Traveling
Share this on:

Tarpin Alas Sukses Jalan Mundur ke Gunung Bromo dan Semeru 180 Kilometer

  • Tarpin Alas Sukses Jalan Mundur ke Gunung Bromo dan Semeru 180 Kilometer
  • Tarpin Alas Sukses Jalan Mundur ke Gunung Bromo dan Semeru 180 Kilometer

PROBOLINGGO - Aksi Tarpin Alas memecahkan rekor dunia berjalan mundur 180 kilometer dari kampung Celaket ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru kemarin, menjadi momen sukses International Celaket Cross Culture Festival (ICCCF) 2016. Kemarin, seluruh warga Celaket, tokoh spiritual Tengger, pejabat, budayawan hingga seniman tradisional Malang Raya, mengantarkan keberangkatan Tarpin dengan atmosfer spiritual yang kental.

Angin berhembus kencang saat Ki Bariyo dari desa Tengger, mengucap japa mantra di lapangan kampung Celaket, siang kemarin. Suaranya yang serak berdesakan di antara awan mendung dan riuh rendah gending jaranan yang repetitif.

Lalu siapa Tarpin Alas?. Dia pendaki gunung asal Tumpang yang ingin memecahkan rekor dunia berjalan mundur ke gunung Bromo dan Semeru. Tarpin Alas bersila di atas meja, menghadap Ki Bariyo yang duduk di bawah.

Japa mantra tokoh spiritual Bromo ini, makin terasa magis karena dikelilingi bau kemenyan, kendi air dan sesajen yang ada di bawah meja. Tokoh budayawan Sujiwo Tejo, ikut ngelesot. Dia mendengar dengan seksama, serta memperhatikan Ki Bariyo saat merapal doa.

?Konco-konco tekan etan kulon lor kidul nduwur isor, nyakseni budale jabang bayi Tarpin, jenang abang jenang putih, sing tengah mbalik tengah.? Secuil bait doa Ki Bariyo, tampak membuat Sujiwo terpana. Dia begitu seksama menikmati aura spiritual yang didatangkan rapalan doa berbahasa Jawa itu.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, pun tampak ragu berdiri di samping Tarpin. Apalagi bau kemenyan yang menusuk hidung, memperkuat keraguannya. Namun, ditemani Hanan A Jalil, Penanggungjawab ICCCF 2016, Gus Ipul menguatkan diri untuk tetap menyaksikan prosesi pelepasan Tarpin Alas yang diiringi klenik dan aroma budaya Jawa nan kental.

Setelah japa mantra selesai, Ki Bariyo, mengingatkan Tarpin Alas dan rekan-rekannya yang ingin naik gunung, untuk tidak sembarangan. ?Pesan saya, jangan sembarangan dan seenaknya saat naik gunung. Hormati lingkungan dan jaga pegunungan. Jangan guyon sembarangan juga,? ujar Ki Bariyo dalam bahasa Jawa Tenggernya yang khas.

Ki Bariyo, juga memberi selendang yang telah dijampi-jampi untuk ?melindungi? Tarpin selama perjalanan. Dia juga menyuruh Tarpin, cuci muka dengan air yang telah didoakan. Lalu, Gus Ipul dan Sujiwo Tejo, meminumkan air kendi yang sudah ikut prosesi doa pemberangkatan, kepada Tarpin.

Setelah prosesi pelepasan dengan budaya Jawa selesai, Tarpin Alas, mengenakan dua kaca spion buatan sendiri, ke tubuhnya. Dengan kaca spion inilah, Tarpin akan berjalan mundur, menjelajah dua gunung di Jawa Timur tersebut. Aksi jalan mundurnya, dikawal rekan-rekannya, yang mengendarai satu mobil dan beberapa motor.

Saat Tarpin keluar dari perkampungan Celaket dan berjalan mundur di jalan protokol, aksinya memancing perhatian dan rasa penasaran warga. Kepada Malang Post, Tarpin mengatakan dirinya akan menuju gunung Bromo dan Semeru, lalu turun lagi menuju kampung Celaket.

?Perkiraannya, saya akan jalan mundur selama 8 hari,? kata Tarpin, yang diwawancarai sebelum prosesi pelepasan.

Dia mengaku sudah pernah menempuh jalan mundur naik gunung sebanyak tiga kali. Namun, kali ini Tarpin merasakan tantangan lebih, karena jarak yang dia tempuh makin jauh. Karena itu, kesiapan fisik dan mental adalah hal terpenting sebelum menempuh aksi jalan mundur ke Gunung Bromo dan Semeru.

