Sport
Share this on:

Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

  • Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting
  • Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

CHANGZHOU - Tunggal Putra Indonesia, Tommy Sugiarto tak berdaya saat melawan Kento Momota pada putaran kedua China Open 2019. Ya, anak kandung dari Icuk Sugiarto itu harus menyerah ditangan unggulan kesatu asal Jepang tersebut.

Dalam duel yang berlangsung di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Kamis (19/9) kemarin itu, Tommy langsung tumbang dua set langsung dalam waktu 37 menit dengan skor 10-21 dan 11-21 oleh pemain ranking satu dunia tersebut.

Sejatinya diawal game pertama, Tommy yang kini menempati peringkat 18 dunia langsung memberikan tekanan terhadap Kento. Namun, Kento mampu bertahan dan meninggalkan Tommy 11-4 hingga interval set pertama. Setelah itu, Kento terus melaju mulus hingga memenangkan game pertama dengan skor 21-10.

Jalannya permainan tak banyak berubah di gim kedua. Momota terlihat masih tetap mendominasi permainan. Pemain yang beberapa pekan lalu sukses merengkuh gelar Juara Dunia 2019 tersebut memimpin 5-11 saat interval.

Kembali, Kento tetap konsisten usai jeda interval set kedua. Diman, Kento memberikan kesempatan pada Tommy untuk melancarkan serangan balasan. Alhasil, Kento, merebut game kedua dengan skor 21-11. Hasil ini sekaligus menambah daftar kekalahan Tommy atas Kento menjadi 3-6. Ya, dari sembilan pertemuan mereka sejak 2013 silam, Tommy sudah kalah enam kali oleh Kento.

Tommy sendiri baru bisa mengalahkan Kento tiga kali. Dan kemenangan yang didapat Tommy terakhir kali atas Kento pada Japan Open 2015. Di perempat final yang akan dihelat pada Jumat besok (20/9), Momota telah ditunggu kompatriotnya sendiri Kanta Tsuneyama yang mengalahkan Daren Liew (Malaysia) 21-12, 21-19.

Momota berpeluang besar untuk kembali lolos ke fase berikutnya, pasalnya dalam 3 pertemuan terakhir pemain peringkat 1 dunia itu selalu berhasil membukukan kemenangan atas Tsuneyama.

Hasil serupa juga dialami tunggal putra Indonesia lainnya, yakni Shesar Hiren Rhustavito. Usai berhasil mengalahkan Jonatan Christie di babak pertama kini, Shesar tumbang dari tangan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) di putara kedua. Shesar menyerah dua gam langsung dengan skor 10-21, 10-21.

Shesar tak dapat mengembangkan permainannya, ia sering tertinggal jauh dari Ng. Pada game kedua, ia sudah mencoba untuk mengubah permainan, akan tetapi ia masih berada dalam tekanan lawan.

"Saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan, keteken terus. Di game kedua, saya sudah nyoba ubah permainan, tapi sudah kalah start dari awal, dia sudah megang permainan saya," ungkap Shesar seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis (19/9) kemarin.

"Lawan tidak kasih saya kesempatan menyerang, ditekan dari depan net dan belakang lapangan, dia kasih lob chop terus," tambah Shesar.

Di pertandingan lainnya, hasil serupa juga diterima ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus kembali mengakui keunggulan Seo Seung Jae/Chae Yujung. Mereka dihentikan wakil Korea yang kini menempati peringkat enam dunia dan menjadi unggulan ketujuh pada turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut dalam dua set langsung dengan skor 15-21, 18-21.

Kekalahan ini, menjadi yang kedua kalinya diterima Rinov/Pitha atas Seo/Chae. Sebelumnya, pasangan Indonesia yang kini menududuki peringkat 19 dunia itu dikalahkan Seo/Chae pada turnamen Barcelona Spain Masters 2019 dengan skor 15-21, 21-16, 15-21.

Sejak game pertama, Rinov/Pitha memang tak tampil di permainan terbaik mereka dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat perolehan poin Seo/Chae terus bertambah.

"Sebetulnya banyak lawan yang power-nya lebih kuat dan berbahaya, tapi Seo/Chae unggul dari servis, bola sambungannya, pukulan kedua ketiga setelah servis, mereka bagus sekali. Jadi mereka cepat sekali dapat poin," ungkap Pitha usai pertandingan.

"Tadi main sudah hampir imbang, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Kalau dari pola, lawan memang lebih konsisten menerapkan pola permainan mereka," tambah Rinov.

Kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan Rinov/Pitha membuat mereka tidak dapat menerapkan pola permainan dan strategi yang telah mereka rencanakan di lapangan. "Sebenarnya tadi kami sudah menemukan banyak celah kelemahan lawan, tapi kami malah banyak mati-mati sendiri," tutur Rinov.

"Saat mati-mati sendiri, kami sudah coba komunikasi dan saling menyemangati. Tapi mungkin solusinya kurang banyak, harusnya kami punya lebih banyak cara untuk mengatasi keadaan kalau lagi mati-mati sendiri," ujar Pitha menambahkan. (gie/zul/fin/tgr)

Berita Sebelumnya

Timnas U16 Akan Teruskan Rotasi
Timnas U16 Akan Teruskan Rotasi

Berita Berikutnya

Johann Zarco Pilih Mundur
Johann Zarco Pilih Mundur

Berita Sejenis

Ginting Mulus, Tommy Langsung Tersingkir

Ginting Mulus, Tommy Langsung Tersingkir

Nasib berbeda diterima dua tunggal putra Indonesia di babak pertama French Open 2019, Selasa (22/10) kemarin..


Minions dan Praveen/Melati Juara di Denmark

Minions dan Praveen/Melati Juara di Denmark

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mempertahankan gelar juara ganda putra Denmark Open setelah mengalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan,


Greysia/Apri Mulus, Tunggal Putri Habis

Greysia/Apri Mulus, Tunggal Putri Habis

Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Poli/Apriyani Rahayu berhasil melangkah ke babak kedua Denmark Open 2019.


Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia hanya meraih satu gelar juara di final Indonesia Masters 2019, Minggu (6/10) kemarin.


Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Meski duel hari ini masih mempertandingkan babak perempatfinal, namun sektor ganda putra Indonesia sudah memastikan satu tiket semifinal Korea Open 2019.


Jika Kalah Lagi, Tekanan Giampaolo Makin Besar

Jika Kalah Lagi, Tekanan Giampaolo Makin Besar

Nada pesimistis meluncur dari mulut Marco Giampaolo, kemarin. Sang juru taktik AC Milan itu mengakui skuatnya hanya membutuhkan waktu untuk kembali pada trek ke


Kevin/Marcus Jumpa Goh/Tan Lagi

Kevin/Marcus Jumpa Goh/Tan Lagi

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil melangkah ke babak kedua, Korea Open 2019.


Momota Stabil, Ginting Luar Biasa

Momota Stabil, Ginting Luar Biasa

Anthony Sinisuka Ginting menunjukkan perlawanan yang begitu keras dalam duel kontra unggulan pertama Kento Momota di partai final tunggal putra Victor China Ope


Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melangkah ke babak semifinal China Open 2019, Jumat (20/9) malam.


Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco memilih mengundurkan diri dari MotoGP 2019 disaat race masih tersisa enam balapan lagi, Kamis (19/9) kemarin.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!