Cewek Pelaku Mutilasi, si Jenius yang Menjadi Jahat setelah Menganggur, Simak 10 Fakta Ini

JAKATA - Salah satu pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City yang diketahui merupakan warga Kabupaten Tegal, Laeli Atik Supriyatin (26) atau LAS terus mendapat sorotan.

Anak ke empat dari 7 bersaudara ini bersama sang kekasih DAF (26) bersekongkol melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap Rinaldy Harley Wismanu (33).

Potongan tubuh korban ditemukan polisi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan bahwa penyidik menemukan fakta baru mengenai identitas pelaku.

Berikut ini fakta-fakta tentang LAS, berdasar penjelasan Kombes Yusri Yunus dan dari berbagai sumber.

Pertama, LAS saat ini merupakan pengangguran, alias tidak punya pekerjaan tetap.

Kedua, LAS merupakan alumnus salah satu universitas terkenal di Jakarta. Cewek yang mencat rambutnya dengan warna pirang itu pernah kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) kampus kondang.

"Yang kami baru dapat ternyata tersangka L ini adalah seorang sarjana dari salah satu universitas terkenal di Jakarta sini. MIPA atau kimia,” ungkap Yusri dikutip dari JPNN.

Ketiga, LAS juga pernah tercatat sebagai mahasiswa dengan prestasi moncer. Sebab, LAS pernah mengikuti olimpiade kimia tingkat provinsi.

Keempat, LAS juga pernah bekerja di satu perusahaan ternama di Jakarta.

Kelima, LAS juga sering mengajar mahasiswa di bekas kampusnya serta beberapa universitas lain.

Keenam, karena pandemi Covid-19 merebak di berbagai daerah di Indonesia terutama Jakarta, akhirnya LAS menanggur.

Ketujuh, LAS mengaku berkenalan dengan DAF yang berprofesi sebagi tukang ojek.

“Karena di situasi pandemi saat ini, dia (LAS, red) mengaku bahwa saat ini dia menganggur. Kemudian kenalan dengan tersangka DAF," tutur Yusri.

Kedelapan, cewek ini ternyata asli Tegal dan termasuk siswi alim dan berprestasi di sekolahnya hingga mendapat beasiswa.

Kesembilan, lahir dari orang tua tidak mampu yang berprofesi sebagai petani dan penjahit.

Kesepuluh, anak keempat dari 7 bersaudara ini sudah 1,5 tahun hilang kontak dari keluarga.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak di lokasi sama mengatakan, DAF dan LAS merencanakan pembunuhan terhadap RHW karena motif ekonomi.
(mcr3/jpnn/ima)

Baca Juga:

  • Dinobatkan sebagai Rest Area Terindah di Indonesia, Ganjar Terpukau saat Mampir Makan Siang di Rest Area 456.
  • Jadi Rebutan AS dan China, Indonesia Harus siap-siap Hadapi Perang Dunia III.

Berita Terkait

Berita Terbaru