Sport
Share this on:

Tunggal Puteri Masih Kedodoran Lawan Top 10

  • Tunggal Puteri Masih Kedodoran Lawan Top 10
  • Tunggal Puteri Masih Kedodoran Lawan Top 10

JAKARTA - Sektor tunggal putri, seperti yang sudah-sudah, kembali menjadi sorotan selama persiapan All England 2019. Dua turnamen berlevel super 500 di awal tahun cukup menjadi gambaran. Dua pemain terbaik Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, tidak mampu lolos lebih tinggi dari babak 16 besar.

Memang ada sisi tidak mujurnya. Keduanya bertemu pemain-pemain 10 besar di babak-babak awal. Di Indonesia Masters, misalnya, Jorji (sapaan Gregoria) bertemu juara BWF World Tour Finals 2018 Pusarla V. Sindhu di babak kedua. Fitriani setali tiga uang. Dia dihadang unggulan kedelapan Saina Nehwal.

Ketika Jorji secara mengejutkan menembus semifinal Denmark Open Oktober lalu, dia diuntungkan drawing. Hingga delapan besar, pemain 19 tahun itu sama sekali tidak bertemu pemain yang peringkatnya lebih tinggi dari dia. Namun, Jorji dan Fitriani tentu tidak boleh terlalu bergantung pada drawing. Inferioritas mereka terhadap pemain top 10 harus diakhiri.

’’Memang hasil belum maksimal, padahal anak-anak masih bisa lebih,’’ kata Minarti Timur, pelatih tunggal putri pelatnas. ’’Tapi, menurut saya lumayan kok. Mereka sudah bisa mengimbangi lawan seperti Sindhu atau Nehwal,’’ paparnya.

Penyakit utama kedua anak buahnya, menurut Minarti, belum matang. Terutama dari segi mental. Mereka tidak bisa memberikan eksekusi yang baik di poin-poin kritis. Kurang tenang. Terburu-buru ingin mengakhiri pertandingan yang berbuah kesalahan sendiri.

Sementara itu, para pemain sekaliber Nehwal dan Sindhu, karena sudah kaya pengalaman, sangat tenang di lapangan. ’’Anak-anak panik, jadi permainan juga nggak keluar. Memang semua berdasar pengalaman. Harus banyak belajar dari situ,’’ ucap Minarti.

Jorji sendiri mengakui sulitnya tampil konsisten di BWF Tour berlevel super 500 ke atas. Apalagi, hampir semua performa para pemain top 10 stabil. Mereka jarang goyah. ’’Harus banyak improve kalau melawan pemain yang di atas. Harus lebih tahu juga cara bermain di setiap pertandingan seperti apa,’’ jelas Jorji saat ditemui setelah berlatih di Cipayung kemarin.

Menurut pemain PB Mutiara Bandung itu, dia sebenarnya tidak pernah gentar jika melawan pemain-pemain yang peringkatnya lebih tinggi. ’’Tidak jadi beban. Justru jadi target saya untuk ngalahin mereka,’’ kata Jorji.

Pebulu tangkis yang kini menempati peringkat 14 BWF itu juga menampik bahwa faktor cedera pinggang menjadi penyebab performanya naik turun. ’’Kurang bisa jaga konsistensi saja,’’ ucapnya.

Sebelum berlaga di All England, Minarti menuturkan, Jorji dan Fitriani bakal mengikuti turnamen pemanasan. Yakni, German Open pada 26 Februari–3 Maret. Minarti bakal terus membenahi penampilan mereka.

Utamanya masalah emosi yang sering mengakibatkan Jorji atau Fitri kehilangan momen berharga untuk ambil poin. ’’Harus lebih berani,’’ tegasnya.

Untuk All England, pelatnas hanya akan mengirim Jorji dan Fitriani. Ruselli Hartawan tidak didaftarkan karena poinnya tidak cukup. Namun, selain mereka, ada dua lagi wakil Indonesia. Yakni, Lyanny Alessandra Mainaky dan Yulia Yosephin Santoso.

Hal itu mengejutkan karena peringkat mereka di bawah Ruselli. ’’Kalau poinnya cukup, nggak apa-apa ikut. Bagus juga untuk mencari pengalaman,’’ ungkap Minarti. (feb/c15/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Project Leader Yamaha Diganti
Project Leader Yamaha Diganti

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Tunggal putra Jepang Kento Momota, walaupun menjadi unggulan pertama di turnamen Blibli Indonesia Open 2019, tidak akan lengah.


 Fajar/Rian Buta Kemampuan Lawan

Fajar/Rian Buta Kemampuan Lawan

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bakal menghadapi wakil China, Huang Kai Xiang/Liu Cheng di babak pertama Indonesia Open 2019.


Penantang Marquez Ternyata Bukan Duo Ducati, tapi Yamaha

Penantang Marquez Ternyata Bukan Duo Ducati, tapi Yamaha

Paruh kedua MotoGP 2019 sebentar lagi, Marc Marquez masih bertengger di puncak klasemen dengan raihan 185 poin.


Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Teka-teki nasib pelatih asal Indonesia Hendrawan di Malaysia terjawab sudah.


Persija dan Persib Sama-sama Butuh Kemenangan

Persija dan Persib Sama-sama Butuh Kemenangan

Rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung hingga saat ini masih saja terus terjadi.


Garuda Muda Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Garuda Muda Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Kurang dari satu bulan, Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19 bakal menjalani Piala AFF U-18 di Vietnam, 4 Agustus mendatang.


BAM Ingin Pensiunkan Hendrawan

BAM Ingin Pensiunkan Hendrawan

Federasi Badminton Malaysia (BAM) mempertimbangkan untuk memutus kontrak pelatih tunggal putra Hendrawan.


Imbangi Borneo FC, Persija Jakarta Tunggu Lawan di Final

Imbangi Borneo FC, Persija Jakarta Tunggu Lawan di Final

Persija Jakarta berhasil melangkah ke Final Piala Indonesia 2018.


Praveen/Melati Langsung Bertemu Lawan Tangguh

Praveen/Melati Langsung Bertemu Lawan Tangguh

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sudah harus berhadapan dengan lawan tangguh.


PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

PBSI Terus Dongkrak Kemampuan Tunggal Putri

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berupaya mendongkrak kemampuan tunggal putri Tanah Air.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!