Cegah PMK, Kandang Sapi di Wilayah Perbatasan Jateng-Jabar Dilakukan Pengecekan

BREBES - Sejumlah kandang sapi milik peternak di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat yakni di wilayah Kecamatan Losari, Brebes dilakukan pengecekan.

Pengecekan kesehatan hewan tersebut dilakukan oleh jajaran kepolisian Polsek Losari bersama petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes.

Pengecekan kesehatan hewan ternak tersebut sebagai upaya antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Apalagi, kasus hewan ternak yang suspek PMK di Kabupaten Brebes mencapai 170 kasus.

Pengecekan ke kandang sapi yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Losari Iptu Tasudin itu, menyisir sebanyak 13 lokasi peternakan yang tersebar di lima desa. Yakni, Desa Negla, Randegan, Rungkang, Bojongsari dan Kalibuntu.

"Dalam kegiatan ini kami juga mengajak petugas dari DPKH, ini untuk mengecek langsung kesehatan hewan ternak yang ada. Upaya ini sebagai antisipasi penularan PMK," kata Kapolsek Losari AKP Umi Antum Farich melalui Kanit Reskrim Iptu Tasudin, Jumat (27/5).

Dalam pemeriksaan itu, lanjut dia, pihaknya meminta setiap peternak untuk menyediakan kandang khusus yang terpisah bagi ternak sapi yang terindikasi PMK. Pihaknya juga menekankan untuk tidak berlaku curang, dengan memperjualbelikan ternak sapi yang sakit.

"Dari hasil pemeriksaan ini, Alhamdulillah di Losari belum ditemukan sapi yang tertular PMK. Meski demikian, kami akan terus memantau hingga Lebaran Idul Adha mendatang," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah ternak sapi di Kabupaten Brebes yang dinyatakan suspek terus bertambah.

Data DPKH Kabupaten Brebes, semula jumlah kasus ternak sapi yang dinyatakan suspek PMK itu hanya sebanyak 77 ekor. Namun saat ini jumlahnya bertambah menjadi 170 kasus.

Ratusan ternak suspek PMK itu tersebar di sembilan kecamatan. Rinciannya, di Kecamayan Salem 49 kasus, sembikan kasus di antaranya sembuh. Di Kecamatan Brebes ditemukan 20 kasus, 8 di antaranya sembuh.

Di Kecamatan Ketanggungan ada 14 kasus, dua di antaranya sembuh. Kemudian, Di Kecamatan Bulakamba ditemukan 14 kasus, Tonjong 12 kasus, Bantarkawung 24 kasus, Bumiayu 31 kasus, Paguyangan satu kasus, dan Larangan lima kasus. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru