Bikin Klepek-klepek, Pemuda Lulusan SMP Tiduri 10 Janda Muda di Semarang dan Bawa Lari Uangnya

SEMARANG - 10 janda muda di Kota Semarang, Jawa Tengah menjadi korban penipuan seorang pemuda bernama Yandi (28), warga Sikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ke-10 janda muda itu terpedaya tampang keren dan mobil rental, yang sering digunakan Yandi untuk memuluskan aksinya.

Akibatnya, uang ratusan juta rupiah milik para janda-janda muda itupun dibawa kabur. Tidak hanya rugi materi, Yandi bahkan memperdayai mereka agar mau melayani nafsu syahwat pemuda pengangguran yang hanya tamat SMP itu.

"Ini pengungkapan kasus penipuan yang dilakukan oleh tersangka dengan korban spesifik, yakni para janda. Sampai saat ini sudah sepuluh orang janda yang kami mintai keterangan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar seperti yang dikutip dari jawapos.com, akhir pekan lalu.

Tersangka Yandi diamankan anggota Satreskrim Polrestabes Semarang di Jalan Dr Sutomo, Semarang, Rabu (1/9) lalu. Penangkapan tersangka berdasarkan adanya laporan salah satu korban.

Pelapor berinisial A, berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Pedurungan. "Para korban berkenalan dengan tersangka melalui aplikasi online Tantan. Aplikasi ini sebenarnya untuk mencari jodoh,” katanya.

Yandi selalu mengganti nama yang dipakai di aplikasi. Nama samaran yang digunakan antara lain Reski, Ferizal, Helski, Roni, dan Jayadi.

“Untuk meyakinkan para korban, tersangka juga naik kendaraan (mobil), tetapi rental. Dia juga mengaku sebagai karyawan di sebuah perusahaan ternama di bidang oli dan masih single. Setelah intens berkomunikasi, kemudian korban diajak ketemuan,” katanya.

Setelah korban terjerat oleh bujuk rayunya, si pemuda ganteng dengan modal mobil rental itu menjalin asmara hingga berhubungan badan. Selama kenal dengan Yandi, para korban juga kerap dimintai sejumlah uang dengan alasan untuk modal usaha.

Andai korban menolak untuk diajak hubungan badan, diancam tidak akan dikembalikan uangnya, dan tidak akan menikahi. "Sasarannya memang janda yang sudah mapan (berduit). Setidaknya ada enam orang (melapor) yang menjadi korban. Semua warga Kota Semarang. Ada A, M, B, W, dan D. Rata-rata masih berusia relatif muda. Ada yang kelahiran 1997, 1987, dan 1992. Semua korban berstatus janda,” ujar Kapolrestabes.

Korban berinisial A mengaku mengenal tersangka sejak awal Desember 2020. Ia sempat diajak tidur, dan dimintai uang. Setelah itu tersangka menghilang. Tak terima dengan kejadian itu, korban melaporkan ke Polrestabes Semarang.

"Para korban menderita kerugian bervariasi. Ada yang Rp 22 juta, Rp 42 juta, Rp 27,850 juta, dan Rp 4,3 juta. Sedangkan A, kerugiannya kurang lebih Rp 60 juta. Sementara itu, total kerugian mencapai Rp 179,35 juta," katanya.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi akhirnya meringkus tersangka berikut barang bukti satu unit Toyota Avanza H 9167 SL warna putih yang dirental, dan digunakan sebagai sarana kejahatan.

Juga bukti transfer rekening dari para korban ke tersangka. Saat gelar perkara, tersangka Yandi terlihat tenang. Ia kerap melempar senyum ketika memberikan keterangan terkait aksi kejahatan yang dilakukannya.

Berdasarkan data kepolisian, tersangka bekerja sebagai buruh harian lepas. Pendidikan terakhir lulus SMP. “Iya, saya pengangguran. Mengaku kerja di (perusahaan) oli, sama naik mobil, tetapi rental,” ujarnya.

Dia juga mengaku selalu menjanjikan akan menikahi setiap korbannya. “Kenalan paling lama satu bulan, setelah dapat uangnya, saya tinggal pergi,” ujarnya. Uang hasil kejahatan yang diperoleh dipakai untuk biaya hidup, dan membayar uang rental mobil.

“Ya, uangnya banyak untuk bayar rental mobil,” katanya.

Tersangka melancarkan bujuk rayu terhadap para korban. Dengan wajahnya yang tampan, membuat para korban 'klepek-klepek'. Para janda tersebut juga terpikat lantaran tersangka menjanjikan akan menikahinya.

"Yang bersangkutan menjanjikan menikahi. Namun, pada kenyataannya itu hanya modus saja. Tujuan akhirnya untuk memperoleh sesuatu atau keuntungan pribadi baik fisik maupun psikis dari para korban. Fisiknya berupa materi, uang,” kata Kapolrestabes.

Hingga Minggu kemarin, tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia akan dijerat pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (mha/aro)

Baca Juga:

  • Ajukan Judicial Review AD/ART Partai Demokrat, Yusril Gandeng Wisudawan Terbaik Program Doktor UMI.
  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.

Berita Terkait

Berita Terbaru