D3 Politeknik di SMP Negeri Khusus Mulai Dibuka Tahun Ini

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka jalur Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) 2021 khusus bagi seluruh peserta didik SMA, SMK maupun MA yang akan melanjutkan pendidikan D3 di Politeknik Negeri.

Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, bahwa SNMPN 2021 ini menjadi sistem terpadu bagi calon mahasiswa D3 politeknik negeri.

"SNMPN ini fokus untuk politeknik negeri dan khususnya untuk jenjang D3. Sedangkan untuk jenjang D4 atau sarjana terapan itu sudah campur dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)," kata Wika di Jakarta, Senin (11/1).

Wikan menambahkan, sekolah dapat mengisi data mulai dari 11 Januari - 12 Maret 2021. Adapun pendaftaran siswa dilakukan mulai 11 Januari - 19 Maret 2021. Sekolah dan siswa diminta melakukan pendaftaran dan pengisian data melalui laman snmpn.politeknik.or.id.

"Nantinya berkas bakal divalidasi melalui sistem. Validasi berkas berlangsung dari 18 Januari-26 Maret 2021. Sedangkan pengumuman SNMPN 2021 akan diberikan pada 6 April 2021," terangnya.

Wikan menyebut, ada 44 politeknik yang dapat dipilih pada SNMPN 2021. Ia juga menegaskan, bawha Pendaftaran SNMPN 2021 tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

"44 politeknik negeri siap mengikuti seleksi ini. Jalur SNMPN ini juga mengakomodir calon peserta yang berasal dari ekonomi yang lemah dan dipastikan tidak dikenakan biaya apapun. ujarnya.

Terdapat perbedaan atau kebijakan baru pada seleksi SNMPTN 2021 ini, dibanding seleksi SNMPTN 2020. Salah satunya adalah calon mahasiswa bisa mendaftar politeknik maupun perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia (PTKIN) pada seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) 2021.

"Tidak hanya SNMPTN tetapi juga SBMPTN. Calon mahasiswa bisa memilih program S1 di PTN dan juga D4 pada politeknik," ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih.

"Integrasi seleksi masuk tersebut baru dilakukan pada 2021. Meskipun ide awal penggabungan tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu," imbuhnya.

Nasih meminta, baik politeknik maupun PTKIN mengikuti ketentuan yang ada, tidak hanya pada SNMPTN tetapi juga SBMPTN. "Meskipun demikian, siswa SMK yang mendaftar di perguruan tinggi vokasi atau politeknik tetap mendapatkan prioritas atau bobot lebih," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Budi Prasetyo mengatakan, bahwa calon mahasiswa hanya dapat memilih politeknik tetapi juga dapat memilih program studi di politeknik.

"Misalnya dia memilih program studi A untuk jenjang S1 di PTN dan kemudian pilihan keduanya program studi B untuk jenjang D4 di politeknik. Itu diperbolehkan," kata Budi.

Sedangkan kebijakan baru ini, LTMPT mengimbau agar pihak sekolah sudah mengetahui berapa yang eligible sehingga melakukan persiapan dari sejumlah tersebut siapa-siapa saja dan nilainya cukup dan masuk dalam daftar kuota 40 persen tersebut.

Misalnya, jika ada siswa di sebuah SMA dengan akreditasi A ada 100 siswa kalau dulunya semuanya akan dimasukkan, LTMPT nanti yang akan memilah siswa eligible.

"Namun tahun ini kalau ada 100 siswa dengan akreditasi A maka SMA tersebut hanya memasukkan ke data LTMPT hanya 40 siswa karena 40 persen," kata Wakil Ketua LTMPT Samsul Rizal.

"Kalau akreditasi B hanya 25 siswa karena untuk akreditasi tersebut hanya disediakan 25 persen. Sedangkan sekolah akreditasi C hanya 5 persen. Jadi itu yang akan diterima oleh LTMPT," pungkasnya. (der/zul)

Baca Juga:

  • Sesuai UU Penerbangan, Ahli Waris Korban Meninggal Sriwijaya Air Terima Rp1,25 Miliar Per Penumpang.
  • Marah ke Ribka Tjiptaning, Pendukung Jokowi: Anda Tahu Sopan Santun Tidak.

Berita Terbaru