saat games time harus minimal terdapat enam negara partisipan. INASGOC, lanjut dia, masih menunggu konfirmasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) dan Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi).

Pihaknya, sudah menerima surat dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dua hari lalu. Mereka meminta kepada INASGOC untuk memberikan tambahan waktu pengumpulan konfirmasi kehadiran negara peserta test event.

Erick lantas menanggapi dengan memberi kesempatan hingga hari Senin minggu depan. ”Saya tidak mau ada istilahnya arogansi dari INASGOC. Ini kan pestanya cabang olahraga kok malah kita arogan,” ujarnya. Rencananya, besok dirinya akan bertemu dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha untuk membahas masalah itu.

Mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia tersebut berharap masalah menjelang persiapan uji coba nanti bisa selesai saat itu juga. ”Untuk basket dan voli kami juga akan ketemu mereka satu per satu. Supaya jangan hanya dari media saja kami bicara,” tandasnya.

Erick berharap tiga cabor tersebut sudah ada kepastian hingga batas waktu yang sudah ditentukan. ”Jika sampai minggu depan belum memenuhi ya mohon maaf. Terpaksa kami tidak selenggarakan,” tegasnya.

Test event Asian Games 2018 nanti merupakan ajang kolaborasi dan uji coba semua bidang INASGOC untuk menggelar pertandingan, baik dari bidang registrasi peserta, transportasi, akomodasi, katering, penyiaran, maupun sistem teknologi-informasi, termasuk para relawan.

INASGOC kembali membuka pendaftara volunteer gelombang kedua. Mengingat, saat gelaran multieven terbesar di Asia itu berlangsung dibutuhkan 13 ribu volunteer. 11 ribu orang ditempatkan di Jakarta dan sisanya untuk di Palembang. Gelombang pertama sudah tersaring 1574 orang.

Pendaftaran secara online di website resmi volunteer Asian Games 2018 sudah dibuka kemarin. Kebutuhan volunteer akan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Protocol Assistant, NOC Assistant, dan Liaison Officer. Dari tiga kategori itu akan dialokasikan ke 19 departemen seperti venue, medical dan doping control, media dan public relations, ceremonial, ticketing, katering, dan transportasi.

Proses seleksi akan melalui beberapa tahap. Antara lain, Psikotes, kemampuan komunikasi, interpersonal skill, etika dan manner, serta pengetahuan pariwisata dan budaya,” terang Koordinator HRD Volunteer Pusparani Hajim Chappy Hakim. (han/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Duh... Wawrinka Juga Tumbang
Duh... Wawrinka Juga Tumbang

Berita Sejenis

Wasit Ancam Boikot Serena

Wasit Ancam Boikot Serena

Setelah tiga hari terakhir diam, beberapa pihak akhirnya buka suara mendukung wasit Carlos Ramos.


Ultimatum buat Ganda Putri

Ultimatum buat Ganda Putri

Sektor ganda putri berangkat ke tiga kejuaraan level tinggi, Jepang Terbuka, Tiongkok Terbuka, dan Korea Selatan Terbuka dengan beban berat.


Mulai Bersiap dengan Tiga Jadwal Padat 

Mulai Bersiap dengan Tiga Jadwal Padat

Euforia Asian Games harus segera dilupakan pebulu tangkis Indonesia. Sebab, pekan depan, mereka akan kembali tampil di ajang BWF Tour 2018.


Tunggu Cabor Prioritas ke SEA Games 2019

Tunggu Cabor Prioritas ke SEA Games 2019

Keberhasilan Indonesia di Asian Games 2018 dengna 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu merupakan capain terbesar Indonesia di ajang multievent olahraga se Asia.


Langsung Ngebut Pelatnas di Jogja

Langsung Ngebut Pelatnas di Jogja

Meraih tiga emas, dua perak, dan satu perunggu di Asian Games 2018 tidak membuat skuad panjat tebing Indonesia bersantai.


Indonesia Kalah Kelas dari Korea

Indonesia Kalah Kelas dari Korea

Tim bola voli putra Indonesia harus melupakan target tiga besar yang sudah disiapkan PP PBVSI sebelum Asian Games berlangsung.


Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

Bagi Indonesia pencak silat jadi cabor yang paling moncer di Asian Games 2018. Pantas saja bila disebut demikian.


Perpisahan dengan Nadal dan AS Terbuka

Perpisahan dengan Nadal dan AS Terbuka

Tiga tahun lalu, menyaksikan duel duo petenis Spanyol Rafael Nadal kontra David Ferrer di babak-babak akhir turnamen berlevel ATP 500.


Emil Hebat, Sapwa Top, Zohri Keren!

Emil Hebat, Sapwa Top, Zohri Keren!

Indonesia boleh berharap masa depan yang lebih cerah buat cabor atletik.


Angkat Besi dan Wushu Jadi Andalan di Hari Ketiga

Angkat Besi dan Wushu Jadi Andalan di Hari Ketiga

Indonesia sudah pecah telur medali emas di cabor taekwondo melalui nomor poomsae (seni) putri.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!