Sport
Share this on:

Tiga Kali Kalah Beruntun, PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra

  • Tiga Kali Kalah Beruntun, PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra
  • Tiga Kali Kalah Beruntun, PSIS Semarang Pecat Jafri Sastra

SEMARANG - Salah satu klub peserta kompetisi Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang resmi mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi memakai jasa Jafri Sastra sebagai pelatih tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut. Keputusan itu diambil manajemen PSIS Semarang usai rekor buruk yang didapat dalam tiga pertandingan kandang sebelumnya. Dimana, PSIS menelan kekalahan secara beruntun di tiga laga kandang tersebut.

Ya, dalam tiga pekan ini, hasil buruk memang menimpa PSIS. Ironisnya, hasil buruk itu diterima PSIS kala menjalani laga kandang. Pertama, PSIS harus menelan kekalahan 0-1 kala menjamu Persib Bandung 21 Juli 2019 lalu.

Selanjutnya, pada 2 Agustus 2019, lalu, PSIS menelan kekalahan 0-2 atas tamunya Tira-Persikabo. Yang terbaru, PSIS kalah oleh Persipura Jayapura 1-3 pada Selasa (6/8) kemarin. Tiga kekalahan beruntun itu membuat manajemen langsung berbenah melakukan evaluasi.

Selain itu, pertimbangan pemberhentian Jafri Sastra salah satunya juga dengan melihat aksi suporter yang kecewa dengan kekalahan tiga kali beruntun PSIS. Bentuk kekecewaan suporter bahkan ditunjukka usai laga menghadapi Persipura di Stadion Moch Soebroto, Selasa (6/8) kemarin, dimana para pendukung setia PSIS itu turun ke lapangan dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Hobi Kok Kalahan!'.

"Beberapa pertandingan home (kandang), kita menelan kekalahan. Jelas, kita ada di posisi yang sangat sulit. Karena itu, dari manajemen melakukan evaluasi, baik kepada pelatih dan pemain," ungkap Komisaris PT Mahesa Jenar Semarang, Kairul Anwar seperti dikutip situs resmi klub, Kamis (8/8) kemarin.

"Untuk itu, kita tadi pagi memanggil coach Jafri Sastra dan dari manajemen memutuskan untuk memberhentikan beliau (Jafri, red) sebagai pelatih kepala PSIS Semarang," sambung Anwar.

Anwar menjelaskan, evaluasi yang dilakukan pihaknya itu berdasarkan pertimbangan belum tercapainya target pada komitmen awal. Dimana manajemen menargetkan untuk menyapu bersih laga kandang pada musim ini.

"Kita di awal komitmen, menargetkan untuk sapu bersih laga kandang, kalau memang ada lawan yang berat, paling tidak kita bisa imbang. Tapi ternyata targetnya meleset. Tidak ada yang salah dengan Jafri, cuma karena target meleset, kita dari manajemen tentu ambil tindakan," jelas Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menuturkan untuk sementara, PSIS akan ditangani oleh peltih carateker. Anwar mengaku pihaknya tidak ingin gegabah untuk mengambil keputusan pelatih baru nantinya.

"Untuk semenatara pelatih carateker yang menangani sambil kita mencari pelatih yang sesuai dengan gaya bermain PSIS. Kalau siapa nanti pelatih kepalanya, kita belum bisa sampaikan kepada rekan-rekan. Tetapi, yang pasti ada," tuntasnya.

"Carateker kita kasih beban agar bisa meraih hasil terbaik dalam sisa pertandingan di putaran pertama ini yang menyisakan sekitar 5 pertandingan. Itu langsung dari CEO PSIS, Yoyok Sukawi," tambah Anwar.

Tak lupa, Anwar juga mengakui bahwa pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan Jafri Sastra selama menangani PSIS sejak Agustus 2018 lalu. Dimana, Jafri Sastra juga mampu mempertahankan PSIS untuk tetap berlaga di kompetisi Liga 1 musim ini.

"Kami juga sampaikan terima kasih kepada beliau karena atas perjuangan beliau di musim kemarin, kita masih bisa bertahan di Liga 1," tuturnya.

Hal mengenai target PSIS di laga kandang juga diungkapkan, Direktur Teknik, Setyo Agung Nugroho. Menurutnya, evaluasi itu dilakukan demi memberi perbaika kepada PSIS untuk bisa lebih baik kedepannya.

"Target kita meleset. Tujuh kali main home, hanya bisa menang dua kali, satu kali draw dan empat kali kalah. Dari hasil tersebut, kami mengambil tindakan. Mudah-mudahan, ke depannya kita bisa lebih baik," tutur Agung.

Sementara itu, General Manager (GM) PSIS Semarang, Wahyu Winarto membenarkan bahwa evaluasi tidak hanya dilakukan kepada pelatih saja, melainka kepada para pemain. Akan tetapi untuk pemain, PSIS belum bisa melakukan pergantia pemain sampai jendela transfer di buka.

"Kita juga melakukan evaluasi terhadap pemain, selain pelatih. Hanya saja, kita tidak bisa mengganti sekarang, kita masih harus tunggu transfer window dibuka," ujar Wahyu.

Akan tetapi, Wahyu mengaku evaluasi kepada pemain itu baru akan dilakuka setelah laga tandang menghadapi Semen Padang 16 Agustus mendatang. Hal itu dilakukan lantaran pihak manajemen tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.

"Kita tidak mau gegabah, kita juga nantinya akan tanya kepada tim caretaker untuk mengetahui kekurangan kita ada dimana. Kita saat ini juga ingin fokus di pertandingan selanjutnya melawan Semen Padang FC, setelah itu, kita akan evaluasi lagi dan memanggil caretaker untuk menyampaikan kondisi pemain," tuntas pria yang karib disapa Liluk tersebut. (gie/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Timnas U16 Waspadai Kecepatan Pemain Cina

Timnas U16 Waspadai Kecepatan Pemain Cina

Indonesia kembali tampil perkasa dan menang besar di babak Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 Grup G. Kali ini yang menjadi korban keganasan skuat Garuda Asia adal


Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Garuda muda tak selalu identik dengan sepakbola. Kancah dunia racing juga dilakoni para milenial di lintasan balap.


Delapan Kemenangan Bali United Terhenti di Bekasi

Delapan Kemenangan Bali United Terhenti di Bekasi

Bhayangkara FC berhasil mematahkan rentetan delapan kemenangan beruntun Bali United pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia.


Mantan Kapolres Tegal Maju sebagai Calon Ketua PSSI

Mantan Kapolres Tegal Maju sebagai Calon Ketua PSSI

Sebelum dibukanya pendaftaran calon ketua umum PSSI, tercatat sudah ada tiga nama yang tertarik maju sebagai kandidat.


KO Poirier, Khabib Hanya Butuh Tiga Ronde

KO Poirier, Khabib Hanya Butuh Tiga Ronde

Lampu latar yang begitu semarak, ditambah dukungan penonton, membuat Khabib Nurmagomedov tampil percaya diri di The Arena, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dini hari,


Sudah Kalah, Suporter Timnas Rusuh Lagi

Sudah Kalah, Suporter Timnas Rusuh Lagi

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia menelan kekalahan 2-3 di laga perdana putaran kedua Grup G Piala Dunia 2022 Zona Asia atas Malaysia.


PON 2020 Akan Digelar di Tiga Daerah

PON 2020 Akan Digelar di Tiga Daerah

Setelah mendapatkan kendala yang begitu berat, akhirnya penyelenggaraan Pekan Olahragan Nasional (PON) dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2020 melibatkan


Australia Putus 78 Kemenangan AS

Australia Putus 78 Kemenangan AS

Pelatih basket veteran Amerika Serikat Gregg Popovich menegaskan timnya akan tampil lebih baik setelah kalah dari Australia pada laga persahabatan.


Tiga Tunggal Putra Merah Putih Mulus

Tiga Tunggal Putra Merah Putih Mulus

Tiga tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie berhasil mengamankan tiket babak kedua Kejuaran Bulu Tangkis Dunia 2


Pebulu Tangkis Indonesia Optimis, Meski Persaingan Kian Ketat

Pebulu Tangkis Indonesia Optimis, Meski Persaingan Kian Ketat

Kejuaraan Dunia 2019 dimulai hari ini (19/8). Di hari perdana, tiga tunggal putra Indonesia sudah bermain di babak pertama.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!