Daftarkan Citayam Fashion Week, Baim Wong Banjir Kritikan Pedas! Ernest Prakasa: Serakah Banget

JAKARTA - Baim Wong dan Paula Verhoeven baru saja mendaftarkan merek Citayam Fashion Week melalui perusahaan PT Tiger Wong Entertainment.

Pasangan selebritas ini langsung menjadi perbincangan netizen di media sosial.

Keduanya dikabarkan mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Baim Wong dan Paula Verhoeven melalui PT Tiger Wong Entertainment mendaftarkan merek Citayam Fashion Week pada 20 Juli 2022.

Adapun pendaftaran tersebut tercatat dengan nomor permohonan Jid2022052181 dengan status masih dalam proses.

Langkah Baim Wong dan Paula Verhoeven mendaftarkan merek Citayam Fashion Week menuai komentar negatif dan hujatan dari netizen.

Sejumlah netizen menuding Baim Wong dan Paula Verhoeven mengambil kesempatan dan keuntungan di tengah fenomena Citayam Fashion Week.

Baim Wong dan Paula Verhoeven sampai saat ini belum memberi klarifikasi mengenai pendaftaran merek Citayam Fashion Week.

Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa langsung menyindir pihak yang mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

“Daftarin OPEN MIC ke HAKI. Daftarin ROASTING ke HAKI. Daftarin CITAYAM FASHION WEEK ke HAKI. Serakah banget jadi manusia,” ungkap Ernest Prakasa melalui akun miliknya di Twitter, Minggu (24/7).

Sutradara film Cek Toko Sebelah itu heran melihat sikap Baim Wong dan Paula Verhoeven yang merasa berhak atas merek Citayam Fashion Week.

Ernest Prakasa menilai Citayam Fashion Week bukan hasil kreativitas suami istri tersebut, melainkan fenomena yang muncul berkat remaja Citayam, Bojong Gede, dan Depok yang nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta.

“HAKI itu H-nya adalah Hak. Kok bisa-bisanya merasa berhak atas sesuatu yang bukan ciptaan mereka sendiri. Enggak tahu malu,” beber pria berusia 40 tahun itu.

Ernest Prakasa menyayangkan sikap Baim Wong dan Paula Verhoeven yang mendaftarkan merek Citayam Fashion Week.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan adanya hati nurani.

“HAKI itu dibuat untuk melindungi kreator agar pekerja kreatif bisa sejahtera dari ide dan karya mereka sendiri. Bukannya dahulu-dahuluan main sikat mumpung belum ada yang daftarin. Tolonglah dipakai akal sehat dan hati nuraninya,” tambah Ernest Prakasa dikutip dari JPNN.com. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.
  • Diduga Menyindir Irjen Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni Singgung soal Suami Penyuka Sesama Jenis.

Berita Terkait

Berita Terbaru