Bisnis Anaknya Anjlok, Yusuf Mansur Minta Allah Tanggung Jawab, Gus Umar: Bikin Pusing!

JAKARTA - Bisnis Token kripto I-COIN milik anak Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur yang baru dibuka dikabarkan mengalami penurunan sebesar 24,42 persen. Merespon hal ini, Yusuf Mansur membuat pernyataan tak terduga.

Menurut Yusuf Mansur, ia akan tetap meminta petunjuk Allah, jika nantinya ia alami kerugian maka Allah akan ikut tanggung jawab.

Diketahui, Wirda Mansur baru saja meluncurkan token Kripto miliknya yang diberi nama I-COIN pada bulan Februari 2022 ini.

Wirda Mansur mengungkapkan hal itu melalui unggahan di akun Instagram @wirda_mansur pada Senin, 7 Februari 2022 lalu.

"Di Februari 2022 ini, insya Allah gue akan launch token Crypto baru. I-COIN. Indonesia Coin, Coinnya Indonesia langsung ngembangin 3. Metaverse, Game, & NFT MARKETPLACE," tulis Wirda Mansur.

Ia juga umumkan akan membuka penjualan presale yang mulai berlangsung pada Senin, 14 Februari 2022.

"Supaya jadi contoh juga buat anak anak muda, gak hanya jadi pengguna, tapi juga pembuat dan kudu BENER.. berfundamental, ada usecasenya. Gue juga mau open sama temen2, kita diskusi, ada kegiatan apa? Program apa? Ayo kita bikin bareng.. gedein bareng," ujarnya.

"Dan bakal presale di 14 Februari ini cucokk.. mohon doanya buat token @icoin.id insya Allah TO THE MOON jgn ampe kelewat tuh nanti, hehe," ucapnya.

Terkait hal ini, tokoh NU, Umar Hasibuan atau akrab dipanggil Gus Umar buka suara terkait pernyataan pendakwah Yusuf Mansur.

Gus Umar di akun Twitter pribadinya @UmarHasibuan777 angkat bicara, Kamis (24/2).

Menurut Gus Umar, ia mengaku pusing dengan pernyataan Yusuf Mansur.

Gus Umar juga mengaku keheranan, kenapa Allah harus tanggung jawab jika bisnisnya merugi.

"Lu yg bisnis knp Allah yg tanggung jawab yusuf? Omonganmu lama2 bikin saya pusing," ucapnya dikutip dari Fin.co.id. (rtc/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru