Sport
Share this on:

Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

  • Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat
  • Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

(Sebastian Vettel merayakan kemenangan GP Brasil Reuters/Ueslei Marcelino)

SAO PAULO - Dua pembalap Mercedes punya peluang besar memenangi GP Brasil dinihari kemarin. Valtteri Bottas start dari pole position, sedangkan Lewis Hamilton, yang baru saja menyegel gelar juara dunia keempat Formula 1, mampu finis di posisi keempat meski start dari pitlane.

Namun potensi besar itu sirna begitu saja di hadapan bintang Ferrari Sebastian Vettel. Poin paling krusial dari kekalahan Bottas terjadi pada saat start. Vettel memanfaatkan kekuatan traksi mobilnya untuk menusuk ke bagian kiri dalam tikungan pertama yang berbelok ke kiri.

Sebenarnya Bottas punya peluang mengambil kembali posisi terdepan di tikungan berikutnya ke kanan. Namun, terlihat ada keraguan karena khawatir terjadi senggolan yang bisa berdampak fatal.

''Masalahnya adalah wheelspin di awal start. Begit saya melepas kopling, saya merusak traksi ban. Wheelspin terjadi dan saya mengalami start buruk,'' aku Bottas.

Saat akan mengejar ketertinggalan, Bottas mengaku tidak melihat posisi Vettel di spion. Begitu sadar, rivalnya itu sudah ada di sampingnya lalu merangsek ke depan.

Bottas mengakui, andai start berlangsung sempurna bakal lebih mudah mengontrol balapan begitu keluar dari Tikungan 1dan 2. ''Tapi begitulah balapan. Hanya jika dan jika,'' ucapnya dilansir Autosport.

Start memang selalu menjadi PR besar bagi Bottas sejak masih di Williams. Bahkan akhir tahun lalu, sebelum bergabung dengan Mercedes, pembalap Finlandia itu mengaku salah satu teknik yang masih harus diperbaikinya adalah start.

Sejatinya Bottas punya satu peluang lagi mengambil kembali posisi terdepan. Yakni saat melakukan pit stop pertamanya. Strateginya melakukan undercut kepada Vettel. Namun Vettel merespon dengan melakukan pit stop di lap berikutnya.

Begitu keluar, pembalap Jerman itu berhasil kembali ke lintasan tepat di depan Bottas. Bottas kemudian berusahan menyerang lagi keluar Tikungan 3. Namun juara dunia empat kali Formula 1 tersebut mampu mempertahankan posisinya dengan menutup laju Bottas di Tikungan 4.

Setelah kegagalan kedua itu, Vettel langsung mengontrol balapan hingga finis. Bottas finis di posisi kedua dengan selisih 2,7 detik. Disusul Kimi Raikkonen (Ferrari) di posisi ketiga. Raikkonen sukses mempertahankan posisinya dari buruan Hamilton di bagian akhir lomba.

Hamilton yang memiliki pace sangat kuat, menggunakan strategi satu pit stop dalam lomba sepanjang 71 lap tersebut. Pada dua lap terakhir, pembalap Inggris mengalami lock beberapa kali pada roda depan sebelah kiri. Akibat insiden itulah, ban mobil Hamilton aus dan kehilangan momen mengejar Raikkonen.

Dengan hasil tersebut misi Bottas untuk menggeser Vettel dari posisi kedua klasemen pembalap semakin sulit. Kini, jarak poin keduanya semakin melebar. Setelah hanya tertinggal 15 poin di GP Meksiko, kini Bottas harus mengejar defisit 22 poin dari Vettel.

Padahal balapan hanya menyisakan satu seri lagi di Abu Dhabi dua pekan ke depan. Dengan poin terbesar yang bisa diraih 25. Memang peluang masih ada di seri terakhir Abu Dhabi 26 November nanti. Dengan catatan Bottas harus juara dan Vettel finis di posisi sembilan atau lebih buruk.

