Sport
Share this on:

Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

  • Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi
  • Tunggal Putri Butuh 5 Tahun Lagi

JAKARTA - Dunia bulutangkis Indonesia terus menggeliat. Ganda putra dan ganda campuran berulangkali meraih gelar juara di berbagai turnamen.

Begitu juga dengan ganda putri. Kini, tunggal putra mulai memberi harapan. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi kompetitor baru para juara dari berbagai negara.

Lantas bagaimana dengan tunggal putri? Inilah yang menjadi persoalan tak berujung. Sejak era Susi Susanti dan Mia Audina pada 1990-an, hingga kini tidak ada pemain tunggal putri yang mampu berbicara di tingkat dunia. Jangankan gelar juara, masuk final saja tidak mampu di turnamen level super series.

Bagaimana pandangan Bambang Suprianto terhadap tunggal putri Indonesia saat ini? Mantan pemain era yang sama dengan Alan Budikusuma, Ardy BW, Hermawan Susanto, dan Heryanto Arby menilai butuh waktu 5 tahun lagi untuk menciptakan pemain tunggal putri. Itu pun kalau digarap secara serius.

“Ini persoalan yang tidak henti-hentinya dibicarakan baik di tingkat klub maupun pengurus PP PBSI. Kesulitannya adalah mencari pemain yang memiliki kemauan keras untuk berlatih lebih seperti yang dilakukan Susi Susanti dan kawan-kawan pada eranya. Waktu itu banyak pemain yang menambah porsi latihan sendiri dari yang telah diprogramkan pelatih,” kata Bambang Supriyanto yang kini melatih pemain taruna di klub PB Djarum ini ketika ditemui di Jakarta, kemarin.

Menurut Bambang, materi pemain tunggal putri sekarang ini tidak banyak yang bisa diharapkan. Fitriani yang paling baik prestasinya di tingkat nasional tidak mampu berbicara banyak di level super series. Paling banter babak kedua sudah gugur.

“Tapi orang seperti dia masih dibutuhkan untuk menjadi sparing partner para juniornya seperti Gregoria Mariska Tunjung. Kalau dia dibuang dari pelatnas maka pemain lain akan kehilangan lawan tanding,” ungkap Bambang.

Gregoria, kata Bambang, kendati sering membuat kejutan tapi prestasinya tidak stabil. Ada kalanya dia bisa mengalahkan pemain yang jauh peringkatnya dari dia, tetapi setelah itu melawan pemain sepadan malah kalau. Maka untuk membentuk mental Gregoria agar bisa stabil itu butuh waktu paling tidak dua tahun.

“Grego kini menjadi pemain yang paling diandalkan untuk tunggal putri saat ini, karena dia sudah masuk peringkat 20 besar dunia di peringkat 18. Dia butuh kompetitor yang lebih baik darinya di Pelatnas, sehingga Fitriani bisa bisa dibuang sekalipun prestasinya sudah tidak bisa ditingkatkan lagi,” aku Bambang.

Dua pemain tunggal putri seperti Fitriani dan Dinar Dyah Ayustine, kata Bambang, sudah mentok. Untuk itu, harapan kini tinggal kepada pemain-pemain junior yang cukup potrensial, tetapi harus menunggu 5 tahun lagi. (bam/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Konferensi Pers Langsung Panas
Konferensi Pers Langsung Panas

Berita Sejenis

Serena Mulus, Azarenka Terganjal

Serena Mulus, Azarenka Terganjal

Australia Terbuka 2019 menjadi ajang comeback dua petenis putri top dunia.


Jumpa Intanon, Jorji Harus Tampil Menekan

Jumpa Intanon, Jorji Harus Tampil Menekan

Bertahun-tahun menjadi sektor terlemah dan paling diremehkan, tunggal putri Indonesia menggebrak pada awal tahun ini.


Aaron Ramsey Tes Medis di Juve

Aaron Ramsey Tes Medis di Juve

Hampir tidak ada lagi yang bisa menghalangi kepergian gelandang Arsenal Aaron Ramsey ke Juventus.


Fitriani Juara Thailand Masters

Fitriani Juara Thailand Masters

Ketika smes Busanan Ongbamrungphan nyangkut di net, Fitriani tak kuasa lagi menahan emosi. Dia berteriak histeris.


Lolos ke Semifinal, Sedikit Lagi Fitriani

Lolos ke Semifinal, Sedikit Lagi Fitriani

Sudah tak terhitung ejekan maupun caci maki yang diterima Fitriani sepanjang tahun lalu.


Firman Lolos ke Perempat Final Thailand Masters

Firman Lolos ke Perempat Final Thailand Masters

Ajang pembuka BWF Tour 2019 Thailand Masters Super 300, seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi tunggal putri pelatnas Fitriani.


Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Entah treatment apa yang harus diberikan buat Ihsan Maulana Mustofa. Selamat dari degradasi pelatnas bukan membuat dia makin semangat berprestasi.


Positif di Serena, Negatif di AS

Positif di Serena, Negatif di AS

Tim Amerika Serikat (AS) memang gagal total di ajang Hopman Cup tahun ini. Keinginan untuk meraih gelar ketujuh sudah punah.


Mulai Berusia 32 tahun, Hasrat Messi Masih Membara

Mulai Berusia 32 tahun, Hasrat Messi Masih Membara

Usia Lionel Messi menapak 32 tahun di 2019. Dia juga sudah merasakan semua gelar di ajang yang diikuti Barcelona.


Andalkan Stok Lama, Darurat Tunggal Putri

Andalkan Stok Lama, Darurat Tunggal Putri

Prestasi tunggal putri Indonesia memang kurang menjanjikan sepanjang 2018. Mereka tak mampu bersaing di turnamen sekelas BWF World Tour.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!