Cegah Penularan dari Luar Negeri, Prokes di Bandara Soetta Harus Diketati

JAKARTA - Pengamanan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di Bandara Soekarno-Hatta harus diperketat. Agar penularan COVID-19 yang datang penumpang asal luar negeri dan dalam negeri bisa dicegah.

Permintaan tersebut dikatakan langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan aparat keamanan dan jajaran yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan prokes bagi penumpang dari luar kota maupun dalam negeri. Sehingga penularan COVID-19 dapat diantisipasi.

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, bagaimana rekan-rekan jajaran mengawasi secara ketat terkait dengan protokol kesehatan bagi masyarakat yang berangkat dan juga datang dari Bandara Soetta," katanya saat meninjau kebijakan peniadaan mudik Lebaran 2021 H-1 Idul Fitri di Bandara Soekarno-Hatta.

"Pengawasan juga diperketat untuk warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang datang dari luar negeri," lanjutnya.

Dikatakannya, kebijakan peniadaan mudik dan kegiatan penyekatan tak lain untuk mencegah laju penambahan kasus COVID-19 di Tanah Air.

"Kita tahu saat ini di beberapa wilayah seperti Sumatera terjadi kenaikan angka kasua, sehingga mau tidak mau rekan-rekan khususnya di wilayah lintas masuk seperti di bandara ini harus betul-betul melakukan penguatan terhadap pengawasan protokol kesehatan," ujarnya.

Karenanya, pengawasan terhadap kedatangan warga dari luar negeri untuk diperketat, jangan sampai ada celah. Bagi penumpang pesawat yang datang dari luar negeri diberlakukan pengecekan PCR berulang untuk memastikan bebas dari virus SARS-CoV2.

"Khususnya pada saat setelah diperiksa dengan menggunakan 'thermogun' dan kemudian suhunya didapati tidak normal, segera laksanakan pemeriksaan antigen, sehingga bisa laksanakan pemeriksaan lebuh lanjut," katanya.

Dia juga meminta aparat di Bandara Soetta untuk mengecek status penumpang yang tiba dari luar negeri sudah divaksin atau belum. Pemeriksaan ini penting mengingat yang belum divaksin berpotensi sebagai 'carier' (pembawa) virus.

Demikian pula dengan proses karantina di Bandara Soetta harus benar-benar dijalankan dengan baik, jangan sampai ada yang lolos tidak menjalankan.

"Jadi tolong ada petugasnya. Pada saat mereka (penumpang-red) berangkat di bandara dan sampai di hotel-hotel tempat karantina yang sudah ditentukan maka ada petugas yang di dalam. Sehingga kemudian tolong diatur dengan baik. Kalau kekurangan anggota minta ke Polda Metro atau minta ke Mabes. mulai dari alur kedatangan sampai hotel sampai mereka keluar seluruh protokol kesehatan sudah dilakaksanakan dengan baik," tegasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan aparat untuk mengantisipasi arus balik. Sebab saat mudik, diperkirakan sudah ada 1,2 juta warga meninggalkan Jabodetabek.

Jajaran Polri harus memperkuat koordinasi dengan petugas di wilayah yang melayani khususnya di loket tiketing. Memastikan syarat pada saat akan membeli tiket penumpang bisa lolos dari pemeriksaan minimal sudah memiliki swab antigen.

"Bila perlu tanyakan yang bersangkutan sudah vaksin atau belum itu harus dilaksanakan sehingga kemudian pada saat mereka masuk bandara tetap melakukan pengecekan terkait dengan protokol kesehatan yang ada," katanya.(gw/zul/fin)

Baca Juga:

  • Iwan Sumule Sebut Rezim Sontoloyo ke Jokowi yang Janjikan Ekonomi Meroket Tapi Sembako Mau Dipajakin.
  • Dengarlah Pak Jokowi, Satgas Covid-19 IDI: Lockdown Sekarang atau Tambah Mengerikan.

Berita Terkait

Berita Terbaru