Sport
Share this on:

Wasit Ancam Boikot Serena

  • Wasit Ancam Boikot Serena
  • Wasit Ancam Boikot Serena

NEW YORK CITY - Setelah tiga hari terakhir diam, beberapa pihak akhirnya buka suara mendukung wasit Carlos Ramos. Wasit asal Portugal itu sampai saat ini terus menjadi bahan kritik para pendukung Serena Williams.

Itu pasca keputusannya memberikan tiga kali penalti untuk Serena di final grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka pada Minggu (9/9). Sumber The Guardian menyebutkan, beberapa wasit bahkan mulai mengusulkan untuk melakukan boikot terhadap seluruh laga Serena Williams di masa yang akan datang.

Ada juga yang mendesak untuk segera membentuk organisasi serikat wasit untuk mengatasi masalah-masalah serupa.

“Komunitas wasit banyak yang kecewa dengan kejadian ini. Itu karena tidak ada satu lembaga pun yang berdiri di belakang mereka untuk mendukung,” ucap sumber The Guardian. Sumber ini diklaim sebagai sosok senior di kalangan wasit tenis dunia.

Para wasit berfikir kejadian serupa bisa terjadi kepada mereka kapan saja. Kondisi jadi tidak adil karena wasit terikat aturan untuk dilarang berbicara di hadapan publik sesuai dengan kontrak kerja yang mereka tanda tangani.

Di lain sisi, Serena bisa berbicara sesuka hatinya di hadapan media. Pemilik 23 titel grand slam itu bahkan menuduh Carlos membuat keputusan berbau seksis dengan mamberinya tiga penalti langsung di satu set.

“Jika berbicara di depan media tidak boleh, lalu organisasi-organisasi resmi malah ikut melawan keputusan wasit, lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang wasit?,” ucap sumber The Guardian menirukan kegelisahan pada wasit.

Federasi Tenis Internasional (ITF) memang mengeluarkan statement resmi mendukung Ramos pada Selasa. Namun, itu dinilai tidak cukup lantaran sudah sangat terlambat yakni dua hari pasca kejadian. Di lain sisi, Federasi Tenis Wanita (WTA) dan Federasi Tenis AS (USTA) langsung mengeluarkan statement mendukung Serena pasca kejadian tersebut.

Di lain sisi, Ramos akhirnya buka suara lewat koran lokal Portugal Tribunal Expresson. Dia hanya berkomentar singkat. Menyebut dirinya dalam kondisi baik-baik saja di tengah isu miring yang tengah berkembang. “Tak perlu khawatir tentang saya,” ucapnya.

Dalam statemet resmi, ITF menyebut keputusan Ramos menjatuhkan tiga penalti kepada Serena telah sesuai dengan aturan yang berlaku. ITF juga langsung memberi tugas Ramos seperti biasa. Dia akan kembali memimpin pertandingan semifinal Piala Davis antara Kroasia melawan AS pada Jumat.

“Tuan Ramos adalah salah satu wasit paling berpengalaman dan disegani di tenis,” tulis ITF dalam rilis resmi mereka.

Legenda tenis putri Martina Navratilova ikut mengkritik aksi Serena yang tampak berlebihan memprotes keputusan Ramos di lapangan. Pemilik 18 titel grand slam itu menyatakan Serena seharusnya bisa melakukannya dengan lebih sopan.

“Kita tidak bisa mengukur perbuatan kita sendiri. Ini adalah sikap yang seharusnya tidak dilakukan di atas lapangan,” ucap Navratilova.

Ramos adalah satu satu wasit paling berpengalaman di tour. Pria 47 tahun itu sudah pernah memimpin final di empat grand slam berbeda. Dia juga sudah pernah memimpin laga final Olimpiade. Selama ini Ramos memang terkenal kaku di atas lapangan. Keputusannya tegas dan tidak kenal kompromi.

Sebelum Serena, beberapa petenis top dunia lain juga sudah pernah merasakan ketegasannya. Andy Murray, Venus Williams, Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Nick Kyrgios juga pernah mendapat hukuman violations dari Ramos. (irr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

De La Hoya Ingin Jadi Presiden
De La Hoya Ingin Jadi Presiden

Berita Sejenis

Ramos Nggak Kapok

Ramos Nggak Kapok

Carlos Ramos tak kehilangan ketegasannya gara-gara masalah yang dia hadapi dengan Serena Williams di final grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka pekan lalu (9


Belum Saatnya Juara Serena

Belum Saatnya Juara Serena

Serena Williams masih jauh dari performa terbaiknya.


Cornet sang Penakluk Raksasa

Cornet sang Penakluk Raksasa

Rasanya baru kemarin Angelique Kerber mencium trofi juara Wimbledon 2018. Saat itu dia begitu perkasa di hadapan sang ratu tenis Serena Williams.


Serena Comeback di Rogers Cup

Serena Comeback di Rogers Cup

Serena Williams memutuskan kembali mengayunkan raket di ajang Rogers Cup. Kali terakhir dia tampil adalah di final Wimbledon (15/7).


Serena bisa Bangkit lagi di AS Terbuka

Serena bisa Bangkit lagi di AS Terbuka

Tampilnya Serena Williams di final grand slam Wimbledon Sabtu kemarin (14/7) seakan memberi rambu, mendapatkan performa terbaik.


Kesempatan Kerber Balas Dendam

Kesempatan Kerber Balas Dendam

Pengamat tenis Lukas Weese dilansir The Week mengucapkan, servis Serena Williams di grand slam Wimbledon ini telah kembali menakutkan.


Cedera Otot Tangan, Serena Pilih Mundur

Cedera Otot Tangan, Serena Pilih Mundur

Keinginan fans tenis dunia kembali menyaksikan duel klasik tunggal putri antara Serena Williams kontra Maria Sharapova gagal terwujud.


Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Drawing babak utama Prancis Terbuka berpeluang menghadirkan pertandingan seru. Yakni, duel klasik antara Serena Williams melawan Maria Sharapova.


Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Comeback, Serena Bukan Unggulan di Prancis Terbuka

Mantan ranking satu dunia tunggal putri Serena Williams memutuskan tampil untuk kali pertama di ajang grand slam tahun ini melalui Prancis Terbuka.


IAAF Ancam Depak Rusia Permanen

IAAF Ancam Depak Rusia Permanen

IAAF memutuskan mempertahankan sanksi terhadap RUSAF. Bahkan mengancam membuatnya menjadi permanen.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!