Bukan Gimmick! Reshuflle Kabinet Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA - Kemarahan Presiden Jokowi yang berujung pada keluarnya ancaman reshuffle kabinet yang dilontarkannya beberapa waktu lalu sempat dianggap beberapa pihak hanya gimmick.

Bahkan, orang terdekat Jokowi di istana dalam hal ini, mensesneg sempat memberi sinyal jika perombakan kabinet tidak akan terjadi. Ancaman Presiden Jokowi sendiri jadi terkesan angin lalu.

Terlebih, sampai hari ini masih belum ada tanda-tanda bahwa kocok ulang komposisi Kabinet Indonesia Maju itu dilakukan. Akan tetapi, tak demikian halnya menurut pengamat dari Universitas Syarief Hidayatullah UIN Jakarta Adi Prayitno.

Sebaliknya, Adi berkeyakinan bahwa lontaran itu bukan isapan jempol. Sejumlah menteri yang kena semprot lantaran dinilai jauh dari harapan, bakal kena reshuffle.

Menurut Adi, hal itu dikuatkan dengan kemarahan jilid II Jokowi dalam rapat terbatas Selasa (7/7) kemarin. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Indonesia itu kembali mengungkap kemarahan dan kekecewaannya.

Penyebabnya, tidak lantaran menilai masih ada menteri yang bekerja di bawah perform menangani dampak wabah Covid-19. “Saya kira pasti reshuffle ya,” ujar Adi Prayitno dikutip dari RMOL, Jumat (10/7).

Direktur Eksekutif Parameter Politik ini memprediksi, resfhuffle sendiri akan dilakukan dengan melihat kondisi dan situasi. Kemungkinan, setidaknya menunggu redanya pandemi Covid-19 di dalam negeri.

“Soal waktunya melihat situasi yang sedang berkembang. Terutama melihat kemungkinan corona ini kapan melandainya,” ungkapnya.

Namun, sambungnya, tidak menutup kemungkinan Jokowi bakal melakukan reshuffle tepat di umur satu tahun pemerintahan periode keduanya ini, yakni pada Oktober 2020 mendatang.

Adi menilai, itu adalah waktu yang tepat dijadikan parameter untuk menilai kinerja para menterinya. “Dan mengganti menteri yang enggak bisa bekerja di masa krisis, itu perkara biasa,” tuturnya.

“Kalau sudah ganti orang kembali normal lagi juga enggak apa-apa. Namanya juga pembantu kan, tergantung siapa bosnya. Namanya pembantu ya tergantung apa kata tuannya,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam rapat terbatas, Selasa (7/7) lalu, Jokowi kembali mengulang pernyataan yang pernah ia sampaikan sebelumnya. Bahkan, Jokowi mengeluarkan sindiran keras bahwa ada menteri yang bekerja tapi seperti cuti.

Video tersebut lantas diunggah melalui channel Youtube Sekretariat Kabinet sehari setelahnya. Secara khusus, rapat tersebut untuk membahas percepatan penyerapan anggaran.

Jokowi menekankan, dunia saat ini tengah mengalami krisis, baik kesehatan maupun ekonomi. Begitu juga dengan 215 negara lain, termasuk Indonesia.

Karena itu, Jokowi kembali mengulang ucapannya yang pernah terlontar agar para menteri memiliki sense of crisis. “Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work from home, yang saya lihat ini kayak cuti malahan,” ucapnya. (rmol/ima)

Baca Juga:

  • Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali.
  • Kecelakaan Maut di Tol Cipali Juga Renggut Nyawa Dua Warga asal Brebes.

Berita Terkait

Berita Terbaru