?Kalau begini harus kuat fisik dan mental. Soal makanan, saya bawa yang praktis saja di backpack. Saya sudah tiga kali jalan mundur ke gunung. Kesulitan utama bukan masalah makanan, tapi rute. Saat jalan menanjak, itu tantangan terberat,? sambung pria 51 tahun tersebut.

Dalam perjalanan mundurnya ke Gunung Bromo dan Semeru,Tarpin membagi rute menjadi lima etape. Tujuannya, agar dia bisa istirahat, untuk makan dan minum sebelum melanjutkan perjalanan. Sementara itu, Gus Ipul mengaku kagum dan menyanjung sosok Tarpin Alas yang bikin aksi pecah rekor dunia jalan mundur ke gunung.

?Tarpin ini sosok luar biasa, karena jalan maju saja susah saat naik gunung, apalagi jalan mundur. Karena itu, kami mengapresiasi pria seperti Tarpin,? kata Gus Ipul.

Dia menyebut, selain aksi nyeleneh yang mengundang decak kagum dan keheranan, Gus Ipul juga memuji Tarpin dan prosesi pemberangkatannya, yang membawa pesan kepedulian lingkungan.

Menurut Wagub Jatim, seluruh pendaki yang biasa naik ke Semeru dan Bromo, tidak boleh merusak lingkungan. ?Misi yang dibawa bagus. Karena dia juga mendorong kepedulian dan kebersihan lingkungan, utamanya di atas pengunungan,? jelas Gus Ipul.

Dia berharap, aksi Tarpin sukses dan mencatat rekor dunia serta membawa prestasi untuk Malang.(fino yudistira/han)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dinobatkan Kampiun Wisata Halal di Dunia,Indonesia Ungguli 130 Negara

Dinobatkan Kampiun Wisata Halal di Dunia,Indonesia Ungguli 130 Negara

Di tengah maraknya bencana alam dan aksi teror lima tahun terakhir, Indonesia masih menjadi sasaran wisata halal dunia.


Tempat Wisata di Bali yang Ngehits, tapi Bisa Dikunjungi dengan Budget Minim dan Murah

Tempat Wisata di Bali yang Ngehits, tapi Bisa Dikunjungi dengan Budget Minim dan Murah

Tempat wisata di Bali sudah pasti menarik setiap wisatawan untuk mengunjunginya.


Dampak Erupsi Gunung Agung, Kunjungan Wisman Turun

Dampak Erupsi Gunung Agung, Kunjungan Wisman Turun

Erupsi Gunung Agung berpengaruh cukup besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.


Menikmati Nuansa Hutan Cagar Alam di Moga, Pemalang

Menikmati Nuansa Hutan Cagar Alam di Moga, Pemalang

Cempaka Wulung dan Hutan Gondang Kinasih (CWGK) mulai digagas sebagai embrio di Desa Wisata Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang.


Body Rafting di Keindahan Alam nan Asri, ke Ranto Canyon Saja...

Body Rafting di Keindahan Alam nan Asri, ke Ranto Canyon Saja...

Eksotisme alam dan tantangan adrenalin yang ditawarkan kawasan wisata Ranto Canyon masih menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.


Peran Penting Jalan Veteran sebagai Kawasan Niaga Surabaya

Peran Penting Jalan Veteran sebagai Kawasan Niaga Surabaya

Selain sebagai jalan penghubung, Jalan Veteran juga digunakan sebagai tempat penurunan bahan-bahan hasil pertanian.


Cerita Mistis Keindahan Pulau Mintin, Dijaga Dua anak Raja, Naga, dan Buaya

Cerita Mistis Keindahan Pulau Mintin, Dijaga Dua anak Raja, Naga, dan Buaya

Pulau Mintin merupakan pulau yang terletak di tengah Sungai Kahayan, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).


Menelusuri Eksotika Goa Laren di Kecamatan Bantarbolang, Pemalang

Menelusuri Eksotika Goa Laren di Kecamatan Bantarbolang, Pemalang

Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang memiliki potensi sebagai wisata alam dan religi yang dapat berkembang.


Saatnya Berburu Budaya dan Kuliner Asia

Saatnya Berburu Budaya dan Kuliner Asia

Negara-begara di Asia memiliki beragam budaya yang menarik. Entah itu budaya maupun kulinernya.


Melihat dari Dekat Batu Kuangang dan Batu Buaya

Melihat dari Dekat Batu Kuangang dan Batu Buaya

Ada beberapa situs sejarah di Manado. Dua di antaranya Batu Kuangang dan Batu Buaya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!