Di Kubu Ferrari, kemebangan di Brasil menjadi begitu berarti. Inilah kemenangan pertama setelah puasa sejak GP Hungaria akhir Juli lalu. Juga menjadi kemenangan kelima Vettel dan Ferrari musim ini. Sebuah lompatan besar mengingat musim lalu skuat Kuda Jingkrak itu tak sekalipun memenangi lomba.

''Saya rasa untuk saat sekarang, (kemenangan) ini merupakan kelegaan yang luar biasa,'' ucap Vettel.

Dia mengakui, balapan di Interlagos merupakan salah satu yang terberat. Pace antara dirinya dan Bottas nyaris sama. Karena itu tidak ada ruang untuk berbuat kesalahan sepanjang balapan.

Balapan terakhir musim ini bakal berlangsung di Abu Dhabi 26 Oktober. Jika melihat karakter sirkuit, Mercedes masih akan kuat. Namun Red Bull punya catatan kemenangan tiga kali di sirkuit Yas Marina. Ketiga kemenangan Red Bull tersebut didapat bersama Vettel pada 2009, 2010, dan 2013. Artinya, peluang Bottas menantang Vettel akan sangat berat. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Ibu Marquez Minta Zarco “Tenang”
Ibu Marquez Minta Zarco “Tenang”

Berita Berikutnya

Awal Mulus untuk Federer
Awal Mulus untuk Federer

Berita Sejenis

Juara Lagi, Marquez Kin9 of the Ring

Juara Lagi, Marquez Kin9 of the Ring

''Saya akan menikmati balapan akhir pekan ini.'' Itulah janji Marc Marquez sebelum rangkaian GP Jerman dimulai akhir pekan lalu.


Harapan Gelar dari Sektor Tunggal

Harapan Gelar dari Sektor Tunggal

Persaingan menuju tangga juara Thailand Open 2018 masih terbuka lebar bagi pebulu tangkis Indonesia.


Putus Keangkeran Istora

Putus Keangkeran Istora

Indonesia memastikan dua gelar juara dari laga pemungkas Blibli Indonesia Open (BIO) 2018 di Istora Senayan, Jakarta kemarin (8/7).


Juara Bertahan Muguruza Angkat Koper

Juara Bertahan Muguruza Angkat Koper

Wimbledon tahun ini benar-benar tidak bersahabat untuk para unggulan tunggal putri.


Vinales Optimis, Rossi Pesimis

Vinales Optimis, Rossi Pesimis

Kemenangan fantastis Marc Marquez di GP Belanda, Minggu lalu, semakin mengukuhkan posisinya sebagai pimpinan klasemen sementara pembalap dengan keunggulan nyama


Momen Pas Bottas untuk Unjuk Kemampuan

Momen Pas Bottas untuk Unjuk Kemampuan

Kalau ada pembalap yang paling tidak beruntung di grid Formula 1 saat ini, dia adalah Valtteri Bottas.


Mesin Baru, Vettel Optimis Menangi Balapan

Mesin Baru, Vettel Optimis Menangi Balapan

Setelah satu dekade absen dari kalender balap Formula 1, GP Prancis kembali datang ke Prancis.


Balapan 2019, Resmi Berganti Red Bull-Honda

Balapan 2019, Resmi Berganti Red Bull-Honda

Keputusan besar itu telah diambil. Tim juara empat kali Formula 1 Red Bull Racing mengumumkan bakal menggunakan mesin Honda mulai musim depan.


Marquez Tak Perhitungkan Lorenzo

Marquez Tak Perhitungkan Lorenzo

Kemenangan bintang Ducati Jorge Lorenzo di dua balapan terakhir membuat namanya kini masuk dalam bursa calon juara dunia 2018.


Wilder vs Joshua Makin Dekat

Wilder vs Joshua Makin Dekat

Duel unifikasi tinju juara dunia kelas berat antara sang penguasa sabuk versi WBC Deontay Wilder kontra Joshua makin mendekati kenyataan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!