Sport
Share this on:

Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

  • Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras
  • Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

TERMAS DE RIO HONDO - Sudah lama padam, api pertikaian antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali dipantik. Kali ini, Marquez yang menyulutnya. Meski pusat perhatian akan tertuju pada Rossi, namun sebenarnya Marquez sedang menebar permusuhan dengan nyaris seluruh pembalap.

Marquez membalap kesetanan setelah race direction menghukumnya dengan drive through penalty. Hukuman itu dijatuhkan lantaran motor sang juara bertahan macet saat akan start. Setelah melakoni penalti tersebut, posisi pembalap 25 tahun terjun bebas dari pimpinan lomba ke urutan 19. Tak mau kehilangan banyak poin Marquez berduel habis-habisan dengan siapapun.

“Korban” pertamanya pembalap Aprilia Aleix Espargaro. Diseruduk di tikungan 13 lap 9 Espargaro terpaksa melebar agar tidak terjatuh dari motornya. Insiden itu membuat Marquez kembali dijatuhi penalti kedua, yakni mundur satu posisi. Tapi hukuman tak menyurutkan agresifitas Marquez.

Korban berikutnya adalah Franco Morbidelli (Marc VDS-Honda) dan Takaaki Nakagami (LCR-Honda) yang disalipnya dari sisi dalam tikungan dan bersenggolan. Puncaknya, ketika berebut posisi enam dengan Valentino Rossi saat balapan hanya menyisakan dua lap.

Marquez menyodok jalur balap yang sebenarnya milik Rossi dari sisi dalam. Tabrakan tak terhindarkan. Tepat di tikungan yang sama (13) saat dia menerombol Espargaro. Motor Rossi melebar, rodanya menerabas rumput di sisi lintasan yang masih basah dan terjatuh.

Setelah diinvestigasi, pengawas balapan menjatuhkan penalti ketiga kepada Marquez yakni pemotongan 30 detik. Marquez yang seharusnya finis kelima akhirnya mundur ke posisi 18. Nol poin untuk Marquez di GP Argentina. Sementara Rossi finis di posisi 19, akibat insiden tersebut. Juga pulang tanpa poin.

''Aku tidak apa-apa. Tapi dia merusak olahraga ini dengan tidak menghormati lawan-lawannya. Tidak akan pernah,'' tanggap Rossi usai lomba seperti dilansir Crash. Marquez sudah mencoba mendatangi garasi Yamaha untuk meminta maaf secara langsung. Tapi oleh sahabat Rossi, Uccio dia diusir. Situasinya masih sangat emosional saat itu.

Insiden tersebut kembali mengingatkan pada peristiwa yang nyaris sama tiga tahun lalu. TKP-nya juga sama, di Termas de Rio Hondo. Namun saat itu Marquez yang terjatuh di lap terakhir setelah berduel sengit dengan Rossi.

Saat keluar tikungan dan akan membalikkan posisi motor, bagian belakang tunggangan Rossi menghajar bagian depan motor Marquez. Akibatnya, Marquez terjengkang. Sejak dari sana Marquez dan Rossi mulai terlibat hubungan panas-dingin dengan Rossi.

Rossi menyebut manuver Marquez yang berbahaya itu sudah dilakukannya sejak sesi latihan hari pertama Jumat (6/4). Marquez memang sempat terlibat senggolan dengan Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso. Posisinya juga sama. Marquez menyeruduk dari sisi dalam tikungan.

''Dia (Marquez) melakukannya dengan sengaja, karena dia menyasar kaki (lawan). Jadi antara kaki dengan motor, karena dia tahu dia tidak mungkin terjatuh dengan cara itu. Dia berharap lawannya jatuh,'' tuding Rossi.

Tapi Marquez berkukuh bahwa tidak ada yang “gila” dalam manuvernya terhadap Rossi. Insiden terjadi sebagai dampak kondisi permukaan lintasan yang sulit. ''Harus dimengerti bagaimana kondisi trek. Tentu trek sudah mulai kering, tapi saya mengambil yang bagian basah. Lalu ban depanku terkunci, lalu saya otomatis melepas rem (dan menabrak Rossi),'' tukasnya.

Dia menyamakan dengan insiden antara Johan Zarco (Tech3-Yamaha) dengan Daniel Pedrosa (Repsol Honda) di awal lomba. Saat itu Zarco juga melakukan manuver yang sama dengan Marquez dan mengakibatkan Pedrosa mengalami highside dan gagal meneruskan lomba.

Yamaha mendatangi pengawas lomba usai balapan. Mereka mendesak dilakukan evaluasi atas aksi Marquez sepanjang akhir pekan di Argentina. Bos Movistar Yamaha Lin Jarvis menyebut aksi Marquez tidak bisa diterima karena begitu membahayakan keselamatan banyak pembalap lainnya.

''Kami bukan pihak yang akan membuat keputusan. Tapi setidaknya, kami ingin memberikan opini yang jelas. Karena kali ini kami korbannya, dan lain waktu bisa orang lain,'' tandasnya.

Musim 2018 sebenarnya sudah dimulai dengan dua balapan yang sangat seru. Pertarungan di rombongan terdepan tak lagi dikuasai dua pabrikan. Dengan kejadian di Argentina dinihari kemarin, tensi balapan di seri-seri berikutnya sudah pasti memanas. Meski seru dari sudut pandang penonton, balapan bisa jadi sangat berbahaya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara
Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Insiden antara Valentino Rossi (Yamaha) dan Marc Marquez (Honda) di GP Argentina (8/4) menjadi berkah bagi Andrea Dovizioso.


Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki Buru Tandatangan Lorenzo

Suzuki masih kesulitan mengembalikan performa terbaiknya setelah ditinggal Maverick Vinales ke Yamaha akhir 2016 lalu.


Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Perseteruan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Repsol Honda Marc Marquez membuat CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta merasa harus turun gunung.


Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

MotoGP 2018 baru memasuki seri kedua. Tapi pilot Movistar Yamaha Maverick Vinales tak mampu lagi menahan frustasi.


Ambil Tes Privat Agar Makin Solid

Ambil Tes Privat Agar Makin Solid

Posisi tertinggal 0-1 dari Ducati membuat Honda merasa perlu mempersiapkan diri lebih matang menghadapi seri-seri berikutnya.


Di Bahrain, Ferrari Bisa Lebih Kencang

Di Bahrain, Ferrari Bisa Lebih Kencang

Kemenangan Ferrari di GP Australia menyalakan alarm peringatan bagi Mercedes.


Pemain Bakal Lebih Capek

Pemain Bakal Lebih Capek

Ciputra Hanoi-Yonex Sunrise Vietnam International Challenge 2018 harus ditunda.


Mending Celaka Ketimbang Kalah

Mending Celaka Ketimbang Kalah

Makin bersinarnya bintang muda Red Bull Max Verstappen berdampak pada terus meredupnya pamor rekan satu timnya yang lebih senior Daniel Ricciardo.


Jangan Berharap Banyak, Yamaha!

Jangan Berharap Banyak, Yamaha!

Sembilan hari tes pra musim MotoGP sudah dilalui, namun Yamaha tak kunjung puas dengan hasilnya.


Soal Pengembangan, Yamaha Terpecah

Soal Pengembangan, Yamaha Terpecah

Tim Movistar Yamaha kini punya pekerjaan ekstra untuk meladeni dua pembalapnya.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!