Buat Resah, Bupati Tegal Akui Belum Bisa Memutuskan Kenaikan Tarif Cukai

SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah belum bisa memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok. Karena kenaikan itu membuat sejumlah buruh pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Tegal resah.

Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (16/10) mengaku dirinya tidak bisa memutuskan sendiri. Karena harus melibatkan dinas terkait.
Sejak ada kabar tentang rencana kenaikan tarif cukai rokok, dirinya sudah mendapat keluhan dari sejumlah buruh atau karyawan perusahaan rokok di Kabupaten Tegal. Mereka berharap agar kenaikan itu ditiadakan.

"Mereka khawatir jika tarif cukai rokok naik bakal berimbas pada pengurangan karyawan.
Kemarin sudah ada masukan dari karyawan perusahaan rokok. Nanti masukan itu akan kami kaji bersama," katanya.

Jika tarif cukai rokok naik, tambah Umi Azizah, dapat mengancam pengurangan tenaga kerja. Dengan begitu, jumlah pengangguran bakal bertambah. Intinya, nanti akan dimusyawarahkan lagi supaya karyawan perusahaan rokok tidak terkena imbas tersebut. Sehingga angka pengangguran di Kabupaten Tegal tidak terlalu banyak.

"Intinya akan dimusyawarahkan kembali dengan beberapa OPD. Tujuannya untuk mencari solusi yang terbaik," tambahnya.

Dalam berita sebelumnya, tarif cukai rokok rencananya bakal naik. Hal ini membuat sejumlah buruh pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Tegal menjerit. Mereka khawatir jika tarif cukai naik tentunya Harga Jual Eceran (HJE) SKT juga bakal naik. Dengan begitu, konsumen rokok bakal berkurang dan penjualan rokok juga menurun. (guh/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru