Contohkan Pernikahan Beda Agama, Guntur Romli Sebut Putri Nabi Muhammad SAW Sayyidah Zainab

JAKARTA - Mencontohkan pernikahan beda agama yang marak saat ini, aktivis muda NU (Nahdlatul Ulama) Mohamad Guntur Romli mengungkap kisah mencengangkan.

Guntur Romli menyebut salah satu putri Nabi Muhammad SAW, ada yang menikah beda agama.

Salah satu anak atau putri Nabi Muhammad yang menikah beda agama itu adalah Sayyidah Zainab Ra.

"Sayyidah Zainab menikah dengan laki-laki beda agama, yaitu Abul Ash bin Ar-Rabi yang masih mengikuti ajaran musryik pagan," kata Guntur Romli dikutip FIN dari Chanel YouTube Cokro TV dengan judul ‘PUTRI NABI MUHAMMAD ADA YANG NIKAH BEDA AGAMA‘ pada Kamis (24/3).

Menurut Guntur Romli, hal tersebut merupakan pengalaman pahit bagi keluarga Nabi Muhammad SAW.

Guntur Romli menjelaskan Abul Ash bin Ar-Rabi sempat ditawari wanita tercantik dari bangsa Quraish, agar dirinya menceraikan Sayyidah Zainab.

“Keluarga dan kawan-kawan Abul Ash mendatanginya untuk menceraikan Sayyidah Zainab Ra dan akan diganti dengan wanita tercantik di bangsa Quraish saat itu,” tutur Guntur Romli.

Tetapi, lanjut Guntur Romli, Abul Ash menolak tawaran itu. Guntur Romli menyebut karena Abul Ash sudah cinta mati pada Sayyidah Zainab Ra, akhirnya mereka berdua hidup dalam beda keyakinan dan beda posisi politik keluarga.

Bahkan, Abul Ash dan Nabi Muhammad pernah berhadap-hadapan di medan perang.

Situasi ini membuat Sayyidah Zainab sedih. Sebab, dua laki-laki yang sangat dicintainya saling berhadapan.

Akhirnya, kubu Abul Ash kalah. Dia pun jadi tawanan yang harus ditebus. Sayyidah Zainab pun ikut menebus suaminya.

Dia menebus dengan kalung yang jadi hadiah pernikahan dari almarhumah ibunya.

"Bisa dibayangkan betapa sedihnya Nabi Muhammad mengetahui hal itu. Ini mengingatkan Nabi Muhammad kepada sosok almarhumah istrinya Sayyidah Khadijah Ra," paparnya.

Akhirnya Abul Ash dibebaskan. Namun, Nabi Muhammad menagih janji menantunya itu agar mengizinkan Sayyidah Zainab pindah ke Madinah.

Pada akhirnya Abul Ash menyusul Sayyidah Zainab ke Madinah. Dia masuk secara diam-diam.

"Namun, dia dihadang pasukan muslim Madinah. Hartanya berupa barang dagangan dirampas. Saat menemui Sayyidah Zainab di Madinah, Abul Ash pun meminta perlindungan," lanjutnya.

Sang istri berjanji akan melindungi suaminya itu. Sayyidah Zainab pun memohon kepada Nabi Muhammad.

Saat itu juga Nabi Muhammad meminta agar barang dagangan Abul Ash dikembalikan.

Ada orang Madinah yang meminta Abul Ash agar tinggal di Madinah lalu masuk Islam dengan harta yang dibawanya.

Namun, Abul Ash menolak. Dia beralasan harta tersebut bukan miliknya semua. Namun milik orang Mekkah, seperti dikutip dari Fin.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru