Sport
Share this on:

Warriors Juara Back to Back

  • Warriors Juara Back to Back
  • Warriors Juara Back to Back

CLEVELAND - Tak ada penundaan pesta. Golden State Warriors memang terlalu digdaya bagi Cleveland Cavaliers. Di game keempat yang berlangsung Quicken Loans Arena, markas Cavaliers kemarin, Stephen Curry dkk mengunci gelar juara keenam dengan menghempaskan Cavaliers 108-85.

Warriors pun resmi menjadi tim kesembilan dalam sejarah yang mampu menyapu bersih empat kemenangan di final NBA. “Perjalanan tahun ini tidak semudah tahun lalu,” ucap Curry dilansir ESPN usai penyerahan trofi Larry O'Brien kemarin.

“Tantangan terus bertambah. Dan pada Oktober nanti kami ingin kembali di posisi ini. Ini benar-benar luar biasa,” tambahnya.

Gelar ini membuat Warriors sukses menjadi juara secara back to back. Tim asuhan Steve Kerr ini juga mencatatkan diri menjadi tim keempat dalam sejarah yang mampu menguasai tiga gelar dalam empat musim. Tiga tim lain yang mampu melakukan itu hanya Boston Celtics, Los Angeles Lakers, dan Chicago Bulls.

Total Warriors kini telah mengumpulkan enam titel juara. Selain menjadi kampiun pada tahun ini dan tahun lalu, mereka juga menjadi yang terbaik pada 2015, 1975, 1956, dan 1947.

Jika komposisi All-Star mereka yakni Curry, Kevin Durant, Klay Thompson, dan Draymond Green masih bertahan, bukan tidak mungkin dinasti kejayaan Warriors di NBA masih berlanjut dalan satu, dua, atau tiga tahun mendatang.

“Lihatlah, kami memang yang terbaik saat ini,” ucap Durant, small forward Warriors. “Kesulitan apapun yang kami hadapi musim ini, itu hanya membuat kami menjadi lebih baik,” tambahnya.

Durant kemarin kembali tampil digdaya dengan mengemas triple double 20 poin, 10 assist, dan 12 rebound. Makin lengkap karena MVP NBA 2014 itu juga ditahbiskan sebagai MVP Final, menyingkirkan kandidat kuat lain yakni Curry. Ini sekaligus menjadi kali kedua secara beruntun mantan pemain Oklahoma City Thunder tersebut merengkuh trofi itu.

Saat laga masih tersisa 4 menit 3 detik, suasana pesta juara Warriors sudah tercium. Saat itu Cavaliers sudah tertinggal 25 poin (77-102).

Ditariknya LeBron waktu itu menandakan tuan rumah telah mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Sesaat sebelum menuju bench, LeBron menyempatkan diri melakukan tos dengan rekan setim maupun para pemain Warriors yang ada di lapangan.

Itu benar-benar menjadi tos terakhir LeBron untuk para pemain Warriors. Sebab, sesaat setelah buzzer tanda pertandingan berakhir, MVP NBA empat kali itu langsung ngacir menuju ruang ganti.

“Saya emosi karena tidak bisa mendapatkan momen seperti ini saat bertandang ke markas Golden State,” ucap LeBron.

Dia mengaku bermain di tiga game terakhir dengan menahan sakit di tangan kanan. Cedera itu dia dapat lantaran memukulkan tangannya sendiri pada papan whiteboard gara-gara frustasi pasca kalah di game pertama. (irr/tom/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!