Bukan Cuma Gertakan, Nelayan di Pantura Ancam Gelar Aksi Besar-besaran ke Jakarta 20 Juli

KOTA TEGAL - Ribuan nelayan dari seluruh wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, mengancam akan melakukan aksi besar-besaran 20 Juli mendatang. Salah satu tuntutan yang akan diperjuangkan adalah penurunan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Alasannya tarif PNBP yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85/2021 memberatkan nelayan. Ketua DPC HNSI Kota Tegal, Eko Susanto mengatakan dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu, nelayan sepakat akan demonstrasi ke Jakarta.

Aksi besar-besaran itu akan digelar, Rabu (20/7) mendatang, di sekitar Istana Negara. "Kami ingin menyampaikan aspirasi kepada bapak presiden terkait keluhan keluhan nelayan yang dihadapi saat ini."

Menurut Eko, tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi itu di antaranya, revisi PP 85/2021, indeks tarif PNBP pascatangkap atau produksi menjadi 2 persen untuk kapal berbobot di bawah 60 GT dan 3 persen untuk 60-1.000 GT.

Selain itu juga menolak perikanan terukur dengan sistem kuota dan masuknya kapal asing dan eks asing ke WPP Indonesia serta penurunan tarif tambat labuh.

"Kita juga akan meminta alokasi izin penangkapan di 2 WPP (Wilayah Pengelolan Perikanan) yang berdampingan, mengusulkan adanya BBM Industri khusus untuk kapal nelayan di atas 30 GT maksimal harga Rp9.000/liter dan meminta alokasi tambahan BBM subsidi untuk nelayan ukuran kapal di bawah 30 GT dan pertalite bersubsidi untuk kapal nelayan dibawah 5 GT," ujarnya.

Selain itu, kata Eko, nelayan juga meminta revisi sanksi denda administrasi terkait pelanggaran WPP dan VMS serta meminta agar aparat lebih mengedepankan tindakan pembinaan dalam pelaksanaan penegakan hukum kapal perikanan.

Kemudian, penambahan alokasi kuota izin kapal jaring tarik berkantong dan mempermudah proses perizinannya. "Kita juga menuntut, agar mengakomodir kapal Eks Cantrang untuk di alokasi menjadi jaring tarik berkantong dan mempermudah proses perizinannya," pungkasnya. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Ditahan di Tempat Khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Ferdy Sambo Bisa Benar-benar Dipecat dan Dipidana.
  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.

Berita Terbaru