Cak Imin Tegaskan Yenny Wahid Itu Bukan PKB: Bikin Partai Sendiri Aja Gagal Lolos

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta putri Presiden Keempat RI Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid tidak mencampuri urusan PKB. Pernyataan Cak imin itu diungkapkan melalui akun media sosial Twitternya, Kamis (23/6).

Selama ini, hubungan antara keduanya memang kerap memanas. Nah, baru-baru ini, Cak Imin menyebut bahwa Yenny Wahid bukanlah bagian dari PKB.

"Yeni (Yenny Wahid) itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos," kata Cak Imin dikutip dari akun Twitternya, Kamis (23/6).

Menurut Cak Imin, Yenny kerap menyerang partai pimpinannya setiap kali menjelang gelaran Pemilu. Namun Cak Imin mengklaim serangan-serangan Yenny tidak membuat PKB goyang.

Karenanya, Cak Imin meminta putri Gus Dur itu untuk tidak ikut campur dengan urusan PKB. "PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok," demikian Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya duet Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga diprediksi akan sulit menang di Pilpres 2024 mendatang. Penyebabnya, karena Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut tidak terlalu dikenal publik.

Menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, jika keduanya tetap dipasangkan kemungkinan besar bakal mudah dikalahkan kandidat-kandidat lainnya. “Pasangan ini akan lebih mudah dikalahkan oleh lawan politiknya,” kata Jamiluddin, Selasa (21/6).

Apalagi jika Cak Imin yang dijadikan capres dan Ketum Partai Gerindra itu yang menjadi cawapres. “Jika Cak Imin capres, Prabowo cawapres akan tambah sulit untuk menang,” ujar Dosen Universitas Esa Unggul itu.

Wacana tersebut, menurut Jamiluddin, tidak akan terlalu mengkhawatirkan lawan politiknya. Itulah sebabnya, Prabowo Subianto disarankan mencari pasangan sosok figur yang dapat mendongkrak elektabilitasnyanya.

Seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diyakini dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo. “Prabowo-Anies. Sebab, duet tersebut akan sulit dikalahkan pada Pilpres 2024,” ucap Jamiluddin.

Kendati demikian, Jamiluddin juga tidak terlalu yakin Prabowo akan mau berpasangan dengan Cak Imin di Pilpres 2024. “Namun, koalisi Gerindra-PKB tampaknya kecil kemungkinan mengusung duet tersebut,” tuturnya.

Untuk diketahui, wacana duet Prabowo Subianto-Cak Imin mencuat ke publik usai mereka melakukan pertemuan di kedua Prabowo beberapa hari lalu.

Bahkan, kedua partai tersebut sudah bersepakat untuk melakukan koalisi di Pilpres 2024. Namun, belum pasti apakah Prabowo dan Cak Imin dijadikan capres-cawapres untuk diusung di Pilpres 2024 mendatang. (rmol/zul)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru