Bunuh Perempuan Demi Hape yang Dijual Rp30 Ribu, Pria di Tangsel Mengaku Ingin Makan

TANGERANG - Pembunuhan sadis yang terjadi di Tangerang Selatan benar-benar membuat polisi geleng kepala. Pelaku yang sudah keji menusuk perempuan korbannya hingga tewas mengaku hanya ingin makan.

Karenanya, hape yang dia ambil dari korban dijual sangat murah yakni hanya Rp30 ribu saja.

Di hadapan polisi, pria berinisial AJL, pelaku pembunuhan wanita berinisial SL (35) berniat mencuri hape korban untuk beli makan.

Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran kepergok masuk ke dalam kamar indekos saat mencuri hape korban.

Pelaku langsung membunuh korban dengan pisau buntut perlawanan dari korban. Belum lagi korban berteriak minta tolong.

Telepon genggam tersebut cuma dijual seharga Rp30 ribu kepada dua orang penadah yang juga ditangkap polisi.

Mereka adalah J dan S. Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan.

“Jadi, ponsel tersebut dijual pelaku sebesar Rp30 ribu. Saya juga awalnya terheran-heran, sampai saya tanyakan lagi ke Kapolres dan Kasatreskrim Tangerang Selatan. Ternyata memang benar Rp30 ribu. Uangnya untuk makan. Memang kasus ini ada motif ekonominya,” kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (29/6).

“Awalnya memang dia niatnya mencuri, kemudian korban ini melakukan perlawanan. Akibat perlawanan ini, pelaku yang sudah mempersiapkan senjata tajam ini menusuk korban,” ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, AJL tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Menyebabkan Orang Mati.

Sedangkan dua penadah, S dan J dikenakan Pasal 480 KUHP.

Sebelumnya diberitakan, Polres Tangerang Selatan melakukan pengejaran atau pemburuan pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita dengan inisial SL (35) di Kelurahan Pondok Jagung Timur Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.

Dikutip dari Pojoksatu.id, wanita malang tersebut tewas bersimbah darah di kontrakannya pada 25 Juni 2022, pukul 02.00 WIB, setelah berteriak meminta tolong kepada warga atau penghuni kontrakan setempat. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru