Berpotensi Menimbulkan Penyalahgunaan Wewenang, Surat Edaran Bupati Terkait Persekat Menuai Kritikan

SLAWI - Surat edaran bupati tentang aksi dukung Persekat pada Liga 2 PSSI tahun 2021 menuai kritikan. Karang Taruna Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi mengkritik kebijakan tersebut karena bisa berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang.

Ketua Karang Taruna Desa Dukuhsalam Ismet Gunawan, Jumat (7/10) mengatakan, surat edaran bupati ditujukan pada staf ahli bupati, asisten sekda, kepala perangkat daerah, pimpinan PDAM, pimpinan Bank TGR, pimpinan BKK dan seluruh kepala desa se Kabupaten Tegal.

Menurutnya, dengan adanya surat edaran tersebut justru dapat berpotensi timbulnya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang disebutkan dalam SE itu.

Penyalahgunaan yang dimaksud, tambah Ismet, mereka bisa saja menggunakan anggaran yang sumbernya dari keuangan negara untuk membeli produk resmi Persekat seperti jersey, kaos, souvenir dan lainnya.

Dengan begitu, tentunya akan menjadi persoalan baru. Kalau bupati akan melakukan dukungan terhadap Persekat, bisa menggunakan anggaran dari APBD.

"Toh banyak dana hibah yang dialokasikan untuk ormas lain, kenapa untuk Persekat tidak bisa," tambahnya.

Jika hendak memberikan dukungan, lanjut Ismet, mestinya bupati mengambil langkah kebijakan yang sesuai dengan ketentuan. Bukan membuat kebijakan yang justru dapat berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Sepanjang surat edaran ini ditujukan kepada kepala desa, maka akan terjadi Abuse of Power atau penyalahgunaan wewenang. Ini adalah tindakan yang berlebihan, karena kepala desa memiliki UU Desa yang aturannya berbeda. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru