Bukan Kasatgasus Lagi, Fredy Sambo Tak Bisa Intervensi Tewasnya Kasus Brigadir J, Tinggal Tunggu Nasib

JAKARTA - Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo disebut tidak bisa mengintervensi penyidikan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Pernyataan itu diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan.

Tidak hanya dinonaktifkan dari jabatannya, Irjen Pol Fredy Sambo juga sudah tidak menjabat lagi sebagai Kepala Satuan Khusus atau Kasatgasus. "Jabatan Kasatgasus adalah jabatan tambahan sebagai Kadiv Propam Polri."

"Jadi saat jabatan Kadiv Propam Polri dicabut, maka dengan sendirinya jabatan Kasatgasus yang disandangnya otomatis akan hilang," kata Edi seperti yang dikutip dari Antara, Senin (1/7).

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menegaskan jabatan Kasatgasus difungsikan hanya sewaktu-waktu bila diperlukan. Misalnya saat ada gangguan perekonomian nasional.

Dikatakannya pula, Satgasus dibuat sejak Kapolri dijabat Jenderal Pol Tito Karnavian dan berlanjut hingga saat ini. Ketika Ferdy Sambo menjabat Kadiv Propam, otomatis jabatan Kasatgasus pun akan mengikutinya.

Sebaliknya, saat Ferdy Sambo sudah dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam, jabatannya Kasatgasus juga sudah bukan kewenangannya lagi. "Tanpa mengurangi rasa hormat saya dengan Ferdy Sambo, dia tidak bisa menekan apalagi intervensi dalam kasus ini," katanya.

Ferdy Sambo juga tidak bisa menekan proses penanganan perkara yang membelitnya karena Ketua Tim Khusus Polri sendiri adalah jenderal bintang tiga, selain ada beberapa jenderal bintang lain dalam tim khusus katanya.

"Jadi logikanya, bagaimana mungkin jenderal bintang dua tanpa jabatan bisa intervensi Wakapolri," kata akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Pemerhati kepolisian ini mengatakan posisi Ferdy Sambo kini sudah terjepit dan hanya menunggu nasib sampai kasus ini terungkap, apalagi perkara kematian Brigadir J sudah ditarik dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim.

"Kita yakin Kapolri akan tegas menindak siapa saja yang terbukti terlibat dan tidak akan pernah lolos." katanya menegaskan.

Edi mengatakan secara sekilas kasus ini memang tampak mudah karena ada korban, lokasi jelas, dan pelaku yang juga jelas, tapi sangat minim keterangan saksi dan diperparah dengan kondisi CCTV yang rusak.

Sebelumnya, ada kekhawatiran Ferdy Sambo bisa menekan tim Polri yang menangani kematian Brigadir J karena dia dinilai masih menjabat Kasatgasus Polri meski telah dinonaktif sebagai Kadiv Propam.

Dia dinonaktifkan dari jabatannya terkait peristiwa kematian Brigadir J yang tewas tertembak pada 8 Juli 2022. Kasus ini menimbulkan polemik karena ada penanganan yang bermasalah sehingga Polri membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini.

Jenazah Brigadir J juga telah diautopsi ulang di Jambi dengan melibat berbagai dokter forensik independen dari berbagai instansi. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terkait

Berita Terbaru