Sport
Share this on:

Wozniacki Tantang Helep di Final Mayor Pertamanya

  • Wozniacki Tantang Helep di Final Mayor Pertamanya
  • Wozniacki Tantang Helep di Final Mayor Pertamanya

Wozniacki.

MELBOURNE - Ketika sudah berkali-kali mengetuknya, cepat atau lambat pintu itu akan terbuka. Itu pula yang telah dilakukan Simona Halep dan Caroline Wozniacki.

Setelah berkali-kali berjuang membuka pintu di babak final Grand Slam, untuk kali pertama keduanya menggenggam peluang membawa pulang trofi turnamen mayor.

Sabtu besok (27/1) salah satu dari mereka bakal membawa pulang gelar Australia Terbuka. Wozniacki lebih dulu mengamankan satu kursi di babak puncak usai mencukur petenis Belgia Elise Mertens dua set langsung 6-3, 7-6 (2). Butuh 22 game untuk menyelesaikan laga di semifinal tersebut. Wozniacki mencatat statistik keberhasilan servis yang solid pada pertandingan kemarin pagi. Yakni, 84 persen pada kesempatan pertama dan 53 persen di servis kedua.

Petenis Denmark itu mengandalkan kekuatan servisnya untuk mendominasi set pertama. Namun, mulai terlihat gugup saat melakoni set kedua. Tujuh kali servisnya luput, sehingga set kedua harus diselesaikan melalui rubber game.

Wozniacki berhasil menembus babak puncak Grand Slam untuk kali pertama sejak Amerika Serikat Terbuka 2014. Penampilan pertamanya di final terjadi di turnamen yang sama lima tahun sebelumnya, AS Terbuka 2009. Hasilnya, 0-2. Semua penampilan terbaiknya itu terjadi di lapangan keras.

Saat sampai di final Australia Terbuka kali ini, petenis 27 tahun tersebut sudah memenangi 14 dari 15 pertandingan di lapangan keras. Jadi kondisi petenis yang pernah menduduki rangking satu dunia pada Oktober 2010 itu memang sedang on fire.

Sedangkan lawannya, Simona Halep memastikan diri menjadi penantang Wozniacki usai berjibaku tiga set menghadapi juara bertahan Australia Terbuka, Angelique Kerber. 6-3, 4-6, 9-7. Pada pertandingan tersebut petenis Rumania itu tampil habis-habis melewati semua rintangan terburuk yang bisa terjadi dalam sebuahpertandingan.

Baik Halep dan Kerber sama-sama sempat mencapai match point. Itu berarti hanya kesalahan kecil yang akhirnya menjegal langkah mereka sendiri menuju babak puncak. Keduanya juga menampilkan permainan bertahan yang luar biasa. Reli-reli panjang pada pertandingan tersebut sudah pasti lebih menguras stamina Halep ketimbang lawannya di final nanti, Wozniacki.

Dua rival yang telah mengukuhkan diri sebagai finalis Australia Terbuka ini memiliki kesamaan. Keduanya pernah bertengger di puncak rangking WTA sebagai petenis tunggal putri nomor satu dunia, tapi sama-sama belum pernah merasakan gelar juara Grand Slam. Sabtu besok, semuanya akan berubah. Salah satu dari mereka tidak hanya pulang membawa trofi juara, tapi juga kembali ke puncak rangking dunia.

Final kali ini juga bisa dikatakan ideal. Halep adalah unggulan pertama, sedangkan Wozniacki kedua. Kedunya juga penghuni peringkat teratas rangking WTA saat ini, Jadi nyaris mustahil untuk memprediksi siapa yang bakal keluar sebagai kampiun. Usia keduanya hanya terpaut satu tahun. Hanya saja, pengalaman Wozniacki bertarung di level atas Grand Slam lebih teruji ketimbang Halep yang lebih “mentah”.

Jika menengok pertandingan keduanya di semifinal, jelas Wozniacki juga lebih fresh ketimbang Halep. Wozniacki tak perlu menyelesaikan pertarungan melalui tiebreak. Selain itu, Halep sudah sampai titik kemampuan teratasnya untuk bisa menjungkalkan Kerber di semifina. Di sisi lain, keduanya sama-sama hanya memiliki waktu satu hari untuk beristirahat.

