Bupati Tegal Akui Tidak Akan Bisa Bekerja Sendirian Membangun Jaring Pengaman Sosial

SLAWI - Pandemi Covid-19 telah memukul tidak hanya sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga perekonomian karena berkurangnya penghasilan atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Tidak terkecuali masyarakat berpenghasilan rendah yang bisa terseret lebih dalam di jurang kemiskinannya.

Bupati Tegal Umi Azizah, Sabtu (1/8) mengatakan, kondisi ini telah mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya sebuah grup minimarket yang mendonasikan bantuan sosialnya melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal.

Bantuan berupa 100 paket sembako tersebut akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat terdampak Covid-19. Bantuan sembako tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban konsumsi rumah tangga warga miskin, terutama dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizinya.

Melalui pemberian bantuan sosial semacam ini, dirinya berharap bisa mendorong lebih banyak pihak, baik individu maupun korporasi untuk ikut serta membangun jaring pengaman sosial, mengingat dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih terus berkelanjutan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian kawan-kawan dari korporasi yang berkenan memberikan bantuan sosialnya," katanya.

Karena bagaimanapun, tambah Umi Azizah, pemerintah tidak akan bisa bekerja sendirian membangun jaring pengaman sosial. Kehadiran pihak swasta sangat dibutuhkan. Dirinya berharap, jaringan minimarket yang tersebar di wilayahnya bisa lebih dioptimalkan untuk menampung produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Termasuk tempat berjualan bagi pedagang kaki lima. Sektor informal seperti UMKM menjadi sasaran Pemkab Tegal dalam memulihkan perekonomian nasional yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Untuk itu, dukungan korporasi, sekecil apapun sangat diperlukan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian yang melambat karena kemampuan pelaku UMKM melemah," tambahnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Bupati Pemalang Dicibir Netizen Pura-pura Positif Covid-19: Saya Biasa Dibully.
  • Penahanan Djoko Tjandra Dianggap Tidak Sah, Kejagung: Kejaksaan Hanya Menjalani Eksekusi Bukan Penahanan.

Berita Terkait

Berita Terbaru