Sport
Share this on:

Turun di Prancis Open, Berharap Peruntungan Lain

  • Turun di Prancis Open, Berharap Peruntungan Lain
  • Turun di Prancis Open, Berharap Peruntungan Lain

PARIS - Pebulu tangkis Indonesia kembali berjibaku di Franc Open Super Series 2017. Setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang harus mundur dari persaingan lantaran Marcus cedera, Indonesia kini kembali bertumpu pada pebulu tangkis yang tersisa.

Total ada 9 pebulu tangkis Indonesia yang siap tampil di babak utama. Tunggal putra kembali menjadi sorotan setelah tidak mampu tampil optimal di Denmark Open lalu. Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang sebelumnya membuat All Indonesia Finals di Korea Open sebenarnya punya potensi itu.

“Namanya turnamen super series apapun semua bisa terjadi, sekarang peringkat tidak bisa jadi acuan,” sebut Hendry Saputra, pelatih tunggal putra Indonesia. Menurutnya, Jojo dan Ginting punya kans yang sama besar di pentas France Open kali ini.

Jojo akan menghadapi wakil Hongkong Wong Wing Ki Vincent, sedangkan Ginting berjumpa pebulu tangkis India, Parupali Kashyap hari ini. Pertandingan hari ini akan menjadi pertemuan perdana buat mereka.

“Mereka (Jojo-Ginting, Red) dalam kondisi terbaik, mereka terus berbenah dari turnamen sebelumnya,” terang Hendry. Sedangkan di ganda putri, Indonesia hanya menempatkan Greysia Polii/Apriani Rahayu seorang.

Eng Hian, pelatih ganda putri Indonesia mengatakan posisi ganda putri Indonesia saat ini tengah mencari form terbaik. Apriani yang tahun ini baru naik dari level junior sengaja diberikan porsi lebih. Beruntung, berpasangan dengan Greysia keduanya tampil menjanjikan di awal tahun.

Tercatat sudah Greysia/Apri sudah mengantongi satu gelar juara di Thailand Open GPG. Sedangkan mengacu di France Open tahun lalu, Greysia yang masih berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari finis di babak 8 besar.

Greysia/Apriani akan menjalani menghadapi Maiken Furegaard/Sara Thygesen (Denmark) pada babak pertama hari ini. “Turnamen di Eropa ini menjadi ujian buat mereka, sebelum nanti akan ada promosi degradasi di akhir tahun,” beber Eng Hian. (nap/jpnn)

Berita Sebelumnya

Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi
Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi

Berita Berikutnya

Jadi WNI, Spasojevic Ingin Tembus Timnas
Jadi WNI, Spasojevic Ingin Tembus Timnas

Berita Sejenis

Mulai Matangkan Pelapis Muda

Mulai Matangkan Pelapis Muda

Dua gelar dari Thailand Open pekan lalu menjadi tambahan motivasi bagi penggawa bulu tangkis Indonesia. Modal kepercayaan diri bertambah.


Bawa Pulang Dua Gelar dari Bangkok

Bawa Pulang Dua Gelar dari Bangkok

Pebulu tangkis Indonesia menggamit dua gelar dari turnamen Thailand Open 2018.


Harapan Gelar dari Sektor Tunggal

Harapan Gelar dari Sektor Tunggal

Persaingan menuju tangga juara Thailand Open 2018 masih terbuka lebar bagi pebulu tangkis Indonesia.


Di Thailand Open, Indonesia Berharap pada Pelapis

Di Thailand Open, Indonesia Berharap pada Pelapis

Secara kualitas pebulu tangkis dan sisi kompetitif, Thailand Open 2018 berbeda jauh dengan Indonesia Open.


Indonesia Open 2 Masih Turnamen yang Terbaik

Indonesia Open 2 Masih Turnamen yang Terbaik

Blibli Indonesia Open (BIO) 2018 sejauh ini masih menjadi turnamen terbaik di BWF World tour.


Putus Keangkeran Istora

Putus Keangkeran Istora

Indonesia memastikan dua gelar juara dari laga pemungkas Blibli Indonesia Open (BIO) 2018 di Istora Senayan, Jakarta kemarin (8/7).


Asa Tunggal Putra di Pundak Tommy

Asa Tunggal Putra di Pundak Tommy

Dua kali Tommy Sugiarto terpeleset pada babak kedua Blibli Indonesia Open (BIO) 2018.


Pebulu Tangkis Indonesia Buru Tuah Istora

Pebulu Tangkis Indonesia Buru Tuah Istora

Istana Olahraga (Istora) Senayan, Jakarta kembali menjadi venue utama pagelaran Blibli Indonesia Open (BIO) 2018.


Alarm Bahaya Tunggal Putri Pelatnas

Alarm Bahaya Tunggal Putri Pelatnas

Alarm bahaya kembali menyala bagi tunggal putri pelatnas di Blibli Indonesia Open (BIO) 2018.


Gagal di Malaysia, Tommy Bidik Indonesia Open

Gagal di Malaysia, Tommy Bidik Indonesia Open

Meski gagal meraih gelar Malaysia Open 2018, Tommy Sugiarto tidak putus asa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!