''Saya hanya ingin bertanding, bersenang-senang, dan menikmati momen (final) itu,'' ujar Wozniacki dikutip Guardian. Dia bahkan tak menyangka bisa melangkah sejauh ini di Australia Terbuka. Sabtu besok, lanjutnya, akan menjadi momen menbanggakan dalam karirnya. Untuk tidak menyiakan peluang itu, karib Serena Williams tersebut berjanji bakal bertarung habis-habisan untuk menumbangkan Halep.

Keduanya, sudah bertemu enam kali sejauh ini. Empat di antaranya dimenangi Wozniacki. Pertemuan terakhir mereka terjadi di WTA Championships 2017. Di sana Wozniacki menang straight set. Halep selalu kalah di tiga pertandingan terakhir. Sementara kekalahan terakhir Wozniacki atas Halep terjadi pada Dubai Tennis Championships 2015 silam. Namun Halep punya kelebihan statistik atas Wozniacki ketika bertarung di lapangan keras terbuka, yakni 2-1.

Bagi Halep, inilah peluang emasnya untuk mengobati kekecewaan yang terus hidup sampai saat ini akibat kekalahannya di final Prancis Terbuka tahun lalu. Saat itu dia sudah unggul 4-1 atas Jelena Ostapenko di set terakhir. Tapi akhirnya dia kalah.

Kekalahan yang dia sebut lebih menyakitkan ketimbang saat kandas di babak terakhir Prancis Terbuka 2014 ketika berhadapan dengan Maria Sharapova. ''Saya ingin melakukan yang terbaik. Saya tidak akan berpikir tentang gelar. Jika sudah saatnya tiba, (gelar) itu akan datang dengan sedirinya,'' ucapnya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun
Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun

Berita Berikutnya

Stoner Masih Cepat
Stoner Masih Cepat

Berita Sejenis

Jangan Tunda Lagi Halep

Jangan Tunda Lagi Halep

Satu lagi kesempatan datang untuk Simona Halep untuk merengkuh trofi mayor pertamanya sepanjang karir.


Kalahkan Kazakhstan, Indonesia ke Final Lienvietpostbank

Kalahkan Kazakhstan, Indonesia ke Final Lienvietpostbank

Penampilan apik tim nasional voli putra Indonesia di Turnamen Bola Voli Internasional Piala Lienvietpostbank.


Tembok China Itu Akhirnya Runtuh Juga

Tembok China Itu Akhirnya Runtuh Juga

Pantas saja bila tim Uber Thailand mengalahkan Indonesia di babak perempat final.


Kecolongan di Ganda Kedua, Tim Uber Gagal ke Semifinal

Kecolongan di Ganda Kedua, Tim Uber Gagal ke Semifinal

Indonesia dikalahkan Thailand pada perempat final Uber Cup 2018.


Revans Final Tahun Lalu

Revans Final Tahun Lalu

Aksi Jayson Tatum menggagalkan serangan terakhir Philadelphia 76 ers saat Game 5 babak kedua playoff.


Halep Tumbang Di Perempat Final

Halep Tumbang Di Perempat Final

Satu lagi petenis unggulan di Madrid Open tumbang secara mengejutkan.


Owi/Butet Kalah Lagi di Final

Owi/Butet Kalah Lagi di Final

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus berjuang lebih keras untuk mengakhiri paceklik gelar yang mereka alami.


Nadal Masih Terlalu Kuat

Nadal Masih Terlalu Kuat

Prediksi Dominic Thiem bakal memberikan perlawanan sengit saat bertemu petenis nomor satu dunia Rafael Nadal di perempat final Monte Carlo Masters kemarin pupus


Berat, Langkah Samator ke Final Four

Berat, Langkah Samator ke Final Four

Final four putaran kedua Proliga 2018 di GOR Sritex Arena, Solo, hari ini hingga 8 April mendatang dipastikan akan jadi laga panas.


Laga Pertama Langsung ke Final

Laga Pertama Langsung ke Final

Final Miami Open mempertemukan dua juara baru Grand Slam.



Populer

fikri lebaran

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!