CSR Perusahaan Otobus Sinar Jaya Khitan 100 Anak di Margasari

MARGASARI - Sebanyak 100 orang anak yang tinggal di Kecamatan Margasari ikut program khitanan massal yang diselenggarakan perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya di Rumah Makan Panorama, Desa Kaligayam, Kecamatan Margasari, Selasa (05/07).

Hadir mewakili bupati Tegal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tegal Dadang Darusman.

Lewat sambutannya, Dadang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada pimpinan PO Sinar Jaya dan juga panitia, dokter serta jajaran tim medis yang mengawal pelaksanaan khitanan massal ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rasyidi Karyana, pimpinan PO Sinar Jaya dan juga Bapak Hidayat Halim, pemilik Rumah Makan Panorama yang telah membantu memfasilitasi kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud kepedulian dan penghargaan beliau-beliau kepada warga masyarakat sekitar,” kata Dadang.

ia berharap, kegiatan sosial seperti khitanan massal ini dapat terus digelar dan menjadi agenda rutin perusahaan dari pendanaan corporate social responsibility (CSR).

Terlebih kegiatan sosial semacam ini dapat memupuk semangat paseduluran, semangat kebersamaan dan membantu menumbuhkan kesetiakawanan sosial.

Di era peradaban modern di mana pola hidup masyarakat berkembang semakin konsumtif dan terus bersaing serta berkompetisi memperebutkan sumber daya yang terbatas, maka jika terdapat dua kosakata yang nyaris hilang, menurut Dadang, itu adalah tepa salira dan tenggang rasa.

Keduanya memiliki makna yang hampir sama atau boleh dikatakan sama. Tepa salira merupakan ungkapan yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan, apa yang orang lain derita.

Kosakata ini sekarang sulit mewujud dalam perilaku sehari-hari. Bahkan, nilai-nilai luhur ini seakan luntur dari peradaban modern bangsa Indonesia.

Akan tetapi, oleh para filantropi, nilai-nilai tersebut kembali disemaikan, ditumbuhkan dan diperkuat kembali untuk menunjukkan bahwa tepa salira masih mendarah daging dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

“Maka, (bakti sosial) ini adalah bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan kemanusiaan, persoalan kebangsaan,” tutunya.

Melalui bakti sosial ini, Dadang juga menitip pesan kepada orangtua agar bisa menjaga dan merawat anak-anaknya dengan selalu menanamkan rasa cinta kepada agama dan bangga akan tanah airnya Indonesia.

“Didiklah mereka dengan baik agar kelak tumbuh sebagai pribadi yang tidak saja cerdas secara intelektualitas, tapi juga memiliki kedalaman spiritual yang baik. Insya Allah, putra-putri bapak dan ibu sekalian akan menjadi anak yang soleh dan solehah, berbakti kepada orang tua,” pesannya.

Di tempat yang sama, Direktur SDM dan Legal Consultant PO Sinar Jaya Muh. Elia WM menuturkan, kegiatan bakti sosial semacam ini sudah sering digelar pihaknya dengan tujuan mempererat tali persaudaraan dan membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang kita selenggarakan setiap tahun. Tidak hanya khitanan massal, akan tetapi juga kegiatan sosial lainnya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Tembakan Bharada E Hanya Lukai Brigadir J, Dahlan Iskan Dapat Bocorannya dari Mahfud MD.
  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.

Berita Terbaru