Sport
Share this on:

Torehan Buruk, Rudy Semprot PBSI

  • Torehan Buruk, Rudy Semprot PBSI
  • Torehan Buruk, Rudy Semprot PBSI

**JAKARTA ** - Setelah Indonesia gagal melangkah ke final Piala Sudirman 2019, legenda bulu tangkis Indonesia Rudy Hartono sudah melancarkan kritik habis-habisan kepada para pemain. Khususnya tunggal putra, nomor yang dulu sangat harum berkat dirinya. Namun, menurut dia, kegagalan kemarin juga tidak lepas dari peran PP PBSI.

Dalam pandangan Rudy, induk olahraga bulu tangkis Indonesia itu terlalu menoleransi pemain. Banyak pemain yang tidak punya potensi untuk berkembang, masih dipertahankan. Bertahun-tahun belum juga meraih gelar, tidak didegradasi juga. ''Udah 10 kali kalah, dianggap masih ada kesempatan. Pemainnya juga nggak tahu diri,'' omel Rudy, kemarin (27/5).

Jadi, PBSI harus lebih tegas? Soal ini, Rudy mengeluarkan pernyataan yang lebih tajam lagi. ''Sudahlah, kalau nggak bisa, lebih baik tak usah jadi pengurus saja. Tulis saja, Anda boleh tulis, saya tak takut, siapa pengurusnya,'' tantang dia.

Merombak pengurus PBSI, lanjut Rudy, mungkin jadi satu-satunya jalan untuk memutus rantai kegagalan. Kita sudah sangat lama kehilangan taji di sektor beregu. Piala Thomas terakhir kali diraih Indonesia pada 2002. Piala Uber terakhir malah 1996. Piala Sudirman, seperti berkali-kali diucapkan pengurus PBSI, sudah 30 tahun berada di negeri orang.

Itu artinya, pembinaan antarsektor tidak merata. Dan itu adalah kegagalan PBSI. ''Masalahanya, mereka (pengurus, Red) bikin malu Indonesia,'' ucap Rudy. ''Harus (dirombak) itu. Supaya sadar. Siapa tahu nanti dua tahun berikutnya juara. Kita bukan masalah iri, tapi masalah kita malu,'' papar juara dunia 1980 dan delapan kali juara All England tersebut.

Selain terlalu ''lembek'' kepada atlet, organisasi yang kini diketuai Wiranto itu dilihat Rudy sering membuat keputusan yang tidak tepat. Misalnya, mendatangkan Rionny Mainaky sebagai pelatih tunggal putri. Sukses adik Richard Mainaky itu menangani ganda putra Jepang menjadi alasan penunjukan.

Rudy menertawakan langkah tersebut. ''Susy Susanti itu lebih bagus daripada Rionny,'' ucapnya menyebut nama Kabid Binpres PP PBSI. ''Saya berani taruhan, dua tahun lagi dia nggak bisa jadiin pemain tunggal putri. Besi mau dijadikan emas, ya nggak bisa. Itu analoginya. Mentok. Wong bukan materinya kok mau disulap. Memangnya Tuhan,'' ucap pria 69 tahun itu gamblang.

Karena itu, pahlawan Indonesia di lima edisi Piala Thomas itu mengusulkan, untuk merombak semuanya. Minimal pemainnya. Kalau di ganda masih banyak pemain bagus, berarti sektor tunggal yang harus dihabisi. PBSI harus berburu pemain baru yang benar-benar bertalenta tinggi. Istilah dia, materi emas. Pelatnas Cipayung tinggal mengasahnya agar berkilau.

''Kalau saya sih lihatnya di pemain. Kalau nggak sadar-sadar gimana. Mereka kebanyakan tidur. Logam biasa kok mau dijadikan logam mulia. Jadi harus cari yang logam mulia,'' paparnya. ''Tak usah cari pelatih dari langit ke tujuh. Ngapain dari sana. Tempatnya itu di Indonesia. Tidak di luar negeri. Kita impor pelatih buat apa kalau pemainnya model kayak begitu semua,'' lanjut Rudy.

Dia berharap, perunggu di Piala Sudirman tidak dianggap sebagai keberhasilan. Yang sudah bikin puas. Sebaliknya, harus dianggap sebagai kegagalan total. Sehingga PBSI mau melakukan evaluasi serius. Salah satu indikasi keseriusan itu, adalah membongkar seluruh pemain yang tidak layak.

''Saya pikir sederhana saja. Parameter pemain itu fisik, teknik, dan mental. Harus lengkap,'' ucap pria yang masuk BWF Hall of Fame pada 1997 itu. (gil/na/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Federer Lolos, Venus Tumbang
Federer Lolos, Venus Tumbang

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rossi Mulai Tak Pede Juara Lagi

Rossi Mulai Tak Pede Juara Lagi

Hasil buruk yang diraih Valentino Rossi di paruh pertama musim ini membuat pembalap Monster Energy Yamaha itu kehilangan kepercayaan diri.


Persela Akhirnya Menang Juga

Persela Akhirnya Menang Juga

Persela Lamongan mengakhiri 'mimpi buruk' tanpa kemenangan setelah mengalahkan Kalteng Putra 3-0, kemarin..


Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Bos Yamaha Massimo Meregalli mulai kehilangan kesabaran dengan hasil buruk dua pembalapnya.


PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berupaya mendongkrak kemampuan tunggal putri Tanah Air.


PBSI Kesulitan Cari Tunggal Putri Berjiwa Petarung

PBSI Kesulitan Cari Tunggal Putri Berjiwa Petarung

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengaku kesulitan mencari atlet tunggal putri yang memiliki jiwa petarung.


PBSI Andalkan Tiga Sektor di Indonesia Open 2019

PBSI Andalkan Tiga Sektor di Indonesia Open 2019

Kejuaraan bulutangkis Indonesia Open 2019 World Tour Super 1000 tak lama lagi akan dimulai.


Pola Permainan Jojo Kini Lebih Lengkap dan Variatif

Pola Permainan Jojo Kini Lebih Lengkap dan Variatif

PBSI menilai performa tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Bottas Ingin Akhiri Catatan Buruk di Monaco

Bottas Ingin Akhiri Catatan Buruk di Monaco

Valtteri Bottas memiliki catatan buruk di sirkuit Monaco, yakni belum pernah sekalipun naik podium di Monaco.


Marquez Tidak Peduli Nasib Buruk Lorenzo

Marquez Tidak Peduli Nasib Buruk Lorenzo

Hingga saat ini, pembalap Repsol Honda Jorge Lorenzo masih belum bangkit dari keterpurukannya.


Ni Ketut Siap All Out di Piala Sudirman

Ni Ketut Siap All Out di Piala Sudirman

PBSI sudah menentukan 20 pebulutangkis terbaik yang akan diturunkan pada ajang Piala Sudirman 2019